<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142</id><updated>2011-04-22T06:54:16.720+07:00</updated><category term='Foto: Bakti Sosial di Tanggamus - Lampung'/><category term='Awal tahun di Pura Gunung Salak'/><category term='Pelataran depan Pura Halim Jakarta'/><category term='Pulau Seribu'/><title type='text'>wayan sudane</title><subtitle type='html'>secercah mentaripagi ~ sekelumit makna dihati</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>57</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-3251222416731465764</id><published>2008-06-14T19:25:00.001+07:00</published><updated>2008-06-14T19:27:05.578+07:00</updated><title type='text'>Matahariku - Agnes Monica</title><content type='html'>&lt;p class="snap_preview"&gt;Tertutup sudah pintu,&lt;br /&gt;pintu hati ku,&lt;br /&gt;yang pernah dibuka waktu,&lt;br /&gt;hanya untuk mu.&lt;br /&gt;Kini kau pergi,&lt;br /&gt;dari hidup ku,&lt;br /&gt;ku harus relakan mu,&lt;br /&gt;walau aku tak mau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[#:]&lt;br /&gt;Berjuta warna pelangi,&lt;br /&gt;didalam hati.&lt;br /&gt;Sejenak luluh bergeming,&lt;br /&gt;menjauh pergi.&lt;br /&gt;Tak ada lagi,&lt;br /&gt;cahaya suci,&lt;br /&gt;semua nada beranjak,&lt;br /&gt;aku terdiam sepi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[Reff:]&lt;br /&gt;Dengarlah matahari ku,&lt;br /&gt;suara tangisan ku,&lt;br /&gt;ku bersedih,&lt;br /&gt;kar’na panah cinta menusuk jantung ku.&lt;br /&gt;Ucapkan matahari ku,&lt;br /&gt;puisi tentang hidup ku,&lt;br /&gt;tentang ku,&lt;br /&gt;yang tak mampu,&lt;br /&gt;menaklukkan waktu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oh [#]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[Interlude]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengarlah matahari ku,&lt;br /&gt;suara tangisan ku,&lt;br /&gt;ku bersedih,&lt;br /&gt;kar’na panah cinta menusuk jantung ku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[Reff]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-3251222416731465764?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/3251222416731465764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=3251222416731465764&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3251222416731465764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3251222416731465764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2008/06/matahariku-agnes-monica.html' title='Matahariku - Agnes Monica'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-504207450247225659</id><published>2008-05-17T13:53:00.000+07:00</published><updated>2008-05-17T13:55:48.008+07:00</updated><title type='text'>DKI: Kelurahan “Idol” Pisangan Timur</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Sebagian&lt;/strong&gt; roda pemerintahan di Kelurahan Pisangan Timur Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur berjalan melalui teknologi short messages service pada telepon selular. Mulai dari koordinasi antar aparat, pengaduan warga, layanan Posyandu dan pemberantasan demam berdarah. Bukti penerapan mobile government bisa di tingkat kelurahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;SIANG hari di kantor Kelurahan Pisangan Timur Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Terlihat seorang pegawai kelurahan sedang memperhatikan layar komputer yang ada di bagian depan kantor kelurahan. “Sepertinya ada pohon tumbang di sekitar kantor Bea Cukai di Jl. Pisangan. Cepat langsung disingkirkan!” ujarnya sembari memerintahkan beberapa pegawai kelurahan untuk segera meluncur.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari mana pegawai kelurahan itu begitu cepat mengetahui ada pohon yang tumbang di wilayahnya? Ternyata ia baru saja menerima short message service (SMS) dari warga di pusat layanan SMS Kelurahan Pisangan Timur pada nomor 0859 68 100010. SMS warga itu yang kemudian dibaca lewat komputer yang berfungsi sebagai Anjungan Informasi Kelurahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sekilas gambaran fungsi layanan SMS Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. “Layanan SMS Kelurahan Pisangan Timur dibuat untuk lebih meningkatkan partisipasi warga terhadap semua layanan kelurahan,” kata Sitaresmi Nurhayati, Lurah Pisangan Timur pada Warta eGov. Selain itu, Sitaresmi menambahkan, lewat SMS diharapkan juga bisa mewujudkan transparansi dan tanggung jawab aparat kelurahan dalam menjalankan tugasnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali disosialisasikan ke warga pada akhir 2006 lalu, jumlah pesan singkat yang masuk pernah mencapai 500 SMS setiap harinya. Namun kini, jumlah itu menurun hanya sepuluh SMS setiap harinya. Menurunnya jumlah SMS yang masuk, bisa menunjukkan bahwa semakin kecil juga pengaduan warga Pisangan Timur terhadap wilayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak heran Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta begitu tertarik menjadikan semua kelurahan se-DKI Jakarta seperti Kelurahan Pisangan Timur. “Kedepan semua kelurahan se-DKI Jakarta akan menerapkan layanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi seperti di Kelurahan Pisangan Timur,” kata Fauzi Bowo, saat meresmikan layanan kelurahan berbasis pada pertengahan November (18/11) lalu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditinjau langsung oleh Warta eGov, teknologi yang ada dibelakang layanan SMS Kelurahan Pisangan Timur tidaklah rumit. Perangkat teknologi dibelakangnya pun relatif mudah diperoleh, yakni hanya sebuah komputer yang terhubung dengan sebuah perangkat GSM Modem. Untuk jaringan selularnya sendiri menggunakan operator telekomunikasi Excelcomindo Pratama (XL).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Khusus untuk pembuatan program aplikasinya SMS Gateway-nya kami bekerjasama dengan mitra swasta Jaringmas Solusi Bergerak,” ungkap Sitaresmi. Jaringmas Solusi Bergerak adalah sebuah konsultan yang bergerak dalam pengembangan mobile services dalam membuat aplikasi lSMS Gateway. Total biaya yang harus dikeluarkan baik untuk layanan SMS Kelurahan Pisangan Timur mencapai Rp45 juta.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Khusus aplikasi SMS Gateway Pisangan Timur berisi aplikasi sistem pelaporan dan database,” jelas James F Tomasouw, Direktur Jaringmas pada Warta eGov ketika dihubungi pada kesempatan terpisah. Namun demikian pada dasarnya aplikasi SMS Gateway bisa dikembangkan sesuai kebutuhan setiap lembaga pemerintah (customized).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk pelaporan lewat SMS sendiri mengunakan kode khusus yang secara otomatis bisa langsung mengelompokkan SMS agar mudah diteruskan pada petugas kelurahan terkait. Dengan adanya kode tersebut juga untuk membedakan SMS yang masuk. Apakah itu SMS dari warga, pegawai kelurahan, pengurus Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT), organisasi ibu-ibu Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK), petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik) atau pengurus Karang Taruna.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya memberantas sarang nyamuk (PSN) misalnya. Sebelumnya petugas Jumantik harus menyetor berkas laporan ke kantor kelurahan mengenai jumlah rumah yang positif terdapat jentik nyamuk di tiap RW/ RT setiap minggunya. “Sekarang, para Jumantik tidak perlu datang ke kelurahan dan cukup melapor lewat SMS,” tegas Sitaresmi. Petugas Jumantik cukup mengetik kode pesan: PSN [jumlah rumah yang diperiksa] [rumah positif jentik] [kasus].&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sebagai Lurah, Sitaresmi juga sering mengirim undangan rapat antar perangkat kelurahan melalui SMS. Hal ini untuk menghemat waktu dan biaya pengiriman. Sebelumnya, semua nomor telepon selular (ponsel) semua perangkat Kelurahan Pisangan Timur memang telah disimpan terlebih dahulu. Total yang disimpan mencapai 1.317 nomor, yaitu milik dari anggota Dewan Kelurahan, pegawai kelurahan, petugas Banpol, pengurus RW/ RT, para Jumantik, petugas Posyandu, kader kesehatan, tokoh masyarakat sampai dengan komunitas warga Pisangan Timur sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ke depan aplikasi SMS Gateway Pisangan Timur akan dikembangkan untuk pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP), akte kelahiran, administrasi kewilayahan dan juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;wayan sudane - &lt;a href="http://www.wartaegov.com/"&gt;Warta eGov&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-504207450247225659?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/504207450247225659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=504207450247225659&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/504207450247225659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/504207450247225659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2008/05/dki-kelurahan-idol-pisangan-timur.html' title='DKI: Kelurahan “Idol” Pisangan Timur'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-5333342604593710400</id><published>2008-04-30T17:53:00.000+07:00</published><updated>2008-04-30T17:55:28.050+07:00</updated><title type='text'>DKI: Layanan Kantor Berjalan</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pelayanan SIM Keliling menggunakan bus dan mobil mampu mendongkrak jumlah perpanjangan hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Sayangnya, masih berteknologi sederhana. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KALAU&lt;/strong&gt; bisa dipersulit, kenapa dipermudah? Beginilah citra masyarakat terhadap layanan publik oleh aparat pemerintahan kita. Semua orang tahu, layanan yang bertele-tele, tidak transparan dan biar cepat harus memberikan uang tips telah menjadi bagian dalam semua layanan publik pemerintah kita. Baik itu mulai dari membuat Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, pelayanan kesehatan, membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah tenutnya mengubah citra yang sudah mengakar di benak masyarakat ini. Membutuhkan perubahan besar-besaran dari model layanan yang sudah ada selama ini. Dari lambat menjadi cepat, serba tidak jelas soal lama pengurusan dan tarif biaya menjadi transparan atau dari yang tadinya cuma ada di satu tempat berubah menjadi ada dimana-mana. Seperti perubahan layanan yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Metropolitan Jakarta Raya (Dirlantas Polda Metro Jaya). Memperpanjang SIM kini tidak harus datang ke kantor polisi lagi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ada delapan unit bus dan mobil SIM Keliling yang siap mendatangi masyarakat di tempat-tempat strategi wilayah DKI Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi,” kata Gatot Subroto, Kepala Seksi SIM Dirlantas Polda Metro. Dalam bus tersebut, masyarakat bisa mengurus perpanjangan SIM A dan C dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK). Lokasinya dimana saja, namun biasanya di pusat keramaian, seperti kawasan perbelanjaan dan perkantoran.&lt;br /&gt;Layanan SIM Keliling bertujuan untuk mengurangi berbagai masalah yang sering dikeluhkan masyarakat. Salah satunya soal kecepatan dalam mengurus perpanjangan, transparansi biaya. Harapannya dengan adanya “kantor berjalan” ini bisa membangun kepercayaan masyarakat, tambah Gatot. Perubahan dari segi waktu pelayanan misalnya, jika semua persyaratan administrasi sudah lengkap, perpanjangan SIM disebutkan hanya membutuhkan waktu 10 – 15 menit. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya teknologi apa di belakang bus/ mobil SIM Keliling tersebut? Apakah sudah terhubung on line dengan kantor Polda Metro Jaya? Jangan kaget. Bus atau mobil SIM Keliling ternyata masih menggunakan teknologi konvensional. Maksudnya? Jadi dari semua data perpanjangan SIM/ STNK yang masuk disimpan dalam sebuah komputer biasa. Patut disayangkan tentunya, jika melihat teknologi jaringan komunikasi yang sudah serba on line atau bahkan mampu menjangkau semua bagian di wilayah permukaan bumi ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, perangkat yang digunakan dalam mobil bus SIM Keliling memang tidak berbeda dengan gedung kantor pengurusan SIM. Untuk perangkat utama ada beberapa unit komputer, kamera digital, perekam sidik jari (dermalog finger), tanda tangan digital, printer dan peralatan laminator. Selain itu didalam mobil ada juga snellen chart untuk tes kesehatan mata. Semua perangkat tersebut digunakan untuk proses input data hingga proses produksi SIM. Sedangkan perangkat pendukungnya terdiri dari satu unit generator 10 kva. Ditambah dengan mesin Air Conditioning dan sound system sebagai . Perangkat pendukung ini berada di bagian belakang mobil sebagai pendukung perangkat utama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meski sederhana, menurut Endah Susilowati, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam pelayanan SIM keliling tersebut. Perawatan rutin yang dilakukan cukup dengan mem-back up data yang masuk setiap harinya. Kalau pun ada kendala biasanya hanya perangkat komputer yang error. Memang benar, ketika Warta eGov mengecek informasi layanan info SIM Keliling melalui situs web lantas.metro.polri.go.id akhir Oktober lalu (31/10), tertera pengumuman bahwa layanan SIM Keliling khusus untuk wilayah Jakarta Selatan tidak dapat beroperasi karena komputer error. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, masyarakat nampaknya belum begitu terpengaruh dengan jenis teknologi dan berfungsi atau tidaknya komputer dalam bus SIM Keliling. Hal ini setidaknya terbukti dari peningkatan jumlah masyarakat yang mengurus perpanjangan dalam mobil SIM Keliling setiap harinya. Pada tahun 2007 misalnya, pengemudi mobil yang memperpanjang SIM A telah meningkat lebih dua kali lipat, yakni dari 60 SIM per hari pada 2006 menjadi sebanyak 158 SIM per hari pada 2007. Peningkatan lebih drastis mencapai tiga kali lipat juga terjadi pada perpanjangan SIM C, dimana pada tahun 2006 hanya 56 SIM baru yang dicetak setiap harinya. Tapi saat ini bisa mencapai 176 SIM yang diproduksi saban hari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wayan Sudane dan Divera Wicaksono&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:redaksi@wartaegov.com"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;redaksi@wartaegov.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-5333342604593710400?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/5333342604593710400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=5333342604593710400&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5333342604593710400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5333342604593710400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2008/04/dki-layanan-kantor-berjalan.html' title='DKI: Layanan Kantor Berjalan'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-35376265936831947</id><published>2008-03-27T03:21:00.000+07:00</published><updated>2008-03-27T03:23:28.193+07:00</updated><title type='text'>Rossa - Ayat-Ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;desir pasir di padang tandus&lt;br /&gt;segersang pemikiran hati&lt;br /&gt;terkisah ku di antara cinta yang rumit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bila keyakinanku datang&lt;br /&gt;kasih bukan sekadar cinta&lt;br /&gt;pengorbanan cinta yang agung&lt;br /&gt;ku pertaruhkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;reff:&lt;br /&gt;maafkan bila ku tak sempurna&lt;br /&gt;cinta ini tak mungkin ku cegah&lt;br /&gt;ayat-ayat cinta bercerita&lt;br /&gt;cintaku padamu&lt;br /&gt;bila bahagia mulai menyentuh&lt;br /&gt;seakan ku bisa hidup lebih lama&lt;br /&gt;namun harus ku tinggalkan cinta&lt;br /&gt;ketika ku bersujud&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bila keyakinanku datang&lt;br /&gt;kasih bukan sekedar cinta&lt;br /&gt;pengorbanan cinta yang agung&lt;br /&gt;ku pertaruhkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;repeat reff&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ketika ku bersujud &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-35376265936831947?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/35376265936831947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=35376265936831947&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/35376265936831947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/35376265936831947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2008/03/rossa-ayat-ayat-cinta.html' title='Rossa - Ayat-Ayat Cinta'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-665215214965185023</id><published>2008-01-22T10:40:00.000+07:00</published><updated>2008-01-22T10:59:40.046+07:00</updated><title type='text'>Butterfly - Melly Goeslaw feat. Andhika Pratama</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika waktu mendatangkan cinta&lt;br /&gt;Aku putuskan memilih dirimu&lt;br /&gt;Setitik rasa itu menetes&lt;br /&gt;Dan semakin parah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa ku rasa getar jantungmu&lt;br /&gt;Mencintaiku apa lagi aku&lt;br /&gt;Jadikanlah diriku&lt;br /&gt;Pilihan terakhir hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;Butterfly terbanglah tinggi&lt;br /&gt;Setinggi anganku untuk meraihmu&lt;br /&gt;Memeluk batinmu yang sempat kacau&lt;br /&gt;Karna merindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butterfly fly away so high&lt;br /&gt;As high as hopes I pray&lt;br /&gt;To come and reach for you&lt;br /&gt;Rescuing your soul&lt;br /&gt;that previous messed up touching me and you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan ini jauh&lt;br /&gt;Namun kita tempuh&lt;br /&gt;Bagai bumi ini&lt;br /&gt;Hanya milik berdua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar ku berlebihan&lt;br /&gt;Mendekatimu&lt;br /&gt;Namun ku tunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;repeat reff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-665215214965185023?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/665215214965185023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=665215214965185023&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/665215214965185023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/665215214965185023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2008/01/butterfly-melly-goeslaw-feat-andhika.html' title='Butterfly - Melly Goeslaw feat. Andhika Pratama'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-2291902994040227812</id><published>2008-01-08T12:53:00.000+07:00</published><updated>2008-01-08T13:04:42.247+07:00</updated><title type='text'>Letto - Sebelum Cahaya</title><content type='html'>ku teringat hati&lt;br /&gt;yang bertabur mimpi&lt;br /&gt;kemana kau pergi cinta&lt;br /&gt;perjalanan sunyi&lt;br /&gt;engkau tempuh sendiri&lt;br /&gt;kuatkanlah hati cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingatkan engkau kepada&lt;br /&gt;embun pagi bersahaja&lt;br /&gt;yang menemanimu sebelum cahaya&lt;br /&gt;ingatkan engkau kepada&lt;br /&gt;angin yang berhembus mesra&lt;br /&gt;yang kan membelaimu cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekuatan hati yang berpegang janji&lt;br /&gt;genggamlah tanganku cinta&lt;br /&gt;ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri&lt;br /&gt;temani hatimu cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingatkan engkau kepada&lt;br /&gt;embun pagi bersahaja&lt;br /&gt;yang menemanimu sebelum cahaya&lt;br /&gt;ingatkan engkau kepada&lt;br /&gt;angin yang berhembus mesra&lt;br /&gt;yang kan membelaimu cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku teringat hati&lt;br /&gt;yang bertabur mimpi&lt;br /&gt;kemana kau pergi cinta&lt;br /&gt;perjalanan sunyi&lt;br /&gt;engkau tempuh sendiri&lt;br /&gt;kuatkanlah hati cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingatkan engkau kepada&lt;br /&gt;embun pagi bersahaja&lt;br /&gt;yang menemanimu sebelum cahaya&lt;br /&gt;ingatkan engkau kepada&lt;br /&gt;angin yang berhembus mesra&lt;br /&gt;yang kan membelaimu cinta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-2291902994040227812?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/2291902994040227812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=2291902994040227812&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2291902994040227812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2291902994040227812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2008/01/letto-sebelum-cahaya.html' title='Letto - Sebelum Cahaya'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-8688446267497396001</id><published>2008-01-02T15:31:00.000+07:00</published><updated>2008-01-02T15:49:59.082+07:00</updated><title type='text'>100 Peringkat Pejabat Terkaya Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;" class="fullpost"  &gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;" class="fullpost"  &gt;Inilah daftar 100 pejabat pemerintahan terkaya versi Majalah Warta eGov. Siapa saja mereka, berikut tabelnya:&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt; &lt;table style="font-family: arial;" border="1" cellspacing="0" cols="5" frame="box" rules="groups"&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;/colgroup&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;col width="318"&gt;&lt;/colgroup&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;col width="331"&gt;&lt;/colgroup&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;col width="129"&gt;&lt;/colgroup&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;col width="86"&gt;&lt;/colgroup&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" height="17" width="35"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;No&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" width="318"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Nama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" width="331"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Jabatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdnum="1033;0;#,##0" bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" width="129"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Total&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" width="86"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;TBN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="1" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aburizal Bakrie&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="994349061983" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;994,349,061,983&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="2" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rudolf Mazvoka Pardede&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Sumatera Utara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="298740200000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;298,740,200,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="3" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fadel Muhammad&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Gorontalo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="149752933448" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;149,752,933,448&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="4" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Muhammad Jusuf Kalla&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wakil Presiden&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="134265037046" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;134,265,037,046&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="5" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fahmi Idris&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Perindustrian&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="85279605847" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;85,279,605,847&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="6" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Zulkifli Nurdin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Jambi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="58888946621" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;58,888,946,621&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="7" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rina Iriani S Ratnaningsih&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Karanganyar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="55945062244" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;55,945,062,244&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="8" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sukawi Sutarip&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Semarang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="39300213246" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;39,300,213,246&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="9" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meutia Farida Hatta Swasono&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="38459989300" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;38,459,989,300&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="10" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fauzi Bowo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur DKI Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="33801168988" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;33,801,168,988&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="11" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untung Sarono W Sukarno&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Sragen&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="33474528000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;33,474,528,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="12" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anwar Adnan Saleh&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Sulawesi Barat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="30287981975" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;30,287,981,975&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="13" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;13&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Begug Poernomosidi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Wonogiri&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="28780000000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;28,780,000,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="14" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;14&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ujang Iskandar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Kotawaringin Barat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="21789880000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;21,789,880,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="15" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;15&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sri Sultan Hamengkubuwono X&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur DI Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="20184763982" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;20,184,763,982&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="16" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;16&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I Wayan Geredeg&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Karangasem&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="19388721000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;19,388,721,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="17" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;17&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Herry Zudianto&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="18000964573" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;18,000,964,573&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2003" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2003&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="18" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;18&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ratu Atut Chosiyah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Banten&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="17810707822" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;17,810,707,822&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="19" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;19&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agung Laksono&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketua DPR&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="16418293000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;16,418,293,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="20" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;20&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Probo Yulastoro&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Cilacap&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="16082077852" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;16,082,077,852&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="21" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;21&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jero Wacik&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Kebudayaan dan Pariwisata&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="15561250000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;15,561,250,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="22" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;22&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mari Elka Pangestu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Perdagangan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="15142939762" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;15,142,939,762&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="23" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;23&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Monang Sitorus&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Samosir&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="14181360308" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;14,181,360,308&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="24" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;24&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Boediono&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Koordinator Perekonomian&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="14046878563" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;14,046,878,563&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="25" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;25&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Muhammad Yusuf Asy'ari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Negara Perumahan Rakyat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="13232400000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;13,232,400,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="26" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;26&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Adhyaksa Dault&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Negara Pemuda dan Olahraga&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="12578026320" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12,578,026,320&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="27" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;27&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bambang Sudibyo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Pendidikan Nasional&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="12489646528" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12,489,646,528&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="28" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;28&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agusrin Nadzamudin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Bengkulu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="12350448400" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12,350,448,400&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="29" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;29&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anwar Nasution&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketua BPK&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="11968769205" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;11,968,769,205&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="30" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;30&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masfuk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Lamongan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="11200711889" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;11,200,711,889&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="31" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;31&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sofyan Djalil&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="10857373418" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10,857,373,418&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2007" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2007&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="32" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;32&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Endang Setyaningdyah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Demak&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="10830604216" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10,830,604,216&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="33" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;33&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Syaukani HR&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Kutai Kartanegara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="10304683430" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10,304,683,430&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="34" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;34&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Putu Bagiada&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Buleleng&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="10212680000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10,212,680,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="35" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;35&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Andy Achmad Sampurna Jaya&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Lampung Tengah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="10076500000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10,076,500,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="36" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;36&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutrisno&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Pacitan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="10040249782" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10,040,249,782&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="37" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;37&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Joko Widodo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Surakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="9829421400" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;9,829,421,400&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="38" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;38&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hatta Rajasa&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Sekretaris Negara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="9727063000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;9,727,063,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="39" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;39&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agustin Teras Narang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Kalimantan Tengah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="9427930752" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;9,427,930,752&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="40" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;40&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;M Maftuh Basyuni&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Agama&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="8907602000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8,907,602,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="41" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;41&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;RM Luntungan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Minahasa Selatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="8810000000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8,810,000,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="42" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;42&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Zulkifli Anwar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Lampung Selatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="8481877000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8,481,877,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="43" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;43&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Basuki Tjahaja Purnama&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Belitung Timur&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="8365669968" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8,365,669,968&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="44" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;44&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rachman Djalili&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Prabumulih&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="8336041877" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8,336,041,877&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="45" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;45&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ongku P. Hasibuan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Tapanuli Selatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="8222024000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8,222,024,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="46" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;46&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abdullah Tuasikal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Maluku Tengah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="8180050712" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8,180,050,712&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="47" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;47&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sofyan Hasdam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Bontang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="7808866349" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7,808,866,349&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="48" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;48&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rudy Resnawan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Banjar Baru&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="7698218221" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7,698,218,221&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="49" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;49&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Purnomo Yusgiantoro&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="7623418134" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7,623,418,134&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="50" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;50&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abdillah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Medan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="7513608000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7,513,608,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="51" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;51&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aang Hamid Suganda&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Kuningan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="7437194454" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7,437,194,454&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="52" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;52&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sri Mulyani&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Keuangan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="7376539461" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7,376,539,461&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="53" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;53&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Paskah Suzetta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="6963214000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6,963,214,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="54" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;54&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Robbach Ma'sum&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Gresik&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="6756637188" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6,756,637,188&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="55" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;55&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Herman Abdullah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Pekan Baru&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="6677423789" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6,677,423,789&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="56" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;56&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Imam Utomo S&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Jawa Timur&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="6616092638" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6,616,092,638&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="57" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;57&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ferry Zulkarnain&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Bima&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="6542500000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6,542,500,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="58" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;58&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wahyudi K Anwar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Kotawaringin Timur&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="6525301577" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6,525,301,577&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="59" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;59&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ratna Ani Lestari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Banyuwangi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="6020500000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6,020,500,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2003" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2003&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="60" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;60&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Achmad Dimyati Natakusumah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Pandeglang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5966675000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,966,675,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="61" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;61&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tb. Aat Syafa'at&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Cilegon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5934956835" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,934,956,835&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="62" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;62&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jenderal (Pol) Sutanto&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kepala POLRI&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5931696900" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,931,696,900&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="63" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;63&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Zulfikar Achmad&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Bungo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5865101600" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,865,101,600&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2003" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2003&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="64" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;64&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Herry Noegroho&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Blitar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5860311778" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,860,311,778&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="65" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;65&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutrisno Hadi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Kota Tanjung Balai&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5820789178" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,820,789,178&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="66" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;66&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;T Azmun Jaafar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Pelelawan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5771604218" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,771,604,218&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="67" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;67&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rachmat Witoelar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Negara Lingkungan Hidup&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5758178340" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,758,178,340&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="68" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;68&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Juwono Sudarsono&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Pertahanan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5661800000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,661,800,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="69" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;69&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Vonnie A Panambunan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Minahasa Utara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5624673000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,624,673,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="70" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;70&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sjachrani Mataja&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Kota Baru&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5602530593" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,602,530,593&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="71" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;71&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Johannis Amping Situru&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Tana Toraja&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5523624794" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,523,624,794&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="72" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;72&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Erman Suparno&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5510185751" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,510,185,751&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="73" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;73&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Eddy Sukarma&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Barito Kuala&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5182799519" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,182,799,519&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2003" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2003&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="74" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;74&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Asrul Ja'far&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Kuantan Singingi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5163554747" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,163,554,747&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="75" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;75&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hassan Wirajuda&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Luar Negeri&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5101987654" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,101,987,654&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="76" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;76&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A Taufik Nuriman&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Serang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5082812047" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,082,812,047&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="77" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;77&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I Gede Winasa&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Jembrana&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5028942004" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,028,942,004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="78" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;78&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Machroes&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Pemalang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4900000000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,900,000,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="79" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;79&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Siti Fadilah Supari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4738300000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,738,300,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="80" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;80&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Toyo Santoso Dipo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Kulon Progo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4708227623" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,708,227,623&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="81" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;81&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Syamsul Arifin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Langkat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4700967590" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,700,967,590&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="82" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;82&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A Nawir&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Pinrang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4687018362" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,687,018,362&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="83" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;83&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ramlan Zas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Rokan Hulu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4677598722" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,677,598,722&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="84" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;84&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ali Umri&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Binjai&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4655402291" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,655,402,291&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="85" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;85&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Presiden&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4652069796" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,652,069,796&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="86" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;86&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Luthfi A Mutty&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Luwu Utara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4485532491" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,485,532,491&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="87" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;87&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Danny Setiawan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Jawa Barat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4432340226" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,432,340,226&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="88" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;88&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A Dadang Kafrawi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Jakarta Selatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4363306373" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,363,306,373&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="89" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;89&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kusmayanto Kadiman&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Negara Riset dan Teknologi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4356305465" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,356,305,465&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="90" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;90&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Obar Sobarna&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Bandung&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4253933912" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,253,933,912&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="91" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;91&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nurdin Basirun&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Karimun&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4152825332" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,152,825,332&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="92" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;92&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Medi Botutihe&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Gorontalo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4108761533" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,108,761,533&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="93" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;93&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saiful Rasyid&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Hulu Sungai Tengah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4079252902" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,079,252,902&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="94" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;94&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Djoko Kirmanto&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Pekerjaan Umum&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4047612786" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,047,612,786&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="95" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;95&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fajar Panjahitan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Jakarta Barat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="3929610559" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3,929,610,559&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="96" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;96&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Effendi Anas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Jakarta Utara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="3913579707" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3,913,579,707&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="97" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;97&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Syahrial Oesman&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Sumatera Selatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="3758042878" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3,758,042,878&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="98" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;98&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Basuki Widodo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Blora&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="3728535000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3,728,535,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="99" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;99&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ismeth Abdullah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Kepulauan Riau&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="3697058000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3,697,058,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="100" sdnum="1033;" align="center" height="26"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;100&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Indra Kusuma&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Brebes&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="3655085816" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3,655,085,816&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2003" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2003&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p  style="text-align: right;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Sumber: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Warta&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;eGov&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;www.wartaegov.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-8688446267497396001?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/8688446267497396001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=8688446267497396001&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8688446267497396001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8688446267497396001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2008/01/100-peringkat-pejabat-terkaya-indonesia.html' title='100 Peringkat Pejabat Terkaya Indonesia'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-1787923611284621506</id><published>2007-12-19T14:22:00.000+07:00</published><updated>2007-12-19T14:34:13.448+07:00</updated><title type='text'>Tak Kenal Maka Tak Sayang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Budi Kurniawan (27), pengawai negeri sipil yang bertanggung jawab menjadi pengelola website salah satu pemerintah daerah. Setelah kurang lebih setahun mengelola situs webnya, Budi merasa sedih karena web site yang dibuatnya jarang di datangi pengunjung (netter). Yang lebih mengherankan Budi, ketika ia memasukkan nama daerahnya dan mencari ke situs pencarian (search engine) www.google.co.id ternyata tidak ada alamat website-nya. “Sepertinya website pemda kami kurang terkenal di internet,” tandas Budi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Begitulah, gambaran kisah yang dihadapi Budi yang barangkali juga dialami oleh para pembuat/ pengelola website pemerintahan lainnya. Permasalahan yang kerap terjadi adalah situs web yang sudah dibuat ternyata tidak dikenal di internet. Metode paling mudah untuk mengeceknya adalah dengan memasukkan kata kunci “nama daerah” atau “nama lembaga” ke dalam search engine popular seperti www.google.co.id, www.yahoo.co.id, www.altavista dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan hal ini sering tidak diprioritaskan oleh para pembuat situs-situs pemerintah. Kebanyakan hanya mengutamakan desain dan content. Padahal desain yang bagus tidak berarti apa-apa kalau susah ditemukan oleh user ketika di-search di google. Karena belum tentu semua orang mengetahui situs Anda, padahal mereka ingin mencari informasi di pemerintah daerah Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal yang harus dilakukan adalah dengan mengoptimalkan keyword-nya. Bila Anda bingung dengan bahasa pemprogramannya, sebaiknya Anda minta bantuan web programmer karena semua keyword dan perintah lainnya harus dimasukan dalam bahasa pemprogramannya. Jadi Anda tinggal mengatur strategi dan keyword maupun frase lainnya. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Title Tag (Judul halaman web)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Judul halaman ini akan muncul di status browser anda. Title ini adanya di script seperti HTML (Hyper Text Markup Language). Judul halaman ini harus dibuat semenarik mungkin sesuai dengan keyword situs pemda Anda. Sesuaikan juga dengan solusi yang diberikan oleh website tersebut. Hindari judul seperti 'selamat datang di situs....' karena kurang memberikan penekanan pada situs Anda. Tetapi sebaiknya langsung mengarah untuk positioning web site Anda. Judul halaman bantenprov.go.id misalnya, langsung menekankan sebagai gerbang investasi indonesia yaitu 'BANTEN ::: Gerbang Investasi Infonesia.' Dengan kata lain, Anda sebaiknya langsung menawarkan solusi yang diberikan oleh pemda di judul web tersebut. Hal ini sekaligus akan menjadi daya tarik untuk memasarkan situs Anda sehingga google mudah mengenalinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Description Meta Tag (Uraian dari halaman web)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Uraian halaman web ini tidak jauh berbeda dengan judul halaman. Namun lebih panjang saja dan akan muncul sebagai penjelasan situs Anda. Buatlah deskripsi sesuai dengan kelebihan yang dimiliki pemda. Atau langsung saja menjelaskan kelebihan-kelebihan daerah dan daya tarik yang menjadi prioritas pembangunan daerah. Dengan demikian deskripsi ini sebagai penjelas dan akan memberikan citra positif kepada lembaga Anda. Uraian ini akan muncul dihasil pencarian sehingga orang pun tertarik dan paham akan keberadaan situs Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Keyword Meta Tag&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keyword ini merupakan uraian dari frase yang berkaitan dengan situs pemda Anda. Atau frase yang Anda inginkan sebagai keyword agar memudahkan pencarian. Namun keyword meta tag ini tidak begitu penting, artinya tanpa menuliskannya pun google mampu mencari situs Anda. Tetapi tidak ada salahnya bila Anda juga menggunakannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Heading&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Heading merupakan judul dari suatu paragraf atau subbab. Heading ini digunakan untuk memudahkan google mengenali situs Anda. Dalam heading ini sebaiknya Anda masukan kata yang mengandung keyword ataupun frase yang mewakili situs pemda Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Body Text&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Body text ini terdapat pada halaman-halaman web Anda. Sebaiknya Anda juga selalu mencantumkan frase-frase yang berkaitan dengan situs web Anda. Begitu juga dengan gambar sebaiknya menggunakan keterangan atau alt tag yang merujuk ke situs Anda. Dengan demikian search engine mudah menemukan situs Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain ketentuan tersebut tentu masih dipengaruhi oleh banyaknya orang yang masuk ke web Anda setelah mereka mengklik hasil pencarian. Menurut Bob Julius Onggo, Pakar Marketing Online, content yang update sangat mendukung untuk optimalisasi situs di search engine. Apabila isi yang ditawarkan menarik tidak menutup kemungkinan orang tersebut akan kembali mengklik situs Anda untuk mendapat informasinya. Begitu juga dengan banyaknya suatu lembaga yang memasang link situs Anda. “Hal ini akan mendongkrak ranking situs Anda di google. “ jelasnya pada seminar Google is My Salesman di Jakarta pada beberapa waktu (22/6) lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari beberapa hal tersebut banyak juga yang melakukan kesalahan-kesalahan sehingga google tidak menampilkan situs Anda. Beberapa diantaranya seperti keyword yang tidak tepat, terlalu banyak keyword dalam meta tag. Bagi situs yang menggunakan frames, tidak menggunakan tag no frames. Pada dasarnya situs pencari tidak mengenal frames. Sehingga disarankan agar Anda tidak membangun situs yang menggunakan frames. Disamping itu, jangan hanya menampilkan keindahan semata dengan menggunakan flash seluruhnya di halaman depan. Karena situs pencari tidak dapat membaca gambar yang cantik. Mesin situs pencari hanya dapat membaca teks yang ada di halaman web. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right; font-family: arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber: www.wartaegov.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-1787923611284621506?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/1787923611284621506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=1787923611284621506&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/1787923611284621506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/1787923611284621506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/12/tak-kenal-maka-tak-sayang.html' title='Tak Kenal Maka Tak Sayang'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-1420362200407960378</id><published>2007-12-19T09:04:00.000+07:00</published><updated>2007-12-19T09:18:45.054+07:00</updated><title type='text'>Pemerintah Kota Bekasi: Hemat Rp300 Juta Berkat IP Telephony</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;" class="fullpost"&gt;Berkat infrastruktur jaringan kabel fiber optic jalur komunikasi Internet Protocol Phone, pemerintah kota Bekasi berhasil melakukan efisiensi biaya komunikasi mencapai Rp 300 juta di tahun 2006 lalu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;SEMUA orang rasanya pernah mendengar nama kota Bekasi. Posisi strategis kota Bekasi yang bersebelahan dengan ibukota negara DKI Jakarta, membuat kota seluas 210,49 kilometer persegi ini cukup dikenal dimana-mana. Sebagai wilayah yang berbatasan dengan kota Jakarta, wajar bila kondisi ekonomi kota Bekasi pun tergolong maju. Salah satu sektor unggulan yang dikedepankan oleh pemerintah kota (pemkot) Bekasi kawasan industri baik yang berskala lokal maupun internasional. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Tapi tak hanya bidang perindustrian saja kota Bekasi terbilang maju. Dalam penyelenggaraan pemerintahan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (e-government), kota Bekasi pun tak mau kalah. Pembangunan e-government dilakukan secara bertahap, mulai dari yang sederhana seperti pengadaan hardware (perangkat keras), software (piranti lunak) maupun pengembangan sumber daya manusia (SDM). Itu saja? Tentu tidak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Satu hal yang cukup menarik adalah upaya pemkot Bekasi dalam mengembangkan jaringan komunikasi. Sekadar informasi, saat ini antar kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-kota Bekasi telah terhubung jaringan komunikasi menggunakan teknologi Internet Protocol Phone (IP-Phone). “Berkat IP-Phone kini semua SKPD se-kota Bekasi bisa menghemat biaya komunikasi (pulsa telepon) sampai Rp 300 juta setiap tahun,” jelas Nandi Surjakandi, Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Kota Bekasi. Jumlah yang tak sedikit bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Sebelumnya, menurut Nandi, dari 17 kantor SKPD se-kota Bekasi menggunakan sistem komunikasi melalui jalur telepon konvensional biasa. Model komunikasi itu jelas membutuhkan biaya pulsa telepon tentunya. Namun berkat jalur komunikasi IP-Phone, kini praktis tidak ada lagi biaya pembelian pulsa komunikasi telepon. Semua jaringan komunikasi antar SKPD berlangsung diatas jaringan infrastruktur komunikasi fiber optic yang sebelumnya telah dibangun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Ya, di tahap awal, pemkot Bekasi telah membangun jaringan komunikasi infrastruktur melalui kabel fiber optic secara bertahap. Pembangunan pertama dimulai sejak 2004 yang bertujuan untuk menghubungkan dua kawasan perkantoran pemerintah yang berbeda, yakni yang berada di jalan Juanda maupun jalan Margahayu kota Bekasi. Sedangkan pembangunan berikutnya pada tahun 2005, dimana  targetnya adalah semua SKPD sudah tersambung. Sampai saat ini, total kabel fiber optic yang sudah terbentang mencapai 10.164 meter. “Jaringan kabel fiber optic ini yang kemudian menjadi tulang punggung integrasi seluruh data, sambungan internet dan juga jaringan komunikasi IP-Phone di lingkup SKPD se-kota Bekasi,” jelas Nandi.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Khusus untuk komunikasi IP-Phone, tambah Nandi, perangkat telepon yang digunakan memang khusus yang bisa beroperasi melalui teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP). Melalui perangkat telepon VoIP tersebut, malahan juga mampu menggantikan penggunaan perangkat telepon berbasis PABX (Private Automatic Branch Exchange) dari telepon konvensional (Telkom) yang lama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Selanjutnya dengan nilai pembelanjaan sekitar Rp 300 juta, maka dibelilah 31 unit pesawat telepon VoIP yang kemudian didistribusikan ke beberapa kantor SKPD. “Tak disangka dalam waktu setahun sudah break event point karena ternyata mampu menghemat biaya komunikasi sampai Rp 300 juta,” tegas Nandi. Bahkan dalam hal kualitas suara telepon, seperti diceritakan Nandi, banyak pegawai pemkot Bekasi yang merasakan kalau suara IP-Phone mampu sejernih suara telepon konvensional. Hampir tidak ada bedanya sama sekali, tandas Nandi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Wajar bila kemudian pemkot Bekasi menargetkan untuk menambah sekitar 41 unit telepon VoIP lagi untuk manjangkau kantor SKPD yang belum memiliki IP-Phone atau menambah dari yang telah ada. Di 2007 ini, Badan Informasi dan Komunikasi pemkot Bekasi juga menargetkan untuk mengembangkan jaringan komunikasi menggunakan media wireless untuk menjangkau 12 wilayah kecamatan se-kota Bekasi. Teknologi komunikasi wireless sengaja dipilih karena dianggap mampu menjangkau daerah yang jauh dengan biaya lebih murah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Tak jauh beda dengan daerah lain, dalam mengembangkan e-government pastinya juga menjumpai beberapa kendala. Khusus pengembangan jaringan komunikasi pemkot Bekasi, kendala yang ditemui justru yang bersifat non teknologi seperti faktor pemahaman TIK para pegawai pemerintah di setiap kantor SKPD atau kurangnya keinginan untuk saling mengintegrasikan data antar kantor SKPD. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Selain tersedianya  jaringan komunikasi yang efisien, pemkot Bekasi juga telah mengembangkan situs web resmi www.kotabekasi.go.id. Khusus untuk menunjang kinerja pemerintahan baik untuk kalangan internal maupun eksternal juga telah dikembangkan sistem informasi manajemen berbentuk client-server maupun web-base seperti Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIMDA) dan juga Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Satu Atap (SIMTAP). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Wayan Sudane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;wayan@wartaegov.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.wartaegov.com"&gt;www.wartaegov.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-1420362200407960378?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/1420362200407960378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=1420362200407960378&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/1420362200407960378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/1420362200407960378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/12/pemerintah-kota-bekasi-hemat-rp300-juta.html' title='Pemerintah Kota Bekasi: Hemat Rp300 Juta Berkat IP Telephony'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-8274857017051976816</id><published>2007-11-16T23:46:00.000+07:00</published><updated>2007-11-16T23:50:07.976+07:00</updated><title type='text'>Presiden: Terus Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda</title><content type='html'>&lt;span style="color:red;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt; | Jurnal Nasional | Senin, 29 Okt 2007&lt;div class="fontonwhite" align="justify"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; PRESIDEN&lt;/span&gt; Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan agar semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 terus dihidupkan. "Mari kita hidupkan kembali Sumpah Pemuda agar pemuda dan Bangsa Indonesia unggul, menang dalam era globalisasi menuju masa depan yang sejahtera lahir dan batin," ujar Presiden SBY saat mencanangkan Gerakan Nasional Jantung Sehat Remaja, di &lt;em&gt;Tennis Indoor&lt;/em&gt; Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin (28/10).  &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Presiden juga mengingatkan bahwa 79 tahun lalu, tepatnya 28 Oktober 1928, bangsa Indonesia melalui pemuda telah berikrar, bertekad untuk menjadi bangsa yang satu yaitu Bangsa Indonesia, bertanah air satu, tanah air Indonesia, dan berbahasa satu, bahasa Indonesia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dalam acara yang dihadiri ribuan remaja jantung sehat itu, Presiden SBY mengajukan empat pertanyaan kepada pemuda Indonesia yang hadir di acara tersebut. "Apakah kalian bangga menjadi pemuda dan remaja indonesia? Apakah kalian ingin menjadi genrasi muda yang maju? Apakah kalian ingin berhasil dalam pendidikan? Apakah kalian ingin menjadi pemuda dan pemudi yang tidak kalah dengan bangsa lain?" tanya Presiden. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Secara terpisah, sejumlah pentolan aktivis pemuda mengeluarkan Maklumat terkait dengan peringatan Sumpah Pemuda. Dalam maklumatnya, para aktivis gerakan itu memandang perlu dibangun politik persatuan pemuda, percepatan alih generasi kepemimpinan politik untuk pemuda, lawan neo-liberalisme dan feodalisme untuk keadilan sosial bangsa. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Maklumat yang dinyatakan Herry Ariyanto Azzumi (Ketua Umum PB PMII), Goklas Nababan (Ketua PP GMKI), Wayan Sudane (Ketua KMHDI), Eko Nugroho Raharjo (Ketua PP Hikmah Budhi, Fajar Zulkarnaen (Ketua PB HMI) Dedy Rachmadi (Ketua Presidium GMNI), Tommy Jematu (Ketua Presidium PP PMKRI) dan Amiruddin (Ketua DPP IMM) itu menegaskan, pentingnya pemuda Indonesia mewarisi api Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Herry Ariyanto Azzumi mengatakan, maklumat itu menyatakan bahwa sumpah pemuda itu menjadi prinsip pokok perjuangan ke arah pembentukan negara bangsa. Garis politik persatuan yang tercermin dari sumpah pada hakikatnya adalah sebuah kesadaran bersama atas situasi tata kehidupan berwatak kapitalistik serta belitan feodalisme yang menghambat kemajuan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Saat ini, sumpah pemuda makin menemukan relevansinya. Belum hilangnya struktur penghisapan kapitalisme yang hadir dalam setiap agenda-agenda pembangunan bercorak neoliberal, pembatasan peran negara dalam mengatur sistem investasi, eksploitasi sumberdaya alam serta pengadaan barang dan jasa publik oleh korporasi global, terbukti menyebabkan ketimpangan struktur sosial di mana jurang kaum melarat dengan kaum berpunya semakin lebar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Negara yang seharusnya menjadi pelindung segenap tumpah darah rakyatnya, lemah tak berdaya menghadapi desakan-desakan agenda global.&lt;br /&gt;Situasi di atas diperparah dengan lemahnya kepemimpinan politik saat ini. Lambannya alih generasi dalam kepemimpinan, lahir dari tata hubungan sosial bercorak feodalistik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; "Keengganan memberikan kesempatan serta tidak sepenuh hatinya para generasi terdahulu dalam mendorong akselerasi berkembangnya tunas-tunas bangsa adalah bagian dari ekspresi feodalisme saat ini. Keterlibatan pemuda dalam pengambilan keputusan strategis dalam konteks arah perubahan bangsa masih dalam posisi pinggiran alias pelengkap sekaligus pemanis dari proses yang berdampak panjang itu," tegasnya kepada &lt;em&gt;Jurnal Nasional &lt;/em&gt;kemarin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Menurut Herry, situasi inilah yang sejalan dengan fase sumpah pemuda 1928 ketika tata kehidupan bercorak neoliberal yang penuh penghisapan dari luar serta feodalisme akut dari dalam, masih menjadi hambatan besar bagi kemajuan bangsa. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; "Berangkat dari sutiasi objektif di atas, maka kami para pemuda Indonesia menyampaikan makloemat. Kami bertekad untuk membangun semangat baru, semangat politik persatuan, mempercepat alih kepemimpinan, kepemimpinan ditangan pemuda dan meretas struktur sosial baru, struktur sosial anti neoliberalisme dan feodalisme," tegas Herry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; M. Yamin Panca Setia&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-8274857017051976816?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/8274857017051976816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=8274857017051976816&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8274857017051976816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8274857017051976816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/11/presiden-terus-hidupkan-semangat-sumpah.html' title='Presiden: Terus Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-6538932466673411142</id><published>2007-10-05T20:29:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:12.232+07:00</updated><title type='text'>Lensa Bali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RwY9PzGEExI/AAAAAAAAAHE/MxCB2d-N-ow/s1600-h/Bali+Indonesia.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RwY9PzGEExI/AAAAAAAAAHE/MxCB2d-N-ow/s400/Bali+Indonesia.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117845368176120594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-6538932466673411142?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/6538932466673411142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=6538932466673411142&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/6538932466673411142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/6538932466673411142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/10/lensa-bali.html' title='Lensa Bali'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RwY9PzGEExI/AAAAAAAAAHE/MxCB2d-N-ow/s72-c/Bali+Indonesia.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-702030766412023115</id><published>2007-09-21T17:23:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:12.725+07:00</updated><title type='text'>Berlintas di Kukar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RvaPDwnYwkI/AAAAAAAAAG8/9CyjbC19o3A/s1600-h/IMG_0105.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RvaPDwnYwkI/AAAAAAAAAG8/9CyjbC19o3A/s400/IMG_0105.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113431721678258754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jembatan Kutai Kartanegara di Tenggarong, Kaltim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RvaONQnYwjI/AAAAAAAAAG0/wLsU_cW7H7Q/s1600-h/IMG_0093.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RvaONQnYwjI/AAAAAAAAAG0/wLsU_cW7H7Q/s400/IMG_0093.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113430785375388210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Patung Lembu Swana di Pulau Kumala, Kutai Kartanegara, Kaltim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-702030766412023115?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/702030766412023115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=702030766412023115&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/702030766412023115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/702030766412023115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/09/berlintas-di-kukar.html' title='Berlintas di Kukar'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RvaPDwnYwkI/AAAAAAAAAG8/9CyjbC19o3A/s72-c/IMG_0105.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-5415594794524861086</id><published>2007-08-24T10:31:00.000+07:00</published><updated>2007-08-24T10:36:00.629+07:00</updated><title type='text'>Belanda Didesak Akui Proklamasi 17 Agustus 1945</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;Jakarta, Kompas (16/8)&lt;/strong&gt; - Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI mendesak Pemerintah Belanda untuk mengakui Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Hingga kini, Belanda hanya mengakui kemerdekaan RI sebagai pendirian Republik Indonesia Serikat pada 27 Desember 1949. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;Desakan tersebut disampaikan PPKI di Jakarta, Rabu (15/8). PPKI terdiri atas sembilan organisasi pelajar dan mahasiswa, seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia, dan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;Selain itu, ada Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, Ikatan Remaja Muhammadiyah, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Ketua Presidium GMNI Deddy Rachmadi mengatakan pengakuan Belanda atas Proklamasi Kemerdekaan RI itu penting untuk memutus rangkaian gerakan separatis yang terkait dengan negara bagian yang ada saat itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Minta maaf&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;Selain pengakuan atas Proklamasi Kemerdekaan RI, para mahasiswa dan pelajar tersebut juga menuntut Belanda meminta maaf atas tindakannya menjajah Indonesia dan mengeruk segala sumber daya yang ada saat itu. Ketua Umum PMII Hery Haryanto Azumi menilai Pemerintah Indonesia sendiri tidak pernah secara serius menuntut Belanda meminta maaf. Keengganan dan ketidaktegasan pemerintah ini menunjukkan rendahnya nasionalisme para penyelenggara negara.&lt;br /&gt;Ketua Umum GMKI Goklas Nababan menambahkan, belum adanya pengakuan dari Belanda menunjukkan Belanda belum secara ikhlas mengakui kemerdekaan Indonesia. (MZW)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-5415594794524861086?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/5415594794524861086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=5415594794524861086&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5415594794524861086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5415594794524861086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/08/belanda-didesak-akui-proklamasi-17.html' title='Belanda Didesak Akui Proklamasi 17 Agustus 1945'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-7643255470538789585</id><published>2007-08-07T15:19:00.000+07:00</published><updated>2007-08-07T15:21:25.208+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Raya (Peraturan Pemerintah No.44 Tahun 1958)</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0.5cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku.&lt;br /&gt;Disanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku.&lt;br /&gt;Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku.&lt;br /&gt;Marilah kita berseru "Indonesia bersatu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Hiduplah  tanahku, Hiduplah negriku, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;  &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Bangsaku,  Rakyatku, semuanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;  &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Bangunlah  jiwanya, Bangunlah badannya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;dd style="margin-bottom: 0.5cm;"&gt;  &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Untuk  Indonesia Raya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt; &lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Refrein:&lt;/b&gt; Indonesia Raya,&lt;br /&gt;Merdeka, Merdeka&lt;br /&gt;Tanahku, negriku yang kucinta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Indonesia  Raya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;  &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Merdeka,  Merdeka &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;dd style="margin-bottom: 0.5cm;"&gt;  &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Hiduplah  Indonesia Raya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Indonesia Raya,&lt;br /&gt;Merdeka, Merdeka&lt;br /&gt;Tanahku, negriku yang kucinta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Indonesia  Raya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;  &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Merdeka,  Merdeka &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;dd style="margin-bottom: 0.5cm;"&gt;  &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Hiduplah  Indonesia Raya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-7643255470538789585?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/7643255470538789585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=7643255470538789585&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/7643255470538789585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/7643255470538789585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/08/indonesia-raya-peraturan-pemerintah.html' title='Indonesia Raya (Peraturan Pemerintah No.44 Tahun 1958)'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-888571034403559209</id><published>2007-08-07T15:14:00.000+07:00</published><updated>2007-08-07T15:19:06.184+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Raya 3 Stanza</title><content type='html'>&lt;pre&gt; Indonesia Tanah Airkoe&lt;br /&gt;Tanah Toempah Darahkoe&lt;br /&gt;Disanalah Akoe Berdiri&lt;br /&gt;Djadi Pandoe Iboekoe&lt;/pre&gt; &lt;pre&gt; Indonesia Kebangsaankoe&lt;br /&gt;Bangsa dan Tanah Airkoe&lt;br /&gt;Marilah Kita Berseroe&lt;br /&gt;Indonesia Bersatoe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidoeplah Tanahkoe&lt;br /&gt;Hidoeplah Negrikoe&lt;br /&gt;Bangsakoe Ra'jatkoe Semw'wanja&lt;br /&gt;Bangoenlah Jiwanja&lt;br /&gt;Bangoenlah Badannja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Indonesia Raya Merdeka Merdeka&lt;br /&gt;Tanahkoe Negrikoe jang Koetjinta&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka&lt;br /&gt;Hidoeplah Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Tanah jang Moelia&lt;br /&gt;Tanah Kita jang Kaja&lt;br /&gt;Di Sanalah Akoe Berdiri&lt;br /&gt;Oentoek Slama-lamanja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Poesaka&lt;br /&gt;Poesaka Kita Semoeanja&lt;br /&gt;Marilah Kita Mendo'a&lt;br /&gt;Indonesia Bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeboerlah Tanahnja&lt;br /&gt;Soeboerlah Djiwanja&lt;br /&gt;Bangsanja Ra'jatnja Sem'wanja&lt;br /&gt;Sadarlah Hatinja&lt;br /&gt;Sadarlah Boedinja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Jang Soetji&lt;br /&gt;Tanah Kita Jang Sakti&lt;br /&gt;Di Sanalah Akoe Berdiri&lt;br /&gt;'Njaga Iboe Sedjati&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Berseri&lt;br /&gt;Tanah Jang Akoe Sajangi&lt;br /&gt;Marilah Kita Berdjandji&lt;br /&gt;Indonesia Abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamatlah Ra'jatnja&lt;br /&gt;Slamatlah Poetranja&lt;br /&gt;Poelaoenja, Laoetnja, Sem'wanja&lt;br /&gt;Madjoelah Negrinja&lt;br /&gt;Madjoelah Pandoenja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja  &lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-888571034403559209?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/888571034403559209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=888571034403559209&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/888571034403559209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/888571034403559209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/08/indonesia-raya-3-stanza.html' title='Indonesia Raya 3 Stanza'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-3032353197345868394</id><published>2007-07-24T11:10:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:12.973+07:00</updated><title type='text'>Dari karikaturnya, berpolitik.com</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RqV85fcO9dI/AAAAAAAAAGU/P7eDiNS0GoQ/s1600-h/gambar_21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 289px; height: 288px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RqV85fcO9dI/AAAAAAAAAGU/P7eDiNS0GoQ/s400/gambar_21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090612280946521554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pilot:&lt;/b&gt; "Pak, saya cuma numpang lewat. Gak bakalan mampir kok"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gatot:&lt;/b&gt; "KAGAK BISA!! ayo puter balik!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;=============================&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;Jadi inget kisah per-wayangan di Indonesia...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-3032353197345868394?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/3032353197345868394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=3032353197345868394&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3032353197345868394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3032353197345868394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/07/dari-karikaturnya-berpolitikcom.html' title='Dari karikaturnya, berpolitik.com'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RqV85fcO9dI/AAAAAAAAAGU/P7eDiNS0GoQ/s72-c/gambar_21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-5201985954170167795</id><published>2007-07-24T09:12:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:13.213+07:00</updated><title type='text'>HARUSKAH SEORANG EKSEKUTIF PERUSAHAAN NGE-BLOGGING?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RqVg8_cO9cI/AAAAAAAAAGM/UtaPFjybm7E/s1600-h/bob005pasfoto.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 127px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RqVg8_cO9cI/AAAAAAAAAGM/UtaPFjybm7E/s400/bob005pasfoto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090581554750485954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Oleh : &lt;b&gt;Bob Julius Onggo&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;(www.bjoconsulting.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan&lt;/span&gt; di atas adalah salah satu pertanyaan yang        sering ditanyakan dan didiskusikan. Lihat saja bagaimana        pertanyaan ini muncul dalam diskusi panas di surat kabar        New York Times di hari Minggu akhir Juli 2006 khususnya        di seksi digital domain. Diskusi tersebut adalah        lanjutan dari Konferensi yang bertema “CEO Blogging”        yang diadakan di bulan Mei 2005, di New York.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;       &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Betul        memang tidak sedikit, umumnya CEO pada gaptek tetapi ada        juga yang tidak gaptek. Ada CEO yang “&lt;i&gt;extrovert&lt;/i&gt;”        ada juga yang “&lt;i&gt;introvert&lt;/i&gt;”. Ada juga CEO yang suka        “nyambi” di luar ; ada juga yang tidak mau karena sudah        terlalu kelimpahan secara financial. Dan biasanya CEO        yang suka “nyambi” adalah CEO yang berasal dari lini        pekerja professional dan bertujuan untuk mengorbitkan        nama maupun produk serta organisasi di mana mereka        bekerja sebagai “white collar” agar identik ganda        melekat antara dirinya dan perusahaannya ; Sedangkan CEO        yang tidak “nyambi” adalah karena mereka menjadi besar        lewat bisnisnya yang sukses dan “kelimpahan”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;       &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Pro,        kontra dan diam menyelimuti perdebatan ini mengingat        tidak sedikit CEO telah melakukan blogging seperti CEO        Boeing atau Sun Microsystem maupun CEO Apple, namun        kenyataannya, mulai dari sutradara kondang, Steven        Spielberg hingga CEO Microsoft, Steven Ballmer atau        Chairman sekelas Bill Gates tidak blogging (baca: &lt;i&gt;       atau mungkin belum)&lt;/i&gt;, sedangkan ironisnya di tubuh        Microsoft terdapat lebih dari 3000 eksekutifnya yang        sudah melakukan aktivitas &lt;i&gt;blogging&lt;/i&gt;. Dan memang        kenyataannya sekarang. Jumlah CEO yang belum atau tidak        melakukan blogging dari 500 perusahaan favorit versi        majalah Fortune lebih banyak dari pada yang sudah masuk        ke blogosphere. Mengapa?&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;      Randall Stross, adalah orang yang sengaja memulai        perdebatan lewat topic di atas, namun dia pun tidak        mendetail dalam penjelasannya seputar alasan blogging        meme. Akan tetapi dia memperjelas mengapa aktivitas        blogging dapat memberikan manfaat publisitas bagi para        eksekutif sambil mengutip kesuksesan publisitas yang        diperoleh CEO SUN, Schwartz hingga julukan seputar &lt;i&gt;       CEO blogging&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;       &lt;span style="color:black;"&gt;CEO YG        TIDAK SETUJU NGE-BLOGGING&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Para eksekutif        puncak pada dasarnya cenderung untuk menghindari        aktivitas yang dianggap secara umum beresiko tinggi        seperti : Sky diving, panjat tebing, balapan motor, dan        beberapa dari mereka menganggapnya aktivitas blogging        itu beresiko seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada konferensi        “CEO Blogging” di bulan Mei tersebut disinyalir        alasannya ada yang bersifat teknis karena adanya        peraturan korporat atau keengganan yang bersifat psikis        maupun privasi serta alasan sudah sangat puas secara        financial dan sudah ingin pensiun dini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alasan teknis        adalah menyusul adanya peraturan SEC (&lt;i&gt;Securities and        Exchange Commission&lt;/i&gt;) di bulan Agustus 2000, yang        menyatakan bahwa perusahaan yang membeberkan informasi        non public kepada lembaga manapun, maka perusahaan        tersebut juga harus membeberkan informasi non public        tersebut kepada public secara umum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kelihatannya masuk        akal, tidak mungkin para petinggi perusahaan mau        mentransfer informasi kepada khalayak ramai. Eksekutif        puncak perusahaan mana yang mau membahayakan posisi        mereka yang bergaji tinggi serta kompensasi yang glamour        hanya ditukar dengan cuap-cuap lewat blog?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Disamping        keribetan yang mereka harus jalani karena masalah &lt;i&gt;       corporate commentary &lt;/i&gt;yang harus mengalir lewat        proses audit. Dicek oleh departemen PR dan disetujui        oleh departemen legal agar konsistensi dengan &lt;i&gt;       corporate image &lt;/i&gt;dapat dipertahankan dan dijamin        tidak menyimpang lewat &lt;i&gt;corporate voice&lt;/i&gt; selama ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagi mereka yang        masuk ke dunia blogosphere namun tidak memiliki komitmen        pun perlu dipertimbangkan seperti yang dilakukan oleh        salah satu dari 500 perusahaan favorit versi Majalah        Fortune selain perusahaan di sector teknologi, seperti        John P. Mackey dari &lt;span class="bold1"&gt;       &lt;a title="Whole Foods Market" style="color: black; text-decoration: underline;" href="http://www.nytimes.com/redirect/marketwatch/redirect.ctx?MW=http://custom.marketwatch.com/custom/nyt-com/html-companyprofile.asp&amp;symb=WFMI"&gt;       &lt;span style="color: rgb(0, 66, 118); text-decoration: none;"&gt;       Whole Foods Market&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;Bayangkan bagaimana        orang tidak melecehkan karena selama 10 bulan dia masuk        ke dunia blog, hanya memiliki 6 &lt;i&gt;posting, &lt;/i&gt;dan itu        juga hanya&lt;i&gt; &lt;/i&gt;berupa hasil wawancara maupun pidato        yang di-upload hanya sekali dalam dua bulan. Bukankah        ini suatu hal yang tanggung untuk dilakukan? Halnya sama        membangun milis atau ezine namun tidak “dirawat”        akhirnya mati suri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;CEO YG SETUJU        NGE-BLOGGING&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Lain        CEO lain pula gaya dan pendapatnya. CEO SUN, Jonathan        Schwartz, tidak setuju kalau aktivitas blogging        disamakan seperti aktivitas olahraga yang berbahaya        seperti ditulis di atas. “&lt;i&gt;If You Want to Lead, Blog&lt;/i&gt;!,”        demikian kata Schwartz, yang dipublikasikan di Harvard        Business Review tahun lalu. Bagi Schwartz, “memiliki        blog bukanlah masalah pilihan, sama seperti memiliki        email”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="DE" style="color:black;"&gt;       Schwartz merasakan banyaknya hal positif yang dia amati        dalam bisnis korporatnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;       “Pekerjaan No. 1 saya adalah menjadi komunikator,”        tuturnya, “Saya tidak mengerti mengapa seorang CEO tidak        melakukan blog jika katanya &lt;i&gt;committed &lt;/i&gt;untuk        berkomunikasi secara transparan dan terbuka.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;       &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;       Anggaplah seandainya para petinggi puncak siap agar        menjadi panutan dan pemikiran mereka yang bijak mudah        diteladani dan serta merta dapat diakses seperti halnya        Schwartz, media blog menyediakan sarana yang sangat        sangat efisien untuk mempublikasikannya, demikian yang        dialami oleh Schwartz, lewat blognya dia mudah dijangkau        oleh para pemegang saham (&lt;i&gt;shareholders&lt;/i&gt;), para        pengembang perangkat lunak dan semua klien maupun calon        pelanggannya. Lewat &lt;i&gt;posting&lt;/i&gt;-nya, maka semuanya        dapat dikumpulkan jadi satu dan terciptalah suatu &lt;i&gt;       perceived trust&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;       Debbie Weil misalnya, seorang konsultan blog, berupaya        meyakinkan para eksekutif yang bimbang apakah harus        blogging atau tidak, dia mengatakan bahwa lewat blogging,        mereka akan menghemat waktu dalam waktu yang mereka        gunakan untuk berkomunikasi lewat ratusan email setiap        harinya. “sebaliknya daripada harus selalu &lt;i&gt;one-to-one&lt;/i&gt;,        mengapa tidak juga bangun komunikasi &lt;i&gt;one-to-many&lt;/i&gt;        lewat media blog?”, demikian kilahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;       Sebenarnya kalau ada CEO yang sungkan atau ragu-ragu        untuk melakukan posting lewat media blog, tanyakan        kenapa? Tetapi pun tidak ada salahnya melihat 5 kiat        praktis untuk memotivasi mereka di       &lt;a href="http://bjoconsulting.blogs.com/bjo/ceo_blogging/index.html"&gt;       URL ini&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color:black;"&gt;       Jangan  terlalu cemas dengan terlalu sedikit atau banyak       &lt;i&gt;posting&lt;/i&gt; seputar informasi dan kebijakan        perusahaan, &lt;i&gt;corporate image &lt;/i&gt;dan embel-embel serta        emblem korporat lainnya, yang penting konsistensinya dan        kejujurannya. Toh lihat saja sekarang ini banyak para        eksekutif biasa maupun petinggi perusahaan yang sedang        main golf, tidak takut, sungkan atau segan-segan        menggunakan topi atau kaus dengan logo perusahaan mereka,        ya mereka tidak takut untuk muncul di publik. Jadi apa        bedanya dengan aktivitas &lt;i&gt;blogging &lt;/i&gt;yang membawa        logo korporat mereka, bukan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-5201985954170167795?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/5201985954170167795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=5201985954170167795&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5201985954170167795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5201985954170167795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/07/haruskah-seorang-eksekutif-perusahaan.html' title='HARUSKAH SEORANG EKSEKUTIF PERUSAHAAN NGE-BLOGGING?'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RqVg8_cO9cI/AAAAAAAAAGM/UtaPFjybm7E/s72-c/bob005pasfoto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-2660092125434424277</id><published>2007-07-03T08:39:00.000+07:00</published><updated>2007-07-03T18:44:37.825+07:00</updated><title type='text'>Renungan</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"  style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ego adalah dinding baja yang memisahkan manusia dari Tuhan.&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;Ia merupakan substansi busuk yang telah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;membuat manusia jatuh dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;martabat kedewataannya yang tertinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;dan membuatnya merosot ke dalam sebentuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;kehidupan yang berdasarkan naluri-naluri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;dan impuls-impuls brutal khewani.&lt;/span&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-family: arial;font-size:85%;" &gt;~Sri Swami Sivananda~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;The religion that embraces all and fights with none is  the real religion. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;      &lt;div style="color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Such a religion alone will endure,&lt;br /&gt;while others will  vanish like bubbles. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;            &lt;div style="color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Such an enduring religion is the religion of truth,&lt;br /&gt;purity, non-violence  and love. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;      &lt;div class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;~ Sri Swami  Sivananda~&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-style: italic;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kesujatian bukan teori, bukan sistem spekulatif dari filsafat, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="font-style: italic;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;bukan pendalaman intelektual.&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:14;" lang="IN" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesujatian adalah persesuaian pasti dengan realitas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;~ Sri Paramahansa Yogananda ~&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:14;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;My work will be finished if I succeed in carrying conviction to the human family,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;that every man or woman, however weak in body,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;is the guardian of his or her self-respect and liberty.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;This defense avails, though the whole world may be against the individual resister.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;~Mahatma Gandhi~&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-2660092125434424277?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/2660092125434424277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=2660092125434424277&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2660092125434424277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2660092125434424277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/07/renungan.html' title='Renungan'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-8312377536408423656</id><published>2007-06-29T14:25:00.000+07:00</published><updated>2007-06-29T14:44:38.640+07:00</updated><title type='text'>Hari Raya Galungan: Sudahkah Kita Menang?</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt;. Bulan Juni ini memang memberikan makna tersendiri untuk membangkitkan nasionalisme kita. Awal Juni lalu (1/6) dimana rasa kebangsaan kita digugah dengan semangat lahirnya Pancasila. Tentu dengan semangat tersebut dapat mereflesikan kesadaran kita dalam berbangsa dan bernegara. Tidak itu saja, diakhir bulan ini juga, bagi umat Hindu sebuah kemenangan pun dirayakan. Kemenangan &lt;em&gt;dharma &lt;/em&gt;(kebenaran) melawan &lt;em&gt;adharma &lt;/em&gt;(kebatilan). Perayaan ini dikenal dengan hari raya Galungan yang jatuh pada 27 Juni esok. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemenangan ini tentu harus dimaknai sebagai sebuah proses refleksi dimana kita mampu untuk mengendalikan diri atas perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran dharma. Hal ini disampaikan Wayan Sudane, Presidium Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) hari ini (26/6) di Jakarta. Perayaan ini, lanjutnya, harus benar-benar memberikan pemaknaan untuk memenangkan 'pertempuran' selanjutnya agar kita tetap memiliki sifat kedewaan &lt;em&gt;(dewa sampad)&lt;/em&gt;. “Jangan sampai kita dikuasai oleh sifat-sifat keraksasaan &lt;em&gt;(asura sampad)&lt;/em&gt;,” tandasnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal senada juga disampaikan I Gde Dharma Nugraha, Ketua Pimpinan Daerah KMHDI DKI Jakarta, bahwa perayaan ini untuk memberikan pemaknaan dalam diri yaitu kemenangan diri kita sendiri dalam memerangi sad ripu yang ada dalam pribadi kita masing-masing. Ia mencontohkan bagaimana kita harus mengendalikan &lt;em&gt;kama  &lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;(hawa nafsu)&lt;/span&gt;, &lt;em&gt;lobha &lt;/em&gt;(ketamakan), &lt;em&gt;krodha &lt;/em&gt;(kemarahan yang melampaui batas), &lt;em&gt;mada &lt;/em&gt;(kemabukan yang membawa kegelapan pikiran), &lt;em&gt;moha &lt;/em&gt;(kebingungan), dan &lt;em&gt;matsarya &lt;/em&gt;(iri dengki yang menyebabkan permusuhan).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemenangan ini tentu harus dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa dan bernegara. Masih banyaknya tuntutan masyarakat terhadap pemerintah seperti penegakkan hukum, permasalahan HAM, pengusutan tindak korupsi, dan masalah-masalah lainnya menandakan bahwa kita belum mampu untuk memenangkan &lt;em&gt;dharma &lt;/em&gt;ini. Wayan Sudane menegaskan bahwa kita memang perlu untuk melakukan refleksi dan pengendalian diri menuju &lt;em&gt;dewa sampad&lt;/em&gt;. Dengan demikian nasionalisme kita dalam berbangsa dan bernegara tidak dikuasai oleh &lt;em&gt;asura sampad.&lt;/em&gt; Sebuah pertanyaan yang patut kita renungkan seperti yang disampaikan Gde Dharma, sudahkah kita menang melawan &lt;em&gt;sad ripu &lt;/em&gt;yang ada dalam diri kita sendiri? Kalau belum, mari kita melawannya. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;[Redaksi]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt;sumber: www.kmhdi.org&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-8312377536408423656?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/8312377536408423656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=8312377536408423656&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8312377536408423656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8312377536408423656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/06/hari-raya-galungan-sudahkah-kita-menang.html' title='Hari Raya Galungan: Sudahkah Kita Menang?'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-2934753322247497721</id><published>2007-06-26T12:29:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:13.374+07:00</updated><title type='text'>Ada Kemenangan...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RoCks_rrN0I/AAAAAAAAAGE/6IcALONx86U/s1600-h/wayan+sudane.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RoCks_rrN0I/AAAAAAAAAGE/6IcALONx86U/s400/wayan+sudane.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5080241472589739842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-2934753322247497721?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/2934753322247497721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=2934753322247497721&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2934753322247497721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2934753322247497721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/06/ada-kemenangan.html' title='Ada Kemenangan...'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RoCks_rrN0I/AAAAAAAAAGE/6IcALONx86U/s72-c/wayan+sudane.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-4127014839778847768</id><published>2007-06-08T17:00:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:13.560+07:00</updated><title type='text'>Kota “Pahlawan” Lelang Online</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RmksLPrrNzI/AAAAAAAAAF8/w_HavGbqPAc/s1600-h/19s1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RmksLPrrNzI/AAAAAAAAAF8/w_HavGbqPAc/s400/19s1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5073635026909476658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Layanan e-procurement merupakan kebanggaan implementasi e-government pemerintah kota Surabaya. Berkat e-procurement, kota Surabaya dikenal sebagai pelopor pengadaan barang/ jasa yang bebas KKN dan berstandar internasional.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="left" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;KOTA &lt;/strong&gt;Surabaya di Jawa Timur dikenal sebagai pintu gerbang paling besar dibandingkan kota yang lain di kawasan timur Indonesia. Banyak aktifitas perdagangan (ekspor-impor), transaksi bisnis dan ekonomi banyak terjadi disana. Tak heran bila kemudian pemerintah kota (pemkot) Surabaya dikenal mempunyai layanan publik berbasis e-government yang sejalan dengan potensi bisnis dan ekonomi. Salah satu layanan e-government yang cukup dikenal dari pemkot Surabaya adalah pengadaan barang/ jasa (lelang) melalui internet atau sering disebut dengan istilah e-procurement.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Daerah dengan luas wilayah lebih dari 300 kilometer persegi ini mulai mengembangkan sistem lelang elektronik ini sejak 2003. Menurut Nadjib Usman, Kepala Badan Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bapetikom) Kota Surabaya, lelang &lt;em&gt;on line pemkot &lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Surabaya bermula dari keberadaan sebuah situs bernama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;www.lelangserentak.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;. &lt;/span&gt;Situs ini merupakan sarana pertama yang digunakan oleh pemkot Surabaya untuk melakukan lelang &lt;em&gt;online&lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;. “Saat itu mulai muncul keinginan dari pemkot Surabaya untuk menyediakan sistem lelang yang transparan, akurat, tepat waktu dan mampu menghemat anggaran,” kata Nadjib.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Baru kemudian pada tahun 2004, pemkot Surabaya menyempurnakan sistem tersebut yang kemudian dikenal dengan Surabaya e-Procurement System (SePS) atau melalui situs web-nya di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;www.surabaya-eproc.or.id. Sejauh ini, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;tidak kurang dari 3 ribu badan usaha telah menjadi anggota dengan total nilai lelang barang/ jasa yang terjadi mencapai hampir Rp 300 milyar pada tahun 2006 lalu. Jumlah itu jauh berkurang jika dibandingkan total nilai lelang pada tahun 2005 yang mencapai sekitar Rp464 milyar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan diluncurkannya lelang &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; ini. Melalui e-procurement, tegas Najib, pemkot Surabaya bisa melakukan penghematan anggaran belanja hingga 25 persen dari rencana semula. Penghematan lainnya adalah berkurangnya penggunaan kertas kerja &lt;em&gt;(paperless) &lt;/em&gt;dan juga kecepatan waktu realisasi barang/ jasa. Selain itu, citra pemkot Surabaya juga ikut terkerek karena mampu menyediakan pengadaan barang dan jasa yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Semua itu berkat proses lelang yang transparan baik mulai dari pendaftaran sampai penentuan pemenang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="left" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak hanya itu saja, e-procurement Surabaya juga mampu memberikan peluang kerja dan usaha. “Bayangkan saja, lebih dari 90 persen paket pengadaan barang dan jasa selalu disediakan oleh perusahaan kecil dan menengah,” ujar Nadjib. Dari jumlah itu jelas menunjukkan kalau e-procurement bisa memberikan manfaat bagi pelaku bisnis lokal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Untuk membangun sistem lelang &lt;em&gt;online &lt;/em&gt;ini memang tidak mudah. Dibutuhkan dukungan pemimpin dan komitmen dari berbagai kantor satuan kerja/ instansi pemerintah yang ada dibelakangnya. “Kurang lebih sekitar satu tahun lamanya untuk membangun dan mengembangkan e-procurement Surabaya,” kata Agus Imam Sonhaji, Kepala Bagian Bina Program Kota Surabaya yang juga bertanggung jawab terhadap pengembangan e-procurement Surabaya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang membanggakan, tutur Agus, semua aplikasi e-procurement Surabaya dibangun sendiri oleh pemkot Surabaya dan beberapa orang tenaga TI yang dikontrak khusus (honorer). “Kurang lebih biaya yang dikeluarkan untuk menyiapkan perangkat teknologi dan pengembangan aplikasi e-procurement berkisar Rp100 juta hingga Rp 200 juta,” papar Agus. Tidak besar rasanya, apalagi kalau membandingkan jumlah total nilai lelang yang mencapai milyaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sebagai gambaran, aplikasi e-procurement Surabaya dikembangkan banyak menggunakan aplikasi berbasis &lt;em&gt;open source. &lt;/em&gt;Untuk koneksi internet menggunakan sistem operasi Linux. Sedangkan perangkat keras lainnya adalah berupa server&lt;em&gt;, &lt;/em&gt;komputer dan perangkat TI standar lainnya untuk koneksi internet. Yang patut diacungi jempol, soal keamanan (security), aplikasi e-procurement kota Surabaya juga telah mendapat pengakuan berupa sertifikat ISO 27001:2005 tentang Security Management System. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meski bisa terbilang sukses, e-procurement Surabaya bukan berarti tidak terbentur kendala sama sekali. Menurut Agus, kendala terbesar penerapan layanan e-procurement banyak terjadi lebih kepada faktor sumber daya manusia. “Masih ada panitia atau peserta lelang barang/ jasa yang belum menguasai TI,” ujar Agus. Namun hal itu bisa diatasi melalui upaya sosialisasi oleh para panitia lelang maupun jajaran aparat pemkot Surabaya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Selain e-procurement pemkot Surabaya juga memiliki beberapa implementasi layanan e-government yang lain. Yang terbaru, yaitu sekitar awal Maret lalu pemkot Surabaya juga meluncurkan layanan &lt;em&gt;Smart Office Zone, s&lt;/em&gt;ebuah layanan &lt;em&gt;hot spot &lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;untuk mengakses internet &lt;/span&gt;yang disediakan untuk kawasan seluas 250.000 meter persegi di sekitar komplek perkantoran dan taman Surya Balai Kota Pemkot Surabaya. Sejak 2001, pemkot Surabaya juga telah menyediakan kantor unit pelayanan terpadu atau yang lebih dikenal dengan kantor sistem manajemen satu atap (SIMTAP). Jauh sebelumnya situs web &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;www.surabaya.go.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; juga telah beroperasi sejak tahun 1999. Dan untuk layanan kependudukan, pengurusan Kartu Tanda Penduduk secara &lt;em&gt;online &lt;/em&gt;juga bisa dinikmati sampai tingkat kecamatan mulai 1996 silam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="right" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:9;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:78%;" &gt;Wayan Sudane&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:arial;font-size:78%;"  &gt; wayan@wartaegov.com - www.wartaegov.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-4127014839778847768?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/4127014839778847768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=4127014839778847768&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/4127014839778847768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/4127014839778847768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/06/kota-pahlawan-lelang-online.html' title='Kota “Pahlawan” Lelang Online'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RmksLPrrNzI/AAAAAAAAAF8/w_HavGbqPAc/s72-c/19s1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-876862718814063777</id><published>2007-06-05T19:07:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:13.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto: Bakti Sosial di Tanggamus - Lampung'/><title type='text'>Mengapa Kita Ada di KMHDI?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RmVSnfrrNyI/AAAAAAAAAF0/XkFxZCSx0_E/s1600-h/Rakornas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RmVSnfrrNyI/AAAAAAAAAF0/XkFxZCSx0_E/s400/Rakornas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072551393775793954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenapa&lt;/span&gt; Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) harus bertanggungjawab atas perkembangan masyarakat ? Ada dua alasan utama yang melatarbelakangi : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;Alasan pertama adalah alasan normatif, “Manusia yang bermartabat, adalah manusia yang bertanggungjawab”. Setiap kader KMHDI sebagai manusia yang bermartabat harus bersedia mengambil tanggungjawab atas segala perubahan yang mungkin terjadi atas dirinya dan lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;Alasan kedua adalah alasan pragmatis yang dikenal dengan “Hutang Waktu Produktif Pada Masyarakat”. Setiap pelajar, dari SD hingga perguruan tinggi berhutang kepada masyarakat. Kenapa? Karena selama menerima pendidikan, masyarakat telah mengijinkan si pelajar untuk tidak melakukan kegiatan produktif yang dapat menghasilkan bagi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anggota KMHDI adalah mahasiswa, yang sejak kelahirannya hingga lulus sarjana menghabiskan waktu sekitar 21-24 tahun membebani masyarakat. Hutang inilah yang harus dibayar kepada masyarakat dalam bentuk ilmu yang teraplikasikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar dua pemikiran tersebut, KMHDI menyusun Purwaka (Pembukaan) AD KMHDI. Purwaka KMHDI, membahas tentang hal-hal yang paling fundamental dari Organisasi KMHDI.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Individu, KMHDI merumuskan tiga nilai fundamental  individu yaitu kebebasan, keadilan dan solidaritas. Tentang Negara, KMHDI merumuskan tiga pokok pikiran kenegaraan, yaitu negara, hukum dan demokrasi. Seluruh konsep diatas kemudian diwadahi dalam konsep jati diri Anggota KMHDI. Sebagai penjelas tindakan strategis KMHDI, maka Visi dan Misi KMHDI merangkum seluruh pemikiran tersebut dalam suatu konsepsi yang siap diaplikasikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:78%;"  &gt;Sumber: Buku Saku KMHDI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-876862718814063777?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/876862718814063777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=876862718814063777&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/876862718814063777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/876862718814063777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/06/mengapa-kita-ada-di-kmhdi.html' title='Mengapa Kita Ada di KMHDI?'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RmVSnfrrNyI/AAAAAAAAAF0/XkFxZCSx0_E/s72-c/Rakornas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-5807430961925882690</id><published>2007-05-29T11:32:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:13.906+07:00</updated><title type='text'>BLOG JURNALISME</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rlut6LLISzI/AAAAAAAAAFs/cZ_-KJFKC5k/s1600-h/BOB005-pasfoto.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rlut6LLISzI/AAAAAAAAAFs/cZ_-KJFKC5k/s400/BOB005-pasfoto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5069837020479114034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Oleh: &lt;b&gt;Bob Julius Onggo&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tak&lt;/span&gt; pelak dan tak heran jika seminar “&lt;i&gt;Blogging,        Journalism, and Credibility: Battleground and Common        Ground&lt;/i&gt;” di Universitas Harvard, AS, pada Januari        2006 menarik perhatian para jurnalis, &lt;i&gt;blogger, news        executive, &lt;/i&gt;dan praktisi media kehumasan serta        pustakawan. Seminar ini membahas berbagai media yang        berpotensi membuahkan reportase. Di sini hubungan antara        para &lt;i&gt;blogger&lt;/i&gt; dan jurnalis menjadi perbincangan        panas. &lt;i&gt;Blog&lt;/i&gt; dianggap sebagai salah satu bentuk &lt;i&gt;       shared media public.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat reportase dan jurnalisme blak-blakan        dapat dilakukan lewat &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;, tak jarang para        jurnalis dari &lt;i&gt;mainstream publication&lt;/i&gt; merasa        tersaingi. Mengapa? Sebab mereka kehilangan monopoli dan        kendali atas reportase suatu berita. Ini bukan hanya        menyangkut cara reportasenya, tetapi juga dalam memilih        apa yang cocok dan disukai public, kata Eason Jordan, &lt;i&gt;       senior editor&lt;/i&gt; dan jurnalis dari CNN Network.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt; dalam dunia yang datar (&lt;i&gt;flat world&lt;/i&gt;)        kini mendapat perhatian dari para praktisi &lt;i&gt;public        relation&lt;/i&gt; (PR), komunikasi, maupun jurnalis dan        pelaku TI. Tak heran jika “&lt;i&gt;naked conversation&lt;/i&gt;” (istilah        dari Robert Scoble, penulis &lt;i&gt;How Blogs are Changing        the Way Business Talk with Customers)&lt;/i&gt; lewat &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;        ini sering diperbincangkan di berbagai forum.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Bakalkah blog mengikis kredibilitas        mainstream media? Apakah blog mempengaruhi        cara suatu news&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; diluncurkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;br /&gt;PERSAINGAN DUA KUTUB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan &lt;i&gt;bloggers-journalists&lt;/i&gt; sebenarnya membantu        kita memahami ke mana arah &lt;i&gt;naked journalism,&lt;/i&gt;        sekaligus revolusi jurnalisme public dan terbuka di era       &lt;i&gt;global village&lt;/i&gt; sekarang. Namun, jangan terlalu        khawatir dengan persaingan &lt;i&gt;bloggers-journalists. &lt;/i&gt;       Ketegangan dan konflik kepentingan bisa terjadi di        antara keduanya. Ini tak terhindarkan. Namun, saran saya,        kita tak perlu selalu menganggapnya sebagai dua musuh        abadi. Coba lihat dari sinergi keduanya sewaktu terjadi        bencana Tsunami. Cara jurnalis menyebarkan berita dan        permintaan ‘&lt;i&gt;help’&lt;/i&gt; tanpa adanya &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;,        menyita lebih banyak waktu.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 Bagaimana para &lt;i&gt;blogger&lt;/i&gt; bisa menyebarkan        berita begitu cepat? Itu karena mereka memiliki semangat        bak evangelis, demikian Dave Winer dari &lt;i&gt;Scripting        News&lt;/i&gt;. Mereka siap memberikan transkrip berita atau        wawancara blak-blakan tanpa disunting.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 Pernyataan senada dilontarkan Ed Cone, &lt;i&gt;       blogger&lt;/i&gt; dan kolumnis dari &lt;i&gt;Greensboro News &amp;        Record&lt;/i&gt; di North Carolina, AS. Katanya, surat kabar        memiliki ruang terbatas. Namun, wawancara di &lt;i&gt; blog&lt;/i&gt;        dapat ditulis apa adanya dan &lt;i&gt;real-time.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;SHIFT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt; DALAM HAL KEKUATAN ANTARA JURNALIS DAN MEDIA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 Jika, anda sebagai empunya berita, beginikah        perubahan yang anda alami? Pertama, berita dikemas oleh        produsen dan diberikan ke audiens. Namun, mereka kini        tak lagi sekadar audiens. Mereka-audiens, konsumen,        pemerhati, competitor- kini terkoneksi dalam suatu        jaringan jurnalisme. Jadi, ada pergeseran antara si        produsen &lt;i&gt;news &lt;/i&gt;ke &lt;i&gt;users&lt;/i&gt; karena kehadiran &lt;i&gt;       blog.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 Kedua, ini mengarah pada terkikisnya dominasi        pers. Maksudnya adalah hilangnya kendali eksklusif pada        reportase berita di mesia cetak. Ini adalah lahan yang        dahulu menjadi “jajahan” para jurnalis, yang kini tak        dapat lagi mereka kendalikan. Para jurnalis tak lagi        menjadi bos. Informasi dapat bergulir dari &lt;i&gt;blogger&lt;/i&gt;         ke jurnalis, bukan sebaliknya. Apa yang jurnalis katakan        tidak lagi menjadi suatu “hukum”. Pasalnya, media &lt;i&gt;       mainstream&lt;/i&gt; tak lagi menyediakan panduan dan arahan        sebagaimana dahulu. Ini menjadi krisis intelektual.        Mengapa? Sebab, mendapatkan “suara” yang dapat dipercaya        di jurnalisme &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt; memicu dilemma lantaran        pergeseran kekuatan tadi. Namun, Bob Giles dari Nieman        Foundation memprediksi &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt; media masih        akan tetap menjadi industri yang stabil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 &lt;i&gt;Blogging&lt;/i&gt; sangat mudah beradaptasi di        era &lt;i&gt;flat world&lt;/i&gt;, juga di dunia di mana terjadi        pergeseran dari satu kedaulatan suara ke banyak pusat        kedaulatan suara. &lt;i&gt;Blogging &lt;/i&gt;gampang beradaptasi        menjadi dialog terbuka dua arah, jauh berbeda dengan &lt;i&gt;       mainstream&lt;/i&gt; media yang bak khotbah. Namun,        masing-masing tetap memiliki tempatnya dalam dunia        komunikasi, singgung Rebecca Blood dalam tesisnya, “ &lt;i&gt;       Blogging ang Journalism exist in a shared media space.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 Salah satu tantangan terbesar bagi para        jurnalis professional sekarang adalah bagaimana mereka        hidup dan bekerja berdampingan dan berbagi media. Mereka        harus terbiasa dengan para &lt;i&gt;blogger&lt;/i&gt; dan lainnya,        serta berbagi berita dengan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;BLOG        - KEKUATANNYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 Satu hal yang sering dilupakan para jurnalis        adalah mulai saat ini berutang budi kepada para &lt;i&gt;       blogger&lt;/i&gt;. Sebab, para &lt;i&gt;blogger&lt;/i&gt;-lah yang        mengembangkan media jurnalistik, secara sadar ataupun        tidak. Merekalah yang menciptakan berbagai komponen di        dalamnya, perangkat, dan protocol terkait.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 Dalam konferensi para jurnalis di Universitas        Harvard, terungkap enam pilar kunci yang membedakan &lt;i&gt;       blogging&lt;/i&gt; dengan saluran komunikasi lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;1. &lt;b&gt;Publishable&lt;/b&gt;. Anda dapat langsung mem-posting        berita. Mudah, murah,        &lt;br /&gt;         dan dapat dibaca di mana pun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;2. &lt;b&gt;Findable&lt;/b&gt;. Mudah ditemukan lewat situs pencari,        berdasarkan subjek,&lt;br /&gt;         nama penulis, atau keduanya. Makin tambun suatu &lt;i&gt;       blog&lt;/i&gt;, makin digemari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;3. &lt;b&gt;Social&lt;/b&gt;. &lt;i&gt;Blogosphere&lt;/i&gt; cirinya adalah        cuap-cuap. Percakapan yang menarik&lt;br /&gt;         berdasarkan topic beralih dari suatu situs ke situs       &lt;i&gt;web, nge-link&lt;/i&gt; dari   &lt;br /&gt;         suatu &lt;i&gt;link&lt;/i&gt; ke &lt;i&gt;link&lt;/i&gt; lain. Melalui &lt;i&gt;       blog&lt;/i&gt;, mereka yang memiliki minat yang&lt;br /&gt;         sama dapat membangun &lt;i&gt;network&lt;/i&gt; atau berita        lintas geografi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;4. &lt;b&gt;Viral&lt;/b&gt;. Informasi menyebar lebih cepat melalui &lt;i&gt;       blog&lt;/i&gt; dibanding &lt;i&gt;news&lt;br /&gt;         service&lt;/i&gt;. Saat ini tak ada &lt;i&gt;viral marketing&lt;/i&gt;        yang dapat menyetarakan&lt;br /&gt;         kecepatan dan efisiensi suatu blog.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;5. &lt;b&gt;Syndictable&lt;/b&gt;. &lt;i&gt;Content&lt;/i&gt; yang kaya mudah        disindasikan oleh siapa saja.&lt;br /&gt;        Bayangkan dunia penuh dengan orang damai, dan, lewat        media &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;        ribuan informasi yang tersebar dapat dikais.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;6. &lt;b&gt;Linkable.&lt;/b&gt; Setiap &lt;i&gt;blog nge-link&lt;/i&gt; ke yang        lain, memiliki akses ke puluhan&lt;br /&gt;        juta orang yang mengunjungi &lt;i&gt;blogosphere&lt;/i&gt; setiap        hari yang bercirikan&lt;br /&gt;         komunikasi dua arah. Media &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt; itu bak        supermarket tabloid, demikian&lt;br /&gt;         Dan Gilmor, penulis buku &lt;i&gt;We the Media&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Kalau dahulu suatu berita menunggu beberapa hari untuk        menyebar, lewat &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;, detik itu berita dibuat dan        ditaruh di &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;, langsung menyebar lintas        geografi. Jadi, seperti apa &lt;i&gt;news&lt;/i&gt; di masa depan?        apakah mirip &lt;i&gt;news feed linear&lt;/i&gt; yang ada di format       &lt;i&gt;blog?&lt;/i&gt; Kalau seperti ini, jelas tidak efisien        untuk membaca informasi yang ada di dalamnya. Atau,        apakah bakal berformat piramida terbalik?&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-5807430961925882690?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/5807430961925882690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=5807430961925882690&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5807430961925882690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5807430961925882690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/05/blog-jurnalisme.html' title='BLOG JURNALISME'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rlut6LLISzI/AAAAAAAAAFs/cZ_-KJFKC5k/s72-c/BOB005-pasfoto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-8554644489929231297</id><published>2007-05-16T16:48:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:14.193+07:00</updated><title type='text'>WHAT IS KARMA YOGA?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RkrWKbLISyI/AAAAAAAAAFk/Q9jAbb8liB4/s1600-h/krishna_arjuna_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RkrWKbLISyI/AAAAAAAAAFk/Q9jAbb8liB4/s400/krishna_arjuna_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5065096205513018146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;The&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; word KARMA came from the root word KRI or TO DO. The word KARMA like          the word YOGA has many many meanings in Hinduism, like result, causality,          product, deeds, destiny, action etc. Karma Yoga was first expounded in          SATAPATHA BRAHMA-NA. It is based on the concept of NISKAMA KARMA or UNSELFISH          ACTIONS. Hindus believe that BY SELF LESS ACTIONS one can attain self          realization. So, Karma Yoga in a nutshell is ATTAINING SELF REALIZATION          OR FREEDOM FROM REINCARNATIONS THROUGH SELF_LESS ACTIONS.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255); font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karma-Yoga is the Yoga of service to others and to God. It is a suitable orientation for those of an active nature, those who wish to work for the manifestation of the Kingdom of Heaven on Earth. The main thrust of the practice is the renunciation of fruits of action. That is, activities are undertaken for their own sake, the results being left to God. Activities are assumed for the benefit of the greater good, without concern for personal benefit. The path of Karma-Yoga is described in detail in the Bhagavad-Gîtâ.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a target="_blank"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perform your duty, for action&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;           Is far better than non-action.             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;           Even maintaining your body&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Cannot be done without action. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Bhagavad Gita III.8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: right;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;www.amiahindu.com/ www.iloveulove.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-8554644489929231297?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/8554644489929231297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=8554644489929231297&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8554644489929231297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8554644489929231297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/05/what-is-karma-yoga.html' title='WHAT IS KARMA YOGA?'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RkrWKbLISyI/AAAAAAAAAFk/Q9jAbb8liB4/s72-c/krishna_arjuna_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-7792090720573453336</id><published>2007-05-10T14:20:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:14.341+07:00</updated><title type='text'>Reorientasi Gerakan Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Membangun Kekuatan Negara-Rakyat&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RkLJBMY3tXI/AAAAAAAAAFc/OYzcSeY9iMk/s1600-h/BEM.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RkLJBMY3tXI/AAAAAAAAAFc/OYzcSeY9iMk/s400/BEM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5062829953460450674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Jakarta | Jurnal Nasional&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;GERAKAN&lt;/span&gt; kolektif mahasiswa pascareformasi seakan kehilangan ruh. Perbedaan ideologi dan orientasi politik diyakini menjadi penyebab terpolarisasinya gerakan mahasiswa. Akibatnya, esensi dari sebuah orientasi gerakan mahasiswa pun mulai kehilangan arah. Gerakan mahasiswa dinilai sejumlah kalangan hanya menyuarakan kepentingan pihak tertentu saja. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sejumlah pentolan aktivis gerakan mahasiswa saat ini juga mengaku sulit membangun kekuatan kolektif seperti yang pernah dilakukan aktivis mahasiswa pada tahun 1966 dan 1998. Di era itu, kekuatan dari gerakan mahasiswa mampu menumbangkan rezim Soekarno dan Soeharto lantaran gagal dalam mewujudkan demokrasi di negeri ini. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perlawan terhadap rezim penguasa yang otoriter adalah momentum besar bagi mahasiswa untuk bergerak. Saat ini, momentum itu belum ditemukan mahasiswa. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena itu, gerakan mahasiswa pun berubah taktik. Orientasi gerakan mahasiswa kini tak lagi harus menumbangkan sebuah rezim penguasa. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Achmad Fatul Bari, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia mengatakan, setelah tahun 1998, gerakan mahasiswa tak lagi berorientasi menumbangkan sebuah rezim seperti yang dilakukan tahun 1996 dan 1998. Namun, gerakan mahasiswa lebih memperjuangkan pemenuhan hak ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Hak-hak itu yang seharusnya bisa disentuh. Mahasiswa harus memperjuangkan hak pendidikan, kesehatan, pangan, dan kehidupan yang layak. Ini yang harus menjadi arus utama gerakan mahasiswa,” kata Achmad di Jakarta kemarin (9/5). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam konteks kenegaraan, Achmad yang akrab disapa Ayi menilai, era reformasi dewasa ini sudah memberikan perubahan dalam iklim politik di Indonesia. Infrastruktur demokrasi juga sudah mulai terbangun. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena itu, kata Achmad, gerakan mahasiswa harus melakukan transformasi pada pelbagai isu yang mencuat. Bentuk gerakan tak lagi harus terpatok pada model ekstra parlementer, namun bisa juga advokasi dan mengubah gerakan yang sifatnya elitis menjadi gerakan terbuka dengan memperluas jaringan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal senada juga diutarakan Hery Haryanto Azumi, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Menurut dia, pada saat Orde Baru berkuasa, realitas yang muncul adalah negara kuat, sementara rakyat lemah. Karena itu, mahasiswa bergerak meruntuhkan arogansi penguasa. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat ini, paradigma itu harus berubah. Gerakan mahasiswa harus memikirkan bagaimana mewujudkan negara yang kuat untuk melindungi kepentingan nasional dan mampu berhadapan dengan liberalisme global. Negara yang kuat itu sekaligus diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan sehingga Indonesia mampu mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena itu, katanya, PMII bersama komunitas gerakan mahasiswa lainnya terus bergerak mewacanakan agar gerakan mahasiswa tidak harus bersifat antagonistik. ”Tidak dengan mempertarungkan negara dengan rakyat. Justru kita harus memperkuat rakyat untuk mencapai kesejahteraan, dan memperkuat negara guna menghadapi liberalisme,” tegasnya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Menjadi jembatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hery menilai, gerakan mahasiswa saat ini tidak kehilangan ruh. Namun, mahasiswa terus mencermati pola hubungan antara negara yang mewakili kepentingan rakyat, dengan pasar yang mewakili kepentingan liberal. Dalam konteks ini, gerakan mahasiswa tidak lagi melawan negara, karena dalam demokrasi ekonomi pasar bebas dewasa ini, negara bukan sebagai satu-satunya aktor. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kita mengenal ada &lt;i&gt;market&lt;/i&gt;. Sementara negara sering kali menjadi bagian rezim pasar yang kadang merugikan rakyat. Karena itu, PMII melihat, mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara rakyat dengan negara, agar jangan sampai negara dipakai pasar untuk menekan rakyat.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam memainkan peran tersebut, PMII tidak hanya berinteraksi dengan kalangan politisi. Namun juga dari kalangan profesional sebagai salah satu bagian yang menentukan jatuh atau bangunnya pemerintahan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Jadi, gerakan mahasiswa harus mereposisi dirinya di hadapan globalisasi dan liberalisme, sehingga tidak lagi bisa menerapkan pendekatan dan taktik perjuangan seperti tahun 1998.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Persoalannya, kata Hery, perbedaan ideologi menjadi faktor penghambat gerakan mahasiswa dalam merealisasikan orientasi tersebut. Saat ini, mahasiswa dihadapi tarikan kepentingan dari kelompok mahasiswa yang pro liberalisme, yang pro religiusitas berbasis politik. Sementara yang jadi jembatan adalah kelompok mahasiswa kebangsaan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tarikan antara liberalisme dan religiusitas sangat berbahaya. PMII bersama GMNI, PMKRI, dan sebagainya bergerak mengusung isu kebangsaan.” Sampai sekarang, lanjutnya, tiga kelompok mahasiswa itu tidak menyatu. Di level ideologi susah ketemu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Goklas Nababan mengatakan, dalam situasi negara yang sangat krusial seperti yang terjadi pada tahun 1998 dan 1974, gerakan kolektivitas mahasiswa bisa dibangun. Saat ini, situasi negara masih baik. “Namun, mahasiswa tetap memberikan kritikan kepada pemerintah, mengenai pelbagai isu,” katanya kemarin. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Goklas menilai, gerakan mahasiswa tidak melulu harus lewat aksi di jalanan. Namun, bisa dengan dialog dan melakukan survai tandingan guna mengkomparasikan data pelaksanaan program versi pemerintah dengan temuan di masyarakat. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tidak harus melulu turun ke jalan. Tapi, kita beberapa waktu lalu melakukan diskusi secara intens dengan kementerian.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendekatan itu lebih efektif karena hingga saat ini belum ada momentum besar yang bisa membentuk kolektivitas gerakan mahasiswa. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebenarnya, pelbagai isu yang mencuat bisa dimainkan mahasiswa. Goklas mencontohkan Peringatan Hari Buruh 1 Mei lalu, atau penegakan hukum dalam kasus Semanggi yang hingga kini belum jelas. Namun, momentum tersebut tidak direspon kelompok gerakan mahasiswa umumnya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gerakan mahasiswa pun semakin melemah karena perbedaan visi dan misi. Tak sedikit pula gerakan mahasiswa yang terkooptasi oleh partai politik atau kelompok tertentu. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;GMKI sendiri menyatukan diri dalam Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia (FKPI) bersama PMII, PMKRI, GMNI, KMHDI, dan HIKMABUDHI. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Presidium Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Wayan Sudane mengatakan, gerakan mahasiswa tidak harus berbenturan dengan pemerintah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut dia, gerakan mahasiswa bisa turun ke lingkungan masyarakat untuk mengindentifikasi persoalan yang dihadapi rakyat, yang kemudian hasilnya bisa direkomendasikan kepada pemerintah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Aksi tidak harus berbenturan dengan pemerintah, sifatnya situasional. Kita juga banyak melihat dan turun langsung ke masyarakat untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat, yang kemudian hasilnya bisa menjadi rekomendasi ketika berhadapan dengan pemerintah,” kata Wayan kemarin. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="text-align: justify; font-family: verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut dia, model pendekatan itu cukup strategis mengingat gerakan kolektif mahasiswa belum berhasil diikat lantaran tidak adanya &lt;i&gt;common enemy&lt;/i&gt;. Wayan menambahkan, gerakan mahasiswa juga dapat dibangun lewat pembentukan opini publik, diskusi dan pernyataan sikap bersama. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Gerakan kolektif mahasiswa lewat aksi di jalanan seperti yang terjadi pada tahun 1998 akan muncul jika kondisi negara sudah sangat kritis,” ujarnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;M. Yamin Panca Setia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Photo: TEMPO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-7792090720573453336?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/7792090720573453336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=7792090720573453336&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/7792090720573453336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/7792090720573453336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/05/reorientasi-gerakan-mahasiswa.html' title='Reorientasi Gerakan Mahasiswa'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RkLJBMY3tXI/AAAAAAAAAFc/OYzcSeY9iMk/s72-c/BEM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-4767018828136008395</id><published>2007-05-08T11:48:00.000+07:00</published><updated>2007-05-08T12:14:45.986+07:00</updated><title type='text'>Daily Inspiration</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Parents&lt;/span&gt; must teach children to appreciate those who are different, those who believe differently; teach them the openness that they need to live in a pluralistic world where others have their unique ways, their life and culture; teach them the value of human diversity and the narrow-mindedness of a provincial outlook; give them the tools to live in a world of differences without feeling threatened, without forcing their ways or their will on others; teach them that it never helps to hurt another of our brothers or sisters. &lt;/span&gt;&lt;i  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Satguru Sivaya Subramuniyaswami (1927-2001), founder of Hinduism Today&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-4767018828136008395?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/4767018828136008395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=4767018828136008395&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/4767018828136008395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/4767018828136008395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/05/daily-inspiration.html' title='Daily Inspiration'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-3912006385236579125</id><published>2007-05-03T18:34:00.000+07:00</published><updated>2007-05-03T18:35:35.035+07:00</updated><title type='text'>HINDU BORN AGAIN????</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;About&lt;/span&gt; six or seven years ago, One day, I saw on          TV, a preacher from Texas telling the BBC reporter that late MOTHER THERESA          WON'T GO TO HEAVEN, UNLESS SHE COMES TO HIS CHURCH AND BECOME BORN_AGAIN.          I thought, my God! How can he or any one else say that about the a great          devotee of God? &lt;/span&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The Hindu India, was indeed blessed by Holy presence,          even though converted a lot of Hindus to Christianity. Not even one Hindu          saint ever said anything disrespectful about her, even though she has          nothing to do with Hinduism. When she died, The whole India cried. Government          of India gave her a Royal funeral. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Well, now let us study deeply about BORN AGAIN          QUESTION.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Long, Long ago, the Christian term "Born_again"          was exclu-sively used within the church as an important part of the church's          phraseology. Now it is widely used even in com-mercials, just like the          word "Guru". The actual word in the Greek version of the New          Testament is "Anothen" mean-ing "Born From the Above"          or "Born of God". Jesus said, "Except man be born again,          he cannot see the kingdom of God" (St. John 3_3) and Jesus added          : "Marvel not that I said unto thee, ye must be born again".          (St. John 3_7).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The closest word in Hinduism to what Jesus said          is Dwija. The actual meaning of Dwija is "Twice Born".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Who is a Dwija (Twice Born)? .....A Brahmin.&lt;br /&gt;        Who is a Brahmin?.... He or she who knows Brahman.&lt;br /&gt;        What is Brahman?...That which is infinite...God&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;So in a nutshell, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;HE WHO KNOWS GOD IS A TWICE BORN&lt;br /&gt;        or&lt;br /&gt;        HE WHO IS THE TWICE BORN WILL AUTOMATICALLY WILL REALIZE GOD&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.          &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;According to Hinduism, unless there is an absolute          change in consciousness and absolute self purification, nobody can achieve          God_realization. Without complete change of consciousness, it is impossible          to realize God and vice versa. So, it is to be assumed that omnipresent          Jesus Christ was referring to a complete change of consciousness rather          than any ritualistic and symbolic gestures. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;He who is born-again, is a Christian as well as          a Brahmin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:78%;" &gt;http://www.amiahindu.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-3912006385236579125?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/3912006385236579125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=3912006385236579125&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3912006385236579125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3912006385236579125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/05/hindu-born-again.html' title='HINDU BORN AGAIN????'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-3230493842317585333</id><published>2007-05-02T16:28:00.000+07:00</published><updated>2007-05-02T16:38:37.070+07:00</updated><title type='text'>Perihal Sertifikasi Halal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Sehat”&lt;/span&gt; adalah kategori yang relevan untuk seluruh masyarakat Indonesia, baik Muslim atau non-Muslim. Sementara kategori “halal” hanyalah relevan secara terbatas untuk umat Islam saja. Tugas pemerintah sebagai institusi yang menaungi semua kelompok umat beragama hanyalah menjamin status kesehatan makanan. Sementara masalah halal dan haram adalah urusan dapur umat Islam sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Din Syamsuddin, Wakil Ketua Umum MUI, baru-baru ini menyatakan bahwa dari sekitar 100 ribu produk makanan, obat dan kosmetik yang beredar di pasaran Indonesia, hanya 84% yang mempunyai sertifikat halal. Selebihnya masih abu-abu. Karena itu dia mendesak pemerintah agar mengambil langkah yang serius untuk mengatasi masalah ini. Dia mengatakan bahwa sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim sudah semestinya pemerintah memperhatikan dengan sungguh-sungguh masalah halal dan haram ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pernyataan Din itu memperlihatkan dengan jelas bahwa MUI, lembaga di mana dia duduk sebagai tokoh yang cukup penting di sana, menghendaki agar seluruh makanan, obat-obatan, dan kosmetik yang dijual di pasar Indonesia harus mempunyai sertifikat halal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" class="fullpost" &gt;Komentar Din ini patut kita pikirkan masak-masak sebab mengandung asumsi dan implikasi yang harus diuji ketepatannya. Pertanyaan pertama yang langsung muncul adalah: apakah makanan dan obat-obatan yang menurut kepercayaan umat Islam dianggap haram tidak boleh diperjual-belikan di pasar? Apakah daging binatang yang jelas-jelas haram, seperti babi, tidak boleh diperjual-belikan?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" class="fullpost" &gt;Umat Islam tentu memiliki hak sepenuhnya untuk menikmati produk halal sebagai konsekwensi dari kepercayaan yang dianutnya. Tetapi pada akhirnya, masalah halal dan haram adalah kepercayaan umat Islam, bukan kepercayaan seluruh penduduk Indonesia. Meskipun umat Islam adalah penduduk mayoritas, tetapi jelas bahwa Indonesia bukanlah sebuah negeri yang hanya dihuni oleh masyarakat Islam. Indonesia adalah negara yang dimiliki oleh semua kelompok negara.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" class="fullpost" &gt;Masyarakat Muslim harus bisa membedakan antara dua kategori: “sehat” dan “halal”. “Sehat” adalah kategori yang relevan untuk seluruh masyarakat Indonesia, baik Muslim atau non-Muslim. Sementara kategori “halal” hanyalah relevan secara terbatas untuk umat Islam saja. Tugas pemerintah sebagai institusi yang menaungi semua kelompok umat beragama hanyalah menjamin status kesehatan makanan. Sementara masalah halal dan haram adalah urusan dapur umat Islam sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" class="fullpost" &gt;Adalah sama sekali tidak fair jika, misalnya, seorang pengusaha yang bukan Muslim diharuskan oleh pemerintah untuk mencantumkan label halal, sebab itu bukan merupakan bagian dari kepercayaan dia. Pemerintah mempunyai kewajiban untuk menghukum suatu perusahaan yang menjual produk makanan yang secara higinis mengancam kesehatan konsumen, sebab aspek higinis suatu produk makanan adalah common denominator yang menyamakan seluruh konsumen dari agama apapun. Tetapi pemerintah tidak bisa diminta oleh umat Islam untuk mewajibkan perusahaan mencantumkan label halal, sebab itu hanyalah masalah internal umat Islam sendiri. Paling jauh, perusahaan hanya bisa diminta mencantumkan daftar seluruh bahan (ingredients) suatu produk makanan. Tetapi meminta mereka mencantumkan label halal adalah berlebihan dan tidak tepat dalam kerangka negara plural seperti Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" class="fullpost" &gt;Setelah melihat daftar bahan-bahan itu, keputusan diserahkan sepenuhnya kepada konsumen Muslim sendiri: dia boleh beli, boleh tidak. Dalam Islam, seorang Muslim tidak bisa dikenai hukuman apapun karena membeli makanan yang haram. Soal dosa, itu adalah urusan yang bersangkutan. Tetapi, dari segi hukum publik, seseorang tak bisa dihukum karena membeli makanan yang haram. Sementara itu, pemerintah juga tidak bisa mewajibkan semua perusahaan hanya menjual produk yang halal saja. Bahkan dalam hukum Islam sendiri tak dikenal aturan “aneh” semacam ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" class="fullpost" &gt;Jika suatu perusahaan ingin menjaring konsumen Muslim lalu dengan sukarela mencantumkan label halal, hal itu adalah hak yang bersangkutan. Tetapi jika pencantuman itu diharuskan oleh negara seperti naga-naganya dikehendaki oleh MUI, maka itu jelas tidak tepat. Langkah yang paling tepat dilakukan oleh masyarakat Islam adalah melakukan kampanye untuk konsumen Muslim agar mengonsumsi produk halal. Jika umat Islam terbujuk oleh kampanye itu, lalu terbentuk pasar “produk halal” yang cukup besar, dan kemudian memaksa perusahaan secara sukarela mencantumkan label halal dengan sendirinya, maka itulah proses demokratis dan “alamiah” yang wajar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" class="fullpost" &gt;Dengan kata lain, langkah paling tepat untuk umat Islam adalah menggerakkan isu label halal ini sebagai isu masyarakat sipil, bukan meminta pemerintah ikut turun tangan memaksakan label itu. Langkah yang ditempuh oleh MUI saat ini, menurut saya, sama sekali kurang tepat dan tidak sesuai dengan kerangka negara demokrasi yang kita anut saat ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:78%;" class="fullpost" &gt;Referensi: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;amp;id=1244&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-3230493842317585333?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/3230493842317585333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=3230493842317585333&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3230493842317585333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3230493842317585333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/05/perihal-sertifikasi-halal.html' title='Perihal Sertifikasi Halal'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-3113164866351991460</id><published>2007-05-02T14:53:00.000+07:00</published><updated>2007-05-02T14:57:14.607+07:00</updated><title type='text'>What is Karma?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The&lt;/span&gt; word KARMA has many meanings in Hinduism such as 1. Action 2. Duty 3. Result of an action 4. Destiny 5. Effect 6. Result 7. Product are some of them. Details about KARMA was first described in the SATAPATHA BRAHMANA. When you act or when you think, you create an impression in the Chitta or in the subconcious mind . That impression or vasana or tendancy is known as Samsara. You and I are filled with impressions or vasanas or Samasaras. Thes SAMSARAS [subliminal tendencies] is the root cause of reincarnation as per the Upananishads.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;www.amiahindu.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-3113164866351991460?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/3113164866351991460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=3113164866351991460&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3113164866351991460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3113164866351991460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/05/what-is-karma.html' title='What is Karma?'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-4647940388847035046</id><published>2007-05-02T10:55:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:14.547+07:00</updated><title type='text'>Inspiration!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RjgNMMY3tSI/AAAAAAAAAEs/FmeJc4hLiyI/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RjgNMMY3tSI/AAAAAAAAAEs/FmeJc4hLiyI/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5059808684485883170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.2in; font-family: courier new; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;As your mind releases its desires and cravings,&lt;br /&gt;it releases the hold that it has on you.&lt;br /&gt;You dive deeper, fearlessly into this blazing avalanche of light,&lt;br /&gt;losing your consciousness.&lt;br /&gt;And as you come back into the mind,&lt;br /&gt;you see the mind for what it is, and you are free.&lt;br /&gt;You find that you are no longer attached&lt;br /&gt;because you see that the binder and the bound are one.&lt;br /&gt;You become the path. You become the way. You are the light.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;i&gt;Satguru Sivaya Subramuniyaswami (1927-2001)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-4647940388847035046?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/4647940388847035046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=4647940388847035046&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/4647940388847035046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/4647940388847035046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/05/inspiration_02.html' title='Inspiration!'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RjgNMMY3tSI/AAAAAAAAAEs/FmeJc4hLiyI/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-2456857772491174342</id><published>2007-05-01T17:53:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:14.806+07:00</updated><title type='text'>Inspiration!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RjgGtMY3tRI/AAAAAAAAAEk/cxZmyj486LY/s1600-h/canang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 154px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RjgGtMY3tRI/AAAAAAAAAEk/cxZmyj486LY/s400/canang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5059801554840171794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:courier new;" &gt;One party says thought is caused by matter, and the other says matter is caused by thought. Both statements are wrong; matter and thought are coexistent. There is a third something of which both matter and thought are products. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:78%;" &gt;Swami Vivekananda (1863-1902)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-2456857772491174342?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2456857772491174342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2456857772491174342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/05/inspiration.html' title='Inspiration!'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RjgGtMY3tRI/AAAAAAAAAEk/cxZmyj486LY/s72-c/canang.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-6135411560040484586</id><published>2007-04-24T14:44:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:15.043+07:00</updated><title type='text'>Inspiration !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Ri2214XK0yI/AAAAAAAAAEc/Wi2_2QHH-ZM/s1600-h/lotus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 101px; height: 91px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Ri2214XK0yI/AAAAAAAAAEc/Wi2_2QHH-ZM/s400/lotus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056898993385820962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.2in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Even as water becomes one with water, fire with fire, and air with air,&lt;br /&gt;so the mind becomes one with the Infinite Mind and thus attains final freedom. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.2in; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Krishna Yajur Veda, Maitreya Upanishad 6.34.11&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-6135411560040484586?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/6135411560040484586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/6135411560040484586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/04/inspiration.html' title='Inspiration !'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Ri2214XK0yI/AAAAAAAAAEc/Wi2_2QHH-ZM/s72-c/lotus.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-1785353060105592675</id><published>2007-04-24T14:37:00.000+07:00</published><updated>2007-04-24T14:43:08.112+07:00</updated><title type='text'>Hindu New Year Traditions from Sri Lanka</title><content type='html'>&lt;p style="border-style: none none solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color rgb(0, 102, 204); border-width: medium medium 1px; padding: 0in 0in 0.02in; margin-bottom: 0.2in; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a name="lw_1177400117_9"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1177400117_10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1177400117_11"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-style: italic;"&gt;COLUMBO, SRI LANKA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, April 21, 2007:&lt;/span&gt; Peace and prosperity -- That's what people hope for each &lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;New Year&lt;/span&gt;. Pudhu Varudam marks the beginning of the Hindu Solar Calendar (Almanac) on the first of the Tamil month of Chittirai when the sun moves from the last house of the Zodiac (Pisces), to the first house (Aries). The Tamil people rise early on New Year's morning and have their ritual bath. Each member of the family is anointed with Maruththu Neer before the bath. It is a decoction of a variety of medicinal herbs, leaves, flowers, saffron etc., prepared by temple priests and available only at temples. Herbs and flowers used in the preparation are lotus, pomegranate, vilvam, aruham grass, saffron, thitpili, sukku and pepper. The ritual bath signifies the outer purity making way to spiritual purity. After wearing the new clothes in colors given in the Panchangam, family members gather in the shrine room for a special puja. The ceremony begins with the lighting of the kuthu villakku (traditional lamp) which is placed next to the Niraikudum (a brass bowl-like container with a short neck filled to the brim with water and decorated with mango leaves arranged in a circle around a husked coconut placed on top of the neck of the brass container).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freshly boiled sweetened milk rice is offered to God, thanking him for the first crop and praying for a bountiful harvest. It is the Sun God (Surya) that is worshipped on this auspicious occasion, although Ganesha, the guardian Deity of each household is also offered fruits, sweets and flowers to invoke His protection for the members of each family. After prayer, the head of the family makes gifts of money, wrapped in betel leaves to all the members of the family (the first transaction). This blessing of prosperity and well being from elders is called Kaivishesham. The exchange of a sheaf of betel leaf is a vital factor in binding family relationships. It is considered to be a lucky transaction, and with it one looks forward to a year of plenty and prosperity. The exchange also emphasizes the principle of social obligation as gifts are presented to all dependents of the household. In turn, children and other family members touch the feet of their elders in reverence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The family then goes to the temple with offerings of flowers, fruits, garlands, incense and silk. On their return from the temple, the family partakes of a feast comprising sweet pongal, ginger sambal, vada fruit and other sweets. The Mango Pachadi (made from raw mangoes, jaggery and neem flowers) that is sweet, sour and bitter is essential in some families for it signifies all the different aspects of our life. Most people also visit the homes of their elders with trays laden with sweets and pass on good wishes for a prosperous and healthy new year. In villages, various dances and games form part of the festivities. &lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;~ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;noscript style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; Hindu Press International ~&lt;/span&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-1785353060105592675?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/1785353060105592675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/1785353060105592675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/04/hindu-new-year-traditions-from-sri.html' title='Hindu New Year Traditions from Sri Lanka'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-3252693745310687169</id><published>2007-04-20T16:46:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:15.207+07:00</updated><title type='text'>Perayaan Turunnya Ilmu Pengetahuan dan  Memaknai Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RiiO-YXK0xI/AAAAAAAAAEU/QRaVjFpaCpc/s1600-h/Saraswati.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RiiO-YXK0xI/AAAAAAAAAEU/QRaVjFpaCpc/s400/Saraswati.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5055447784066044690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dengan&lt;/span&gt; ilmu pengetahuan kita dapat membangun karakter pribadi maupun bangsa. Ilmu ini diperoleh melalui pendidikan. Pengetahuan ini dimaknai sangat luas, tidak hanya sebatas pengetahuan duniawi tapi juga rohani. Dalam Hindu, ilmu pengetahuan memiliki perayaan tersendiri. Perayaan turunnya ilmu pengetahuan ini dirayakan dalam hari raya Saraswati. Hari raya ini memang tidak terkenal seperti hari raya Nyepi beberapa waktu lalu. Sehingga masyarakat non Hindu kurang familiar mendengar hari raya ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Hari raya Saraswati merupakan hari raya  untuk memberikan ucapan syukur atas diturunkannya ilmu pengetahuan. Disamping itu untuk memohon agar kita senantiasa diberikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Hari raya ini dirayakan setiap s&lt;/span&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;abtu &lt;i&gt;(Saniscara) umanis wuku watugunung.&lt;/i&gt; Dirayakan sebagai hari pawedalan Hyang Aji Saraswati setiap 210 hari (enam bulan sekali). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tahun ini hari raya Saraswati dirayakan pada hari ini (14/4). Hari ini umat Hindu melakukan upacara untuk ilmu pengetahuan terutama sastra-sastra weda. Tidak itu saja, hari raya ini pun memiliki rangkaian. Seperti esok harinya, umat Hindu melakukan &lt;i&gt;banyu pinaruh, &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;yaitu pembersihan pikiran dengan ilmu pengetahuan suci.  Biasanya umat Hindu pergi ke sumber air terdekat seperti laut, danau. Diharapkan dengan perayaan tersebut, umat memperoleh pikiran yang baik untuk mencapai kebijaksanaan guna mengimplementasikan pengetahuan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;(jnana)&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;. Dalam tulisan ini penulis tidak menjelaskan lebih dalam tentang filosofis dari Dewi Saraswati tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Dalam kaitannya dengan ilmu modern sekarang, tentu diperlukan keselarasan antara &lt;/span&gt;IQ (&lt;i&gt;Intelligent Quotient&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;), &lt;/span&gt;EQ (&lt;i&gt;Emotional Quotient&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;), &lt;/span&gt;SQ (&lt;i&gt;Spiritual Quotient&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;). Intelektual harus diikuti dengan emosional yang baik. Begitu juga keduanya harus diikuti dengan SQ yang baik pula. Perayaan turunnya ilmu pengetahuan ini tentu untuk mencapai sinergis ketiga kecerdasan tersebut melalui pendidikan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dengan kecerdasan tersebut diyakini ilmu pengetahuan akan dapat diimplementasikan dalam kehidupan secara baik. Pendidikan sebagai salah satu upaya untuk membentuk ketiga kecerdasan tersebut. Pendidikan merupakan upaya pembebasan untuk melakukan kesadaran.  Paulo Fiere, tokoh pendidikan asal Brazil menyampaikan dalam bukunya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Pedagogy of the Oppressed&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;tentang &lt;span style="font-style: normal;"&gt;kesadaran. Ia membaginya menjadi tiga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kesadaran pertama adalah kesadaran naif. Pada kesadaran ini orang menyadari bahwa segala yang terjadi adalah akibat perbuatannya. Kalau pun pengetahuannya masih rendah, ini disebabkan karena dirinya sendiri, misalnya karena malas untuk belajar atau pun rasa ingin tahunya yang kurang. Kesadaran kedua adalah kesadaran magis. Kesadaran ini lebih bermakna filosofis, dimana segala sesuatunya sudah dikaitkan dengan Sang Pencipta. Kesadaran ini tentu mengarahkan kita agar selalu ingat dengan kebesaran dan anugerah Tuhan.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kesadaran lainnya menurut Paulo Fiere adalah kesadaran kritis. Kesadaran ini berusaha untuk mencari penyebab dan akibat dari terjadinya sesuatu. Orang yang memiliki kesadaran ini akan berusaha melakukan analisis terhadap peristiwa tertentu. Dengan ketiga kesadaran tersebut tentu erat hubungannya dengan pendidikan. Dengan sadarnya setiap individu dan warga akan diikuti untuk kerja-kerja nyata membangun bangsanya. Artinya pendidikan dan pengetahuan memegang peran penting. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Dalam konteks kebangsaan, kini memang banyak permasalahan-permasalahan pendidikan yang harus didialogkan. Karena pendidikan merupakan tonggak untuk membangun bangsa ini. Pendidikan sebagai &lt;/span&gt;&lt;i&gt;kawah candradimuka &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;para anak bangsa melalui sekolah hingga perguruan tinggi. Kasus-kasus IPDN (&lt;/span&gt;Institut Pemerintahan Dalam Negeri) &lt;span style="font-style: normal;"&gt;misalnya, memang membutuhkan perbaikan manajamen. Begitu juga dengan ujian nasional (UN) dan sertifikasi para guru.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;Beberapa hari lalu (8-11 April) juga telah dilaksanakan rembuk nasional pendidikan tahun 2007. Rembug ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan program-program pendidikan setiap provinsi. Program itu akan diselaraskan dengan rencana strategis Departemen Pendidikan Nasional 2005-2009.  Seperti penuntasan wajib belajar, persiapan UN, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="nb-NO"&gt;merancang tahapan dan target implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Semua perlu implementasi nyata tidak sekedar wacana. Begitu juga dengan perayaan turunya ilmu pengetahuan ini tidak hanya sebatas seremoni belaka. Dengan perayaan hari turunnya ilmu pengetahuan ini, semoga kita sadar bahwa pendidikan dan pengetahuan harus kita implementasikan dengan baik. Semuanya untuk mencapai hubungan yang harmonis dengan Tuhan, keharmonisan antar sesama manusia, dan keharmonisan hubungan dengan alam semesta. Ketiga hubungan ini dalam Hindu dikenal dengan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Tri Hita Karana. Semoga kita mampu mencapainya dengan ilmu pengetahuan suci...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; font-style: italic;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-weight: bold;"&gt;Wayan Sudane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Presidium Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; font-style: italic;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;~~~~~~~ Dimuat di Radar Lampung: Sabtu, 14 April 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-3252693745310687169?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3252693745310687169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3252693745310687169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/04/perayaan-turunnya-ilmu-pengetahuan-dan.html' title='Perayaan Turunnya Ilmu Pengetahuan dan  Memaknai Pendidikan'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RiiO-YXK0xI/AAAAAAAAAEU/QRaVjFpaCpc/s72-c/Saraswati.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-8809417190375400984</id><published>2007-03-21T18:10:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:15.411+07:00</updated><title type='text'>Semangat Nyepi untuk Lampung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RgEUExZ3IxI/AAAAAAAAAEA/3O6Y6wySg3Y/s1600-h/b-nyepi-16.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 238px; height: 136px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RgEUExZ3IxI/AAAAAAAAAEA/3O6Y6wySg3Y/s400/b-nyepi-16.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5044335129845506834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HARI&lt;/span&gt; Raya Nyepi kali ini memberikan suasana khusus bagi masyarakat di provinsi ini. Suasana Nyepi ini berbarengan dengan hari jadi ke-43 Provinsi Lampung. Ini sangat menarik karena keduanya, baik Nyepi maupun hari jadi Lampung sama-sama memiliki esensi yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nyepi Tahun Baru Saka 1929 yang jatuh pada Senin (19-3) merupakan hari raya bagi umat Hindu untuk melakukan introspeksi diri. Umat Hindu melakukan empat hal yang disebut catur brata penyepian; &lt;i&gt;amati geni&lt;/i&gt; (tidak menyalakan api), &lt;i&gt;amati karya&lt;/i&gt; (menghentikan aktivitas kerja), &lt;i&gt;amati lelanguan&lt;/i&gt; (tidak mencari hiburan/tidak bersenang-senang), dan &lt;i&gt;amati lelungan&lt;/i&gt; (tidak bepergian).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedangkan hari jadi Lampung pada 18 Maret 2007 pun memiliki substansi yang sama. Provinsi yang merupakan gerbang Pulau Sumatera ini telah mencapai usia 43 tahun sejak resmi menjadi provinsi dan keluar dari provinsi induknya Sumatera Selatan tahun 1964. Tentu hal ini merupakan kebanggaan dan momentum untuk evalusi guna meningkatkan kinerja dan pembangunan di Provinsi Lampung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walau perayaan Nyepi jatuh tanggal 19 Maret, runutannya sudah dimulai sekitar tiga hari sebelumnya. Rangkaian Nyepi ini diawali dengan &lt;i&gt;melasti&lt;/i&gt;, yaitu upacara untuk pembersihan dan penyucian sarana dan prasarana persembahyangan. Selain itu, &lt;i&gt;melasti&lt;/i&gt; ini untuk menyucikan isi jagat dan mengambil &lt;i&gt;amerta&lt;/i&gt; (air suci sumber kehidupan). Upacara ini dilaksanakan di laut atau tempat-tempat mata air terdekat, seperti sungai dan bendungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemudian, sehari sebelum hari Nyepi dilakukan &lt;i&gt;tawur agung&lt;/i&gt;. Upacara ini bertujuan untuk menetralkan unsur-unsur &lt;i&gt;panca mahabhuta&lt;/i&gt;, yang terdiri dari tanah, air, panas, udara, dan &lt;i&gt;ether&lt;/i&gt;, yaitu lima unsur yang menjadi cikal bakal alam makrokosmos (alam semesta) dan mikrokosmos (badan makhluk hidup). Selain itu juga, upacara ini untuk menyeimbangkan dan mengharmoniskan kondisi lingkungan. Pada hari ini dilakukan upacara &lt;i&gt;bhuta yadnya&lt;/i&gt;, yaitu &lt;i&gt;mecaru&lt;/i&gt;&lt;i&gt;bhuta&lt;/i&gt; agar tidak mengganggu manusia. Biasanya juga digelar &lt;i&gt;ogoh-ogoh&lt;/i&gt; (patung raksasa) yang melambangkan &lt;i&gt;bhuta&lt;/i&gt; yang kemudian diarak untuk dihancurkan/ dibakar. yang bertujuan untuk mengharmoniskan hubungan dengan para &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dimusnahkannya &lt;i&gt;bhuta&lt;/i&gt; tadi melambangkan musnahnya sifat-sifat negatif yang ada di alam maupun pada diri sendiri. Dengan demikian, umat Hindu siap untuk memasuki tahun baru esok hari dan meninggalkan tahun yang lama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memasuki tahun baru dengan jiwa dan pemikiran yang baru. Pemikiran dan moral untuk mewujudkan &lt;i&gt;tri kaya parisudha&lt;/i&gt;. Yaitu, berpikir yang benar (&lt;i&gt;manacika&lt;/i&gt;), berbuat yang benar (&lt;i&gt;kayika&lt;/i&gt;), dan berkata yang benar  (&lt;i&gt;wacika&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada &lt;i&gt;tawur agung&lt;/i&gt; tersebut, dibarengi dengan hari jadi provinsi Lampung. Ini suatu kebetulan. Sehingga, semangat dari upacara tersebut juga diharapkan tidak hanya untuk umat Hindu, tapi juga untuk masyarakat Lampung. Dengan demikian, para &lt;i&gt;bhuta&lt;/i&gt; (raksasa) dapat pergi dari bumi Lampung. Sehingga, masyarakat Lampung siap menginjak ke usia selanjutnya dengan pemikiran yang baik untuk membangun Lampung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rangkaian upacara, baik Nyepi maupun hari jadi Lampung tersebut hanyalah simbol bakti kita kepada Hyang Widhi maupun kepada para pahlawan Lampung atas jasa-jasanya. Dengan rangkaian upacara tadi tidak serta merta dapat mengharmonisasikan atau meningkatkan &lt;i&gt;kesradhaan&lt;/i&gt;/iman kita kepada Hyang Widhi. Perlu tindakan nyata setelah upacara itu. Perlu adanya pembenahan diri untuk mencapai keseimbangan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Begitu juga dengan hari jadi ini, rangkaian kegiatan yang dilakukan tidak akan mampu menopang pembangunan di Lampung tanpa diikuti kerja nyata. Perlu adanya pemikiran dan kerja yang visioner untuk membangun Lampung ke depannya. Perlu program nyata untuk mengentaskan masyarakat miskin di perdesaan. Dan, perlu pemimpin yang memiliki integritas dalam membangun Lampung, baik dari tingkat provinsi hingga kabupaten/ kota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perayaan yang berbarengan ini hendaknya dijadikan momentum untuk evaluasi diri dan peningkatan kinerja. Evaluasi atas apa yang masih membelenggu pada diri kita untuk dapat diperbaiki pada tahun berikutnya. Begitu juga dengan peningkatan pembangunan yang masih harus terus dipacu. Hal ini untuk mendorong dalam menciptakan masyarakat yang &lt;i&gt;satyam&lt;/i&gt; (taat beragama), &lt;i&gt;siwam&lt;/i&gt;&lt;i&gt;sundaram&lt;/i&gt; (sejahtera materiil dan imateriil) menuju &lt;i&gt;moksartham jagaditaya ca iti dharmah&lt;/i&gt; (kebahagiaan lahir batin). (kasih sayang), &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selamat Hari Raya Nyepi. &lt;i&gt;Satyam eva jayate&lt;/i&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wayan Sudane&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Presidium Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_____&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dimuat di Lampung Post - Selasa, 20 Maret 2007&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;http://lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007032010182750&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-8809417190375400984?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8809417190375400984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8809417190375400984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/03/semangat-nyepi-untuk-lampung.html' title='Semangat Nyepi untuk Lampung'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RgEUExZ3IxI/AAAAAAAAAEA/3O6Y6wySg3Y/s72-c/b-nyepi-16.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-8769256644015319156</id><published>2007-03-09T12:42:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:15.607+07:00</updated><title type='text'>Calon Arang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RfD0f-nkPUI/AAAAAAAAAD4/Uoo6DQt2Skk/s1600-h/calon-arang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RfD0f-nkPUI/AAAAAAAAAD4/Uoo6DQt2Skk/s400/calon-arang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5039796813249658178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CALON&lt;/span&gt; Arang marah. Marah besar. Sebagai perempuan sakti dengan ilmu hitamnya dia leluasa dan sekehendak hati menebar teror ke segala penjuru, wabah-wabah bencana dia tabur di mana-mana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Ia murka, Diah Ratna Manggali, putrinya, selalu ditolak pria yang semula ingin kawin dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janda dari Dirah ini terus menyebar bencana, matanya melotot seperti mau keluar, lidahnya menjulur yang juga seperti tertarik ke luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelma menjadi Rangda, pengikutnya, leak-leak; Larung, Lende, Weksira, dan Guyang bertaburan membawa wabah-wabah, bencana-bencana itu menyebar, merayap ke berbagai permukaan, memangsa semua manusia, manusia adalah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini masa kegelapan atas bentuk sebuah kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kemudian Prabu Airlangga, Raja Daha, mengutus Mpu Baradah untuk mengatasi sang Rangda. Mpu Baradah mengutus pula Mpu Bahula untuk berpura-pura mengawini Ratna Diah Manggali untuk mengetahui kelemahan Calon Arang, yang sudah membunuh, membabi buta dengan wabah bencananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, Calon Arang lahir kembali, ia menyebar bencana di mana-mana, leak-leak Larung, Lende, Weksira, dan Guyang diutusnya untuk menyerang darat, laut dan udara di semua sisi dan diri, semua manusia mati di buatnya, nyawa hanyalah omong kosong baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat yang hilang, kapal-kapal yang tenggelam, kereta-kereta yang terguling dan wabah-wabah baru bermunculan di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini entah, murkanya karena putrinya yang tak kunjung di pinang, yang pasti sampai kini ratusan bahkan ribuan nyawa sudah tertelan olehnya, dan tak ada Prabu Airlangga apalagi Mpu Baradah dan Mpu Bahula, Calong Arang benar-benar berkuasa sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tak lagi bisa dikendalikan karena murkanya begitu samar ataukah ia dendam pada manusia. Janda berilmu hitam itu kini tak lagi bisa tertahan oleh apa pun. Kitab Lipyakara yang bisa jadi penangkal pun tak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kapan Calon Arang itu mengakhiri murkanya atau  tersandung menemui ajalnya, hingga akhirnya wabah dan bencana ini bisa berhenti dari bertubi-tubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wabah dan bencana terus merayap masuk pori-pori dan ini akan kembali menjadi sebuah periode kegelapan dan pasti akan kembali dan kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangda bisa mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Ratu Sakti Calon Arang, Rangda yang lemah menjelang ajalnya hanya berucap menyadarkan setiap orang; untuk mulai sekarang hendaknya kita sebagai umat manusia harus selalu ingat kepada Tuhan pemilik semesta, dia hanya meminta manusia untuk menyembah Tuhan, begitu saja. MEZA SWASTIKA. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;www.lampungpost.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-8769256644015319156?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8769256644015319156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8769256644015319156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/03/calon-arang.html' title='Calon Arang'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RfD0f-nkPUI/AAAAAAAAAD4/Uoo6DQt2Skk/s72-c/calon-arang.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-6787913570670947405</id><published>2007-03-05T17:48:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:15.886+07:00</updated><title type='text'>Sekilas Lampung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rev2DyKYZaI/AAAAAAAAADw/B3oOxVJePOA/s1600-h/lampungbali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 208px; height: 187px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rev2DyKYZaI/AAAAAAAAADw/B3oOxVJePOA/s400/lampungbali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5038391153009386914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" lang="SV" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah&lt;/span&gt; asal mula kata Lampung berasal dari beberapa sumber. Salah satu sumber menyebutkan bahwa pada zaman dahulu provinsi ini bila di lihat dari daerah lain seperti melampung/terapung. Sebab wilayahnya sendiri pada waktu itu sebagian besar dikelilingi oleh sungai-sungai dan hanya dihubungkan deretan Bukit Barisan di tanah Andalas. Karena daerah ini pada saat itu tampak terapung, lalu muncullah sebutan lampung (melampung).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Sumber lain berdasarkan sebuah legenda rakyat menyebutkan, zaman dulu di daerah ini ada seorang yang sakti mandraguna serta memiliki kepandaian yang sulit ada tandingannya bernama Mpu Serutting Sakti. Sesuai dengan namanya, salah satu kesaktian Mpu tersebut dapat terapung diatas air. Kemudian di ambil dari kepandaian Mpu Serutting Sakti itu, tersebutlah kata lampung (terapung).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Riwayat lain menyebutkan bahwa pada zaman dahulu ada sekelompok suku dari daerah Pagaruyung Petani, dipimpin kepala rombongan bernama Sang Guru Sati. Suatu ketika Sang Guru Sati mengembara bersama ketiga orang anaknya, masing-masing bernama Sang Bebatak, Sang Bebugis dan Sang Bededuh. Karena kala itu tanah Pagaruyung sudah dianggap tak dapat lagi mampu memberikan penghidupan yang layak, lalu ketiga keturunan ini akhirnya mencari daerah kehidupan baru.&lt;span style=""&gt;                                &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Dalam riwayat ini disebutkan, Sang Bebatak menuju ke arah utara, menurunkan garis keturunan suku bangsa Batak. Sang Bebugis menuju ke arah timur, menurunkan garis keturunan suku bangsa Bugis dan Sang Bededuh menuju ke arah timur-selatan yang merupakan garis keturunan suku Lampung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Singkat cerita, keturunan berikutnya dari Sang Guru Sati lalu tinggal di Skala Brak. Saat rombongan tersebut memasuki sebuah daerah yang di sebut dengan Bukit Pesagi, Appu Kesaktian, salah seorang ketua rombongan menyebut kata “lampung”; maksudnya menanyakan siapa bermukim di tempat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN-GB" &gt;Kemudian dalam pertemuan ini, pertanyaan yang dilontarkan Appu Kesaktian di jawab oleh Appu Serata Dilangit yang sudah lebih dulu menetap di sana dengan kata &lt;i style=""&gt;“wat”&lt;/i&gt; yang dalam bahasa daerah berarti &lt;i style=""&gt;ada&lt;/i&gt;. Artinya, tempat tersebut ada yang menghuni. Karena terjadi selisih paham, kedua tokoh itu bersitegang namun mereka akhirnya menjalin persaudaraan. Selanjutnya nama “lampung” selalu diucapkan dan jadi nama tempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN-GB" &gt;Versi lain dari cerita rakyat Lampung yang penuturannya hampir sama dengan kedatangan Appu Kesaktian di Bukit Pesagi adalah cerita tentang Ompung Silamponga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Dalam kisahnya diceritakan, di daerah yang sekarang dinamakan Tapanuli, dulu terjadi letusan gunung berapi. Karena letusan gunung berapi itu cukup dahsyat, di tempat ini banyak penduduknya yang mati terkena semburan lahar panas serta bebatuan yang disemburkan dari gunung berapi tersebut. Namun, meskipun letusan itu sangat hebat, banyak juga yang berhasil menyelamatkan diri. Letusan gunung api di daerah Tapanuli ini menurut tuturannya membentuk sebuah danau yang kini di kenal dengan nama Danau Toba.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Adalah empat orang bersaudara, masing-masing bernama Ompung Silitonga, Ompung Silamponga Ompung Silaitoa dan Ompung Sintalanga berhasil selamat dari letupan gunung berapi. Mereka berempat menyelamatkan diri meninggalkan tanah Tapanuli menuju ke arah tenggara. Dalam penyelamatan diri itu, keempat bersaudara tersebut naik sebuah rakit menyusuri pantai bagian barat pulau Swarna Dwipa yang sekarang bernama Pulau Sumatera. Siang malam mereka tidur diatas rakit terus menyusuri pantai. Berbulan-bulan mereka terombang-ambing dilautan tanpa tujuan yang pasti. Persediaan makananpun dari hari ke hari semakin berkurang. Keempat bersaudara ini juga sempat singgah di pantai untuk mencari bahan makanan yang diperlukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Entah apa sebabnya, suatu hari ketiga saudara Ompung Silamponga enggan diajak untuk meneruskan perjalanan. Padahal ia pada waktu itu dalam keadaan menderita sakit. Merekapun turun ke daratan dan setelah itu menghanyutkan Ompung Silamponga bersama rakit yang mereka naiki sejak dari tanah Tapanuli. Berhari-hari Ompung Silaponga tak sadarkan diri diatas rakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Pada suatu ketika, Ompung Silamponga sadar begitu merasakan rakit yang ditumpanginya menghantam suatu benda keras. Saat matanya terbuka, ia langsung kaget karena rakitnya telah berada di sebuah pantai yang ombaknya tidak terlalu besar. Yang lebih mengherankan lagi, begitu terbangun badannya terasa lebih segar. Segeralah dia turun ke pantai dengan perasaan senang. Ia tak tahu sudah berapa jauh berlayar dan dimana saudaranya berada. Yang dia tahu, kini telah mendarat di suatu tempat. Kemudian Ompung Silamponga tinggal di pantai tersebut. Kebetulan di pantai ini mengalir sungai yang bening. Pikirnya, disinilah tempat terakhirnya untuk bertahan hidup, jauh dari letusan gunung berapi.&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Setelah sekian lamanya Ompung Silamponga menetap di sini, yang menurut cerita tempatnya terdampar itu sekarang bernama Krui, terletak di Kabupaten Lampung Barat, ia hidup sebagai petani. Karena merasa sudah lama bertempat tinggal di daerah pantai, Ompung seorang diri akhirnya melakukan perjalanan mendaki gunung dan masuk ke dalam hutan. Suatu ketika tibalah ia di sebuah bukit yang tinggi dengan panorama yang indah. Pandangannya mengarah ke laut serta di sekitar tempat itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Kegembiraan yang dirasakannya, tanpa sadar dia berteriak dari atas bukit dengan menyebut kata &lt;i style=""&gt;Lappung&lt;/i&gt;. Lappung dalam bahasa Tapanuli berarti luas. Keyakinannya, pastilah disekitar situ ada orang selain dirinya. Dengan tergesa-gesa dia turun dari atas bukit. Sesampainya di tempat yang di tuju, Ompung bertekad untuk menetap di dataran tersebut untuk selamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Ternyata apa yang selama ini diyakininya memang benar, setelah cukup lama tinggal di sini, Ompung akhirnya bertemu dengan penduduk yang lebih dulu menetap di tempat ini dengan pola hidup yang masih tradisional. Tapi meskipun demikian, penduduk itu tidak mengganggu Ompung bahkan diantara mereka terjalin tali persahabatan yang baik. Saat datang ajal menjemput, Ompung Silamponga meninggal di dataran itu untuk selamanya. Daerah yang di sebut Lappung tersebut bernama Skala Brak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Tuturan cerita rakyat di sini mengatakan, bahwa nama Lampung berasal dari nama Ompung Silamponga. Namun ada pula yang menuturkan kalau nama Lampung di ambil dari ucapan Ompung saat ia berada diatas puncak bukit begitu melihat dataran yang luas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Versi berikutnya tentang asal-usul kata Lampung disebutkan bahwa Skala Brak merupakan perkampungan pertama orang Lampung yang penduduknya dinamakan orang Tumi atau Buai Tumi.&lt;span style=""&gt;                                        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Menurut Achjarani Alf dalam tulisannya tahun 1954 berjudul “Ngeberengoh” tentang istilah kata Lampung, bahwa untuk menuliskan kata Lampung, selain orang Lampung yang beradat Sai Batin maka mereka menuliskannya dengan sebutan Lampung dan bagi orang Sai Batin menyebutkannya dengan sebutan `Lampung’ sebagaimana dalam bahasa Indonesia. Hal ini sama dengan sebutan “Mega-lo” menjadi kata “Menggala”.&lt;span style=""&gt;                                                                       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Sebelum ajaran agama Hindu masuk ke Indonesia, beberapa sumber menyebutkan bahwa di daerah ini semasanya telah terbentuk suatu pemerintahan demokratis yang di kenal dengan sebutan Marga. Marga dalam bahasa Lampung di sebut Mega dan Mega-lo berarti Marga yang utama. Dimana masuknya pengaruh Devide Et Impera, penyimbang yang harus ditaati pertama kalinya di sebut dengan Selapon. Sela berarti duduk bersila atau bertahta sedangan Pon/Pun adalah orang yang dimuliakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Ketika ajaran agama Hindu masuk ke daerah Selapon, maka mereka yang berdiam di Selapon ini mendapat gelaran Cela Indra atau dengan istilah lebih populer lagi di kenal sebutan Syailendra atau Syailendro yang berarti bertahta raja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Berdasarkan catatan It-Shing, seorang penziarah dari daratan Cina menyebutkan, dalam lawatannya ia pernah mampir ke sebuah daerah di tanah Swarna Dwipa (pulau Sumatera). Dimana di tempat itu walau kehidupan penduduknya masih bersifat tradisional tapi sudah bisa membuat kerajinan tangan dari logam besi (pandai besi) dan dapat membuat gula aren yang bahannya berasal dari pohon Aren. Ternyata tempat yang disinggahinya tersebut merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Sriwijaya, yang mana kerajaan besar ini sendiri gabungan dari Kerajaan Melayu dengan Tulang Bawang (Lampung).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Sewaktu pujangga Tionghoa It-Shing singgah melihat daerah Selapon, dari It-Shing inilah kemudian lahir nama &lt;i style=""&gt;Tola&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;P’ohwang&lt;/i&gt;. Sebutan Tola P’ohwang diambilnya dari ejaan &lt;i style=""&gt;Sela-pun&lt;/i&gt;. Sedangkan untuk mengejanya, kata Selapon ini di lidah It-Shing berbunyi: So-la-po-un. Berhubung orang Tionghoa itu berasal dari Ke’, seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendatang negeri Cina yang asalnya dari Tartar dan dilidahnya tidak dapat menyebutkan sebutan So maka It-Shing mengejanya dengan sebutan To. Sehingga kata Solapun atau Selapon disebutnya Tola P’ohwang, yang kemudian lama kelamaan sebutan Tolang Powang menjadi Tulang Bawang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Kerajaan Sriwijaya berbentuk federasi yang terdiri dari Kerajaan Melayu dan Kerajaan Tulang Bawang semasanya menerima pengaruh ajaran agama Hindu. Sedangkan orang Melayu yang tidak menerima ajaran tersebut menyingkir ke Skala Brak. Sebagian lagi tetap menetap di Mega-lo dengan budaya yang tetap hidup dengan ditandai adanya Aksara Lampung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Di antara orang Sela-pon yang menyingkir ke Skala Brak, guna untuk merapatkan kembali hubungan dengan orang Melayu yang pindah ke Pagaruyung, dilakukanlah pernikahan dengan seorang wanita bernama &lt;i style=""&gt;“Tuanku Gadis”&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari pernikahan tersebut, Selapon akhirnya mendapat istilah baru lagi menjadi Selampung, dengan silsilahnya yang asli mereka gelari &lt;i style=""&gt;“Abung”.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya adalah sebuah kerajaan agung yang wilayahnya sangat luas. Rajanya yang pertama bernama Sri Jayanegara (680). Wilayah daerahnya meliputi sejumlah daerah di Sumatera, Jawa Barat dan Kalimantan Barat, bahkan nama Sriwijaya termashur hingga ke Malaysia dan Singapura (konon di ambil dari nama panglima perang Sriwijaya yang mendarat di sana bernama Panglima Singapura) sampai ke India.&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Kemashuran Kerajaan Sriwijaya di tanah air meninggalkan beberapa bukti kejayaan, diantaranya sebuah candi di Muara Takus Provinsi Jambi yang di kenal dengan Candi Muara Takus, makam raja-raja di Bukit Siguntang, Bukit Besar Palembang, Sumsel serta sejumlah prasasti (batu bertulis) yang berada di beberapa tempat, seperti: Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Palembang, Prasasti Talang Tuo di Palembang, Prasasti Telaga Batu di Palembang, Prasasti Bom Baru di Palembang, Prasasti Kota Kapur di Pulau Bangka, Prasasti Karang Berahi di Jambi, Prasasti Palas Pasemah di Lampung Selatan dan Prasasti Nalanda di Mesium Nalanda di India.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Dari sejumlah berita-berita ini diketahui, Sriwijaya memperoleh kemajuan sekitar abad ke 7 dan 8 masehi dibawah pemerintahan Raja Balaputra Dewa dari Wangsa Syailendra. Kemajuan-kemajuan itu, diantaranya: Membentuk armada laut yang kuat sehingga memberikan kemudahan bagi para pedagang untuk singgah dan berdagang dengan aman; Kapal-kapal dagang Sriwijaya berlayar hampir ke seluruh pelabuhan di Asia; Memberikan kesempatan pada putra-putri Indonesia untuk belajar sampai ke India (Perguruan Tinggi Nalanda).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran pada sekitar abad ke 11 masehi. Lemahnya kerajaan yang sempat jaya ini dikarenakan mendapat serangan dari Kerajaan Cola pimpinan Rajendrachola tahun 1025 dan munculnya Kerajaan Kediri yang mengadakan ekspedisi Pamalayu ke Sumatera.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Dari beberapa keterangan di peroleh bahwa kata Lampung telah berulang kali mengalami perubahan. Semula sebelum Hindu dari India masuk ke Nusantara di sebut &lt;i style=""&gt;Selapon&lt;/i&gt;. Setelah Hindu masuk mendapat gelaran &lt;i style=""&gt;Cela Indra&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;Syailendra/Syailendro&lt;/i&gt;. Abad ke IV oleh It-Shing disebutkannya &lt;i style=""&gt;Tola P’ohwang&lt;/i&gt; (Tulang Bawang). Abad ke VII di masa Tuanku Gadis mendapat gelaran &lt;i style=""&gt;Selampung&lt;/i&gt; yang kemudian menjadi sebutan Lampung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;www.lampungtengah.go.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-6787913570670947405?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/6787913570670947405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/6787913570670947405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/03/sekilas-lampung.html' title='Sekilas Lampung'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rev2DyKYZaI/AAAAAAAAADw/B3oOxVJePOA/s72-c/lampungbali.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-2056440639616555578</id><published>2007-03-05T17:24:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:16.018+07:00</updated><title type='text'>Pencitraan KMHDI, Perlukah?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rev0nSKYZZI/AAAAAAAAADo/FArgDTwSLxI/s1600-h/kmhdi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rev0nSKYZZI/AAAAAAAAADo/FArgDTwSLxI/s400/kmhdi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5038389563871487378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;Pencitraan&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; itu penting. Sejenak kata itu mengiang membuat kepala pusing tujuh keliling. Apasih itu? Yang jelas banyak teori dan retorikanya. Pencitraan adalah suatu cara untuk membangun image kepada publik. Mungkin itulah yang bisa kita artikan. Kini pencitraan ini lagi ngetren dibicarakan, jangan heran bila kemudian ada politik pencitraan. Politik pencitraan ini mutlak harus dilakukan oleh para politisi sekarang ini. Banyak cara yang dilakukan. Salah satunya dengan memanfaatkan media, baik elektronik maupun cetak. Menurut Gabriel Almond, semua bentuk interaksi manusia melibatkan komunikasi. Media massa seperti televisi, radio, surat kabar dan majalah ikut mempengaruhi struktur komunikasi dalam masyarakat. Dari sini timbul yang sering disebut dengan komunikasi politik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; Para aktor publik ini terus membangun &lt;i&gt;image&lt;/i&gt; yang baik kepada publik. Tentu dengan harapan agar apa yang dilakukan mendapat respon positif dari konstituennya. Tapi tidak semuanya. Ada yang melakukannya dengan tulus dan tanpa pamrih. Selain itu juga, tentu banyak gerakan-gerakan yang saling ‘menjatuhkan’ antar pelaku aktor tadi. Jangan heran bila banyak ungkapan ‘tebar pesona’ yang banyak ditulis di media. Inikah politik? Lebihnya lagi politik pencitraan? Bagaimana sebenarnya komunikasi politik yang dilakukan para elite politik untuk para konstituennya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; Terlepas dari itu semua, bagaimana dengan KMHDI? Bagaimana politik pencitraan KMHDI? Bagaimana komunikasi politik KMHDI? &lt;i&gt;Wah serem banget sih! Pake-pake  politik segara.&lt;/i&gt; Yang jelas KMHDI tengah menjalani proses ini. Kenapa? Karena KMHDI adalah organisasi mahasiswa khususnya Hindu tingkat nasional. KMHDI dengan ideologi dan visi misinya juga tidak lepas dari politik. Politik apa? &lt;i&gt;Ya, &lt;/i&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);" id="lw_1173091066_0"&gt;kira-kira&lt;/span&gt; tidak lepas dari politik nilai maupun politik moral. Bisa dikatakan juga, KMHDI adalah representasi dari mahasiswa Hindu di Indonesia. Bila ya, lantas apa yang telah dilakukan? Banyak, jangan diragukan lagi. Banyak yang telah dilakukan organisasi yang bervisi wadah pemersatu dan alat pendidikan kader mahasiswa Hindu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; Mana buktinya? Inilah yang harus dijawab dengan politik pencitraan tadi. Pencitraan seperti apa yang harus dilakukan?&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Untuk ukuran KMHDI, mungkin internal, anggaplah sudah ‘dipandang’ apalagi di daerah Bali. KMHDI sudah dapat ‘memainkan’ perannya dengan baik, terlepas dari kekurangan yang ada. Namun secara keseluruhan untuk internal Hindu misalnya, sudahkah KMHDI memainkan politik pencitraan ini? Bagaimana dengan pergulatannya di tingkat nasional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; Untuk internal Hindu, ada beberapa media nasional Hindu seperti majalah Raditya, Media Hindu, Sarad, dan sebagainya. Tentu media tersebut memiliki segmen yang berbeda yang telah pernah diulas oleh Sdr. Tude (Ketua Litbang PP KMHDI 2003-2006). Akhir-akhir ini, KMHDI jarang sekali ‘nongol’ di media tersebut. Entah individunya sebagai aktivis KMHDI maupun kegiatan KMHDI-nya. Padahal banyak sekali bahan dan ulasan yang bisa dijadikan tulisan. Disini komunikasi KMHDI kepada publik khususnya umat Hindu mengalami penurunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; Kenapa harus ditulis? Inilah pencitraan KMHDI kepada publik (baca Marketing KMHDI, ada di CD Antalogi Sastra Digital). Bukan berarti kita harus berjalan dengan diam, yang suatu saat biarlah orang/ publik yang menilai. Ini sangat bijak. Tapi serasa hati ini gregetan bila membaca media-media milik Hindu tersebut. Banyak organisasi yang dengan rutin melakukan pencitraan dengan mengirimkan berita/ artikel maupun advertorialnya pada setiap edisi majalah tersebut. Padahal kalau kita mau jujur, seberapa besarkah organ tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;KMHDI itu besar. Siapa yang memperjuangkan mahasiswa Hindu tingkat nasional? (baca KMHDI dan Politik, dibuku Kader Politik KMHDI). KMHDI-lah yang memegang corong perjuangan ini. Ingat, kita organisasi mahasiswa Hindu,&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;i&gt;core &lt;/i&gt;perjuangan dan dialektika kita ada pada batasan dan ranah mahasiswa dengan idealisnya. Tulisan ini sebagai kritik dan otokritik bagi kita, Pengurus PP KMHDI. Penulis sangat tertarik untuk memperdalam tulisan ini dengan berbagai teori (agar sesuai dengan judulnya). Sekaligus sebagai penggugah bagi kita untuk &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);" id="lw_1173091066_1"&gt;segera&lt;/span&gt; menulis di media. Tentu dengan etika jurnalistik yang ada. Bukankah juga KMHDI mengkader jurnaslitik? Bukankah ini cara komunikasi kepada publik yang efektif? Sekali lagi, kalau ya, mari kita &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" id="lw_1173091066_2"&gt;mulai.&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ws&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-2056440639616555578?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2056440639616555578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2056440639616555578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/03/pencitraan-kmhdi-perlukah.html' title='Pencitraan KMHDI, Perlukah?'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rev0nSKYZZI/AAAAAAAAADo/FArgDTwSLxI/s72-c/kmhdi.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-3825364855642940155</id><published>2007-03-02T23:36:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:16.203+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pulau Seribu'/><title type='text'>Menyambut Rakornas VIII KMHDI (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RehU1zOYDdI/AAAAAAAAADc/r1GZPGTMTVI/s1600-h/wayans.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 208px; height: 235px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RehU1zOYDdI/AAAAAAAAADc/r1GZPGTMTVI/s400/wayans.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5037369466474204626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";color:maroon;"  lang="EN-US"&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="line-height: normal; font-family: verdana; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";color:maroon;"  lang="EN-US"&gt;Hadirnya &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";color:maroon;"  lang="EN-US"&gt;berbagai fenomena globalisasi dengan berbagai macam aspeknya seakan telah meluluhkan batas-batas tradisional antarnegara, bahkan nasionalisme sebuah negara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat misalnya, kini mengarah pada tuntutan globalisasi yang merambah pada semua lini kehidupan. Globalisasi terjadi tidak lepas dari peran individu sebagai pemain peran di masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";color:maroon;" &gt;Upaya untuk menghadapi perubahan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Perubahan dan arah globalisasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak hanya sebatas pada pembicaraan antara barat dan timur.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sejatinya benarkah bangsa dan negara ini tengah masuk pada era globalisasi? Problem dan agenda pemerintahan yang kurang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berpihak pada masyarakat mengindikasikan perubahan kearah yang menurun. Kemiskinan, rendahnya mutu pendidikan, dan &lt;i&gt;seabrek&lt;/i&gt; masalah lainnya adalah contoh permasalahan yang harus ditemukan solusinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";color:maroon;" &gt;Masih banyaknya permasalahan tersebut menuntut semua elemen bangsa untuk berperan aktif. Kemajuan yang dicapai oleh sebagian kecil dari elemen bangsa belum dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dapat dikatakan masyarakat kini merindukan keadilan dan pemerintahan yang pro kepada masyarakat. Sektor pembangunan manusia Indonesia adalah hal yang penting dalam mewujudkannya. Berbicara kualitas manusia Indonesia yang tengah berada diambang globalisasi, peran pendidikanlah yang utama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";color:maroon;" &gt;Apakah relevansi masalah tersebut dengan pendidikan?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Relevansi tersebut tidak lepas dari peran sumber daya manusia yang berkualitas. Kualitas dari SDM inilah yang diciptakan oleh salah satu elemen penting yaitu pendidikan. Pendidikan sebagai awal dalam pembentukan karakter manusia dan bangsa. Pendidikan yang baik memberikan dukungan pada pelaksanaan program dibidang lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";color:maroon;" &gt;Negara yang masyarakatnya memiliki pendidikan dan karakter baik akan mengarah pada martabat bangsa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Secara universal pendidikan berarti upaya pengubahan manusia menjadi lebih cerdas, yang dalam konsep filsafat pendidikan Indonesia dinyatakan bahwa pendidikan ialah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kecerdasan tersebut tidak hanya sebatas kecerdasan kognitif atau intelektual belaka, tapi kecerdasan manusia yang seutuhnya, kecerdasan total manusia dalam berbagai bidang kehidupannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";color:maroon;" &gt;Individu yang memiliki pendidikan dapat berbicara kehidupan ekonomi bangsa yang cerdas, kehidupan religius bangsa yang cerdas, kehidupan politik bangsa yang cerdas, dan seterusnya. Kehidupan bangsa yang cerdas ini esensinya adalah manusia-manusia individual, personal yang cerdas. Dengan masyarakat yang cerdas bangsa dan negara dapat menjawab semua permasalahannya dengan kerja nyata. Tidak sebatas retorika dan kepentingan pragmatis belaka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";color:maroon;" &gt;Sebagai organisasi kader tingkat nasional, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melihat hal ini sangat signifikan yang harus direalisasikan dengan kaderisasi dan pendidikan. Disadari bahwa membangun bangsa dan negara harus dimulai dengan pendidikan dan pengorganisasian yang baik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Atas dasar pemikiran tersebut, KMHDI menyadari bahwa pendidikan tidak dapat hanya diwacanakan saja tapi juga harus diimplementasikan dalam bentuk kegiatan nyata. Paradigma tentang pendidikan ini diimplementasikan dalam berbagai kegiatan nyata untuk &lt;/span&gt;&lt;span style=";color:maroon;" &gt;berpikir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membangun bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" class="fullpost" &gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;wayan sudane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-3825364855642940155?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3825364855642940155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3825364855642940155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/03/menyambut-rakornas-viii-kmhdi-1.html' title='Menyambut Rakornas VIII KMHDI (1)'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RehU1zOYDdI/AAAAAAAAADc/r1GZPGTMTVI/s72-c/wayans.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-3769033598540401448</id><published>2007-02-07T18:06:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:16.556+07:00</updated><title type='text'>Perdamaian untuk Kesejahteraan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rcm0B9_WqzI/AAAAAAAAAC4/AM7vK4r6hVc/s1600-h/gandhi010.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rcm0B9_WqzI/AAAAAAAAAC4/AM7vK4r6hVc/s400/gandhi010.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5028748404849027890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Terbangun &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;dan melihat kesekitar, seolah penuh dengan persoalan dan masalah. Hidup ditengah-tengah kemajemukan penuh dengan perbedaan. Dimulai dengan bedanya budaya, suku, agama, dan sistem sosial lainnya merupakan dua sisi yang memberikan dampak berbeda. Disatu sisi memberikan hikmah kekayaan budaya untuk menjalin persatuan. Disisi lain merupakan ancaman untuk menanamkan benih-benih konflik baik horizontal maupun vertikal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Keberagaman tersebut bila disadari dengan semangat persatuan memang merupakan keunggulan yang dimiliki &lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bangsa &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;. Sebagai sebuah komunitas, dengan perbedaan tadi perlu suatu perekat untuk mengakomodir dan mewujudkan perdamaian. Semangat dari perdamaian senantiasa harus menyertai setiap p&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;erjuangan menegakan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ajaran masing-masing agama tentu memiliki perbedaan juga. Namun semua agama mengajarkan nilai-nilai perdamaian. Bahkan dalam ajaran agama pun mengajarkan nilai-nilai universal untuk menjunjung tinggi pemeluk agama lainnya. Dan ajaran agama tersebut merupakan keyakinan yang mampu memberikan motivasi perilaku para umatnya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dengan keyakinan dan fanatik yang berlebihan kadang orang menganggap agamanyalah yang paling benar. Sehingga jangan heran bila terjadi militansi yang kemudian muncul kekerasan mengatasnamakan agama. Tentu hal ini kontradiksi dengan perjuangan tokoh antikekerasan dan pluralisme. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Beberapa hari lalu, 29-30 Januari, dunia kembali diingatkan pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perdamaian ini. Di India diadakan konferensi internasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;onal dalam rangka 100 tahun gerakan &lt;i&gt;Satyagraha &lt;/i&gt;yang dipelopori Mahatma Gandhi. Pertemuan tersebut tentu mengingatkan kita pada perdamaian yang dibawakan oleh pria dengan nama lengkap Mohandas Karamchand Gandhi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di Indonesia juga digelar Global Forum bertajuk perdamaian. Forum ini berupaya menciptakan perdamaian melalui pembangunan media dan sumber daya manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Perdamaian adalah sebuah awal untuk mencapai kesejahteraan. Gandhi memberikan ajaran perda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;maiannya kepada dunia yang hingga kini selalu dikenang. &lt;i&gt;Ahimsa&lt;/i&gt;, tindakan tanpa kekerasan dalam setiap langkah kehidupan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Satyagraha&lt;/i&gt;, menerapkan kekuatan yang menjunjung tinggi pada kebenaran. &lt;i&gt;Aparigraha&lt;/i&gt;, sikap tidak memiliki terhadap kebendaan. Dan &lt;i&gt;Samakhava&lt;/i&gt;, tidak merasa terganggu karena perasaan sakit ataupun bahagia, terus berjuang tidak perduli akan hasilnya, berhasil atau gagal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ajaran Gandhi ini memberikan inspirasi pada tokoh-tokoh dunia lainnya. Nelson Mandela, pejuang kulit hitam dan kemudian menjadi Presiden Afrika Selatan pada 1984, mengakui bahwa ketabahan ekstra yang dijalani Gandhi telah menjadi inspirasi baginya untuk bisa bertahan saat menentang politik apartheid yang berlangsung puluhan tahun. (Kompas, &lt;/span&gt;&lt;st1:date year="2007" day="2" month="4"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;4/2/07&lt;/span&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Ta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;npa Kekerasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rcm0u9_Wq1I/AAAAAAAAADI/K6t4ufeOJgg/s1600-h/gandhi055.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rcm0u9_Wq1I/AAAAAAAAADI/K6t4ufeOJgg/s400/gandhi055.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5028749177943141202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Ahimsa &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;yang diajarkan oleh Gandhi tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seolah menjadi pengingat bagi kita saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Mewujudkan perdamaian dengan tanpa kekerasan sangat relevan dengan pesan tokoh dunia yang lahir 2 Oktober 1869 ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;. &lt;i&gt;Satyagraha,&lt;/i&gt; metode perjuangan dengan berpegang pada kebenaran dan tanpa kekerasan. Semangat yang harus ada pada setiap pemikiran untuk membangun bangsa. Dimana kebenaran hendaknya selalu dijunjung pada setiap perbuatan, baik pada kehidupan politik, ekonomi, budaya dan sosial. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ajaran yang mulia ini akan selalu relevan setiap jaman bila dimaknai dalam setiap gerak kehidupan. Tidak serta merta tanpa kekerasan dalam pertikaian maupun pertempuran. Anti kekerasan juga dapat dimaknai dalam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;berbagai sisi baik perbuatan maupun pemikiran. Semangat ini hendaknya menjiwai setiap pemikiran bangsa untuk membangun kemajuan masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tanpa kekerasan, tidak menyakiti hendaknya menjadi dasar dalam perjuangan para tokoh bangsa baik politisi hingga budayawan. Tidak menyakiti hati rakyat, tidak main sikut untuk meraih 'kursi' adalah implementasi ajaran dalam kehidupan politik. Semuanya didasarkan pada kebenaran yang harus dijunjung tinggi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Begitu juga &lt;i&gt;Aparigraha&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Samakhava&lt;/i&gt;, bentuk perjuangan yang tidak mengharapkan pamrih. Perbuatan untuk kesejahteraan masyarakat dengan tidak mengharapkan balas budi. Tidak terikat pada hasilnya dan selalu dalam posisi seimbang. Tidak terikat pada hasil. Ajaran ini relevan dengan perjuangan para tokoh dan elemen b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;angsa dalam membangun Tanah Air. Hendaknya semangat inilah yang menjadi pijakan dalam setiap gerak dan arus perpolitikan bangsa. Tidak selalu harus mengharap balas budi dari sejumlah konstituen misalnya. Tidak juga mengharap imbalan dan posisi tawar tertentu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bekerja tanpa pamrih. Melaksanakan tugas tanpa &lt;i&gt;embel-embel &lt;/i&gt;masih belum banyak diterapkan oleh tokoh di negara &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;. Masih banyak politisi yang melakukan investasi politik dengan harapan imbalan tertentu. Padahal bila hal itu dilakukan dengan prinsip tanpa pamrih, bukankah masyarakat akan lebih ilegan menilainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;h1 style="text-align: justify; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mengentaskan Kemiskinan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rcm0Td_Wq0I/AAAAAAAAADA/RjZ2QeNG3tg/s1600-h/gandhi090.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 88px; height: 93px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rcm0Td_Wq0I/AAAAAAAAADA/RjZ2QeNG3tg/s400/gandhi090.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5028748705496738626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Gandhi tidak saja menginginkan kehidupan dengan perdamaian tanpa kekerasan. Namun juga kehidupan dengan kesejahteraan dan kebangkitan untuk semuanya. Ajaran ini dikenal dengan &lt;i&gt;sarvodaya&lt;/i&gt;. Dengan konsep ini, Gandhi juga menghendaki kehidupan ekonomi yang lebih baik dan kesejahteraan untuk semua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kehidupan perekonomian, menurut Gandhi harus memberikan kesejahteraan bagi semua penganut ajaran agama. Gandhi tidak berfokus pada kekayaan namun pada manusia. Ia menginginkan manusia memperoleh tempat yang selayaknya. Gandhi tidak ingin memisahkan aspek ekonomi dan spritual. Kedua aspek ini harus berjalan seimbang dan harmonis untuk mencapai kesejahteraan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Perekonomian akan maju bila didasarkan pada semangat pelayanan dan pengorbanan dalam interaksi dalam masyarakat. Disamping itu juga perekonomian harus didasarkan pada etika. Gandhi juga menginginkan di seluruh wilayah pedesaan di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;India&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt; diterapkan desentralisasi ekonomi. Sistem desentralisasi ekonomi ini sejalan dengan semangat &lt;i&gt;ahimsa&lt;/i&gt; dan kesejahteraan untuk semua. Pandangan ini kemudian melahirkan konsep&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;i&gt;swasembada&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;swadeshi &lt;/i&gt;dan industri kecil. Dengan adanya industri kecil, salah satu harapan Gandhi adalah terdidiknya kaum buruh sehingga paham akan hak dan kewajibannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam pandangan ini, tentu kemiskinan adalah harus dientaskan. Kesejahteraan dapat dicapai dengan menggerakan rakyat untuk melakukan &lt;i&gt;swasembada&lt;/i&gt;. Metode yang digunakan Gandhi ini pun mengarah pada pemberdayaan usaha kecil dan menengah yang dapat dikelola oleh masyarakat di pedesaan. Akhirnya sebuah cita-cita kesejahteraan harus dicapai tanpa kekerasan. Tanpa kekerasan pun tidak semata-mata fisik, namun juga perbudakan dan bentuk penjajahan ekonomi lainnya. &lt;i&gt;Mampukah kita?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wayan Sudane&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-3769033598540401448?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3769033598540401448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3769033598540401448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/02/perdamaian-untuk-kesejahteraan.html' title='Perdamaian untuk Kesejahteraan'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rcm0B9_WqzI/AAAAAAAAAC4/AM7vK4r6hVc/s72-c/gandhi010.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-3625990762157741132</id><published>2007-02-06T16:46:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:16.959+07:00</updated><title type='text'>Merenungi Peran Pemuda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RchSMt_WqxI/AAAAAAAAACg/ZvjU154nVGg/s1600-h/lilin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 81px; height: 74px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RchSMt_WqxI/AAAAAAAAACg/ZvjU154nVGg/s400/lilin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5028359362416388882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Kegagala&lt;/em&gt;&lt;em&gt;n meredefinisi nilai-nilai nasionalisme menyebabkan hingga kini belum lahir sosok pemuda Indonesia yang dapat menjadi teladan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  align="justify" style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakarta. Jurnal Nasional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah aktivis pemuda menilai prinsip nasionalisme dalam diri pemuda Indonesia umumnya telah mengalami degradasi lantaran terus menerus tergerus oleh nilai-nilai dari luar. Jika kondisi dilematis itu tetap dibiarkan, bukan tidak mustahil degradasi nasionalisme akan mengancam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Ketua U&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Hery Haryanto Azumi mengatakan, degradasi nasionalisme dalam diri pemuda Indonesia muncul karena kegagalan dalam merevitalisasi dan mendefinisikan pemahaman nasionalisme. Pemuda Indonesia umumnya belum sadar akan ancaman arus global yang terus menerus menggerogoti identitas bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="justify" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kondisi semakin parah lantaran masih kurang maksimalnya distribusi keadilan pembangunan yang dilakukan pemerintah sehingga semakin menumbuhkan semangat etnonasionalisme yang jika dibiarkan akan mengancam eksistensi NKRI. Hery mengaku sering kali di setiap forum pertemuan pemuda se-Indonesia terdengar pernyataan dari sejumlah pemuda di daerah yang mengedepankan kepentingan etnonasionalisme. “Waktu di Manado, ada yang menyatakan sebagai bangsa Manado,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="justify" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sentimen etnosenasionalisme juga kerap disuarakan sejumlah pemuda Aceh, Riau, Papia dan beberapa daerah lainnya. Menurut dia, kepentingan yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; bersifat kedaerahan itu bermuara dari ketidakadilan pembangunan. Dengan demikian, dia mendesak agar pemerintah memaksimalkan percepatan pembangunan di setiap daerah. Jika tidak etnonasionalisme akan semakin parah. Para pemuda di sejumlah daerah akan mempertanyakan sejauh mana kontribusi negara bagi keadilan rakyat di daerah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="justify" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Eddy Setiawan, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), menilai degradasi nasionalisme dalam diri pemuda Indonesia kondisinya semakin parah karena belum adanya pembaharuan atas pemahaman dan prinsi p nasionalisme dalam diri pemuda. Kegagalan meredefinisi nilai-nilai nasionalisme telah menyebabkan hingga kini belum lahir sosok pemuda Indonesia yang dapat menjadi teladan. Akibatnya peran orang tua masih sangat mendominasi segala sector kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;Eddy menilai runtuhnya nasionalisme tidak terlepas dari ekspansi tanpa henti dari pengaruh globalisasi. Saat ini, pemuda Indonesia seperti kehilangan akar yang kuat sebagai bagian daru elemen bangsa. “Westernisasi terus menggerus nasionalisme, pemuda lebih enjoy clubbing sebagai salah satu budaya hedonis daripada berdiskusi mengenai nasionalisme,” cetusnya. Menurut dia, perilaku kebarat-baratan itu sudah semakin parah menjangkiti pemuda di kota. Tergerusnya akar tradisi sebagai bangsa Indonesia akibat ekspansi globalisasi bisa menjadi ancaman besar bagi eksistensi NKRI. “Ini bisa menjadi ancaman bagi NKRI, karena saya melihat kedaulatan bangsa ini telah tergadaikan,” lanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RcmxE9_WqyI/AAAAAAAAACs/nccZKx0jZVU/s1600-h/pres.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 288px; height: 262px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RcmxE9_WqyI/AAAAAAAAACs/nccZKx0jZVU/s400/pres.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5028745157853752098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="justify" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Presidium Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Wayan Sudane mengaku pesimis langkah dalam mengantisipasi besarnya pengaruh nilai-nilai dari luar yang terus menggerus prinsip nasionalisme dalam diri pemuda . Menurut dia pengaruh itu tidak lagi dapat dihindari karena pesatnya kemajuan teknologi informasi. Apalagi perilaku kebarat-baratan juga sudah mengakar dalam diri sebagian besar masyarakat kota di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="justify" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Melihat persoalan tersebut, Hery menilai perlu adanya redefinisi atas pemahaman dan pelaksanaan nilai-nilai nasionalisme dalam diri pemuda Indonesia. Tantangan pemuda saat ini berbeda dengan era tahun 1928 atau 1945. Jika dulu nasionalisme pemuda diarahkan untuk melawan penjajahan, kini nasionalisme diposisikan secara proporsional dalam menyikapi kepentingan pasar yang diusung kepentingan global, dan nasionalisme yang diusung untuk kepentingan negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="justify" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;“Kita harus mencermati kondisi kekinian, kita tidak boleh antipati dengan pasar. Namun kita tetap nasionalis demi kepentingan bangsa.” Dia juga menyarankan agar forum pertemuan pemuda yang bersifat kebangsaan agar terus dimaksimalkan. Menurut dia, forum kebangsaan yang dihadiri sejumlah elemen mahasiswa dan pemuda sering kali digelar. Salah satu agenda yang tak henti-hentinya dibahas adalah persoalan degradasin nasionalisme dalam diri pemuda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hery memandang, nasionalisme kebangsaan tidak terlepas dari situasi global. Dia menyerukan agar pemuda Indonesia mencermati secara kritis realitas kepentingan global terhadap Indonesia. Dia juga menghimbau agar pemerintah pusat dapat mempercepat distribusi pembangunan di semua daerah agar tidak tumbuh semangat etnonasionalisme dalam diri pemuda. Meski demikian, Wayan memandang rekomendasi dari setiap forum pertemuan sulit sekali diimplementasikan. Pasalnya, nilai dan perilaku ala barat sudah memasyarakat, dan berbaur dengan segala kepentingan. Langkah antisipasi terhadap dampak negatif arus global lewat teknologi informasi sangat sulit dikendalikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="justify" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sementara Eddy lebih memandang degradasi nasionalisme dapat dijawab melalui strategi kebudayaan dari pelbagai etnis dan suku sebagai landasan dalam melakukan modernisasi ala Indonesia. Dia juga menghimbau kepada pemuda di semua daerah agar tidak mengedepankan kepentingan yang bersifat kedaerahan. Menurut Eddy, kesejahteraan dapat direbut secara bersama-sama. “Itu adalah tugas dan tanggung jawab kita, kesejahteraan dan keadilan dapat kita perjuangkan secara bersama-sama.” Memang, nasionalisme nasional telah berubah menjadi nasionalisme regional. Indikatornya adalah muncul berbagai konflik sosial dan politik, baik dalam bentuk konflik vertical maupun konflik horizontal di beberapa daerah. Realitas tersebut membuktikan telah terjadi penurunan nilai nasionalisme di tingkat local, meskipun hanya dikumandangkan oleh sebagian kecil masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-style: italic;font-family:arial;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;M. Yamin Panca Setia&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-3625990762157741132?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3625990762157741132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3625990762157741132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/02/merenungi-peran-pemuda.html' title='Merenungi Peran Pemuda'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RchSMt_WqxI/AAAAAAAAACg/ZvjU154nVGg/s72-c/lilin.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-2318656217021312629</id><published>2007-01-12T19:26:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:17.364+07:00</updated><title type='text'>Renungan Malam Shiva Dalam Memasuki 2007</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RaeAqlxd1fI/AAAAAAAAACI/l0o6R_l7aSo/s1600-h/shiva.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RaeAqlxd1fI/AAAAAAAAACI/l0o6R_l7aSo/s400/shiva.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5019121778910156274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mereka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yang hidup mengikuti hukum alam (Rta) anginpun akan berhembus dengan rasa manis, sungaipun mengalir dengan manis, pohonpun akan tumbuh dengan memberikan rasa manis, malampun akan berlangsung dengan manis, fajar di bumipun akan memancar dengan manis dan langitpun akan biru melingkar dengan manisnya. Kalau rencana manis dari Tuhan itu diusik sampai Rta dan Dharma tidak tegak berjalan sebagaimana mestinya bencana pun akan muncul dengan sendirinya.&lt;/span&gt; Demikian dinyatakan dalam kitab suci kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;oleh :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;" class="SpellE"&gt;Wayan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;" class="SpellE"&gt;Wisanta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="SpellE"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sepanjang&lt;/span&gt; 2006 dan diawal 2007 bangsa kita cukup banyak ditimpa kejadian-kejadian yang sangat memprihatinkan kita semua, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;menelan tidak sedikit jiwa dan materi; seperti bencana alam datan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;g silih berganti seakan enggan untuk berhenti mulai dari luapan lumpur panas, banjir, tanah longsor, badai dll. Ada kecelakaan perangkat transfortasi baik darat, laut maupun udara, degradasi moral yang tidak kalah hebohnya yang dimuat dihampir semua sumber-sumber pemberitaan baik cetak maupun tayang, kita juga tidak tahu dimasa-masa mendatang apa kejadian atau peristiwa serupa masih akan terjadi lagi atau tidak, tentu kita semua berharap tidak atau minimal akan berkurang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Sehubungan dengan kejadian demi kejadian sampai-sampai ada wacana di masyarakat kita yang menurut saya sangat kekanak-kanakan yaitu keinginan untuk &lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;meruat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; presiden SBY, katanya sejak SBY jadi presiden bencana datang terus menerus. Menurut mereka barangkali ada korelasi antara SBY dan bencana sehingga harus diadakan ritual penyucian diri untuk presiden atau di prayascita menurut istilah kita, ritual untuk penyucian diri itu menurut saya bagus dan saya setuju, namun alangkah tidak bijaknya jika setiap bencana bersekala besar apalagi bencana alam dihubungkan dengan keberadaan diri seseorang termasuk diri presiden, beberapa rekan-rekan kita di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);" id="lw_1168603974_0"&gt;Bali&lt;/span&gt; juga mengeluarkan rumor yang tidak kalah kurang sedapnya katanya Susilo Bambang Yudoyono (&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bambang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dalam bahasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);" id="lw_1168603974_1"&gt;bali&lt;/span&gt; berkonotasi kurang baik) lalu Yusuf Kalla (&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kalla&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang mereka artikan sebagai kala dalam bahasa &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);" id="lw_1168603974_2"&gt;Bali&lt;/span&gt; atau bhuta dianggap sesuatu yang membahayakan), nah hal-hal yang tidak mendidik seperti itu kenapa harus dilontarkan ke publik, menurut saya ini tidak elok.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Mari kita merenung sejenak bahwa antara alam dan manusia atau semua mahluk hidup mempunyai swadharma masing-masing. Swadharma alam adalah menyediakan segala kebutuhan dasar hidup manusia dari bahan sandang, bahan papan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;termasuk kebutuhan untuk bernapas dalam bentuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;oksigen yang bersih dan cukup. Nah swadharma manusia adalah menjaga kelestarian alam itu. Jika manusia dan alam sama-sama saling menmghormati hak hidup, saling menjaga satu sama lain barangkali kehidupan ini akan harmonis selamanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Saya jadi teringan waktu kecil senang menyanyikan syair lagu dari kelompok koes plus &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bukan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu, tiada badai tiada tofan kau temui, ikan dan udang menghampiri dirimu, orang bilang tanah kita tanah surga, tonggak kayu dan batu jadi tanaman dan seterusnya.. ......... .. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Dulu kondisi alam tanah air kita bisa kita umpamakan seperti itu lestari, nyaman, sejuk dan tentram, namun sekarang tidak lagi demikian adanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Yang jelas sudah tidak ada lagi yang namanya &lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;keseimbangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;populasi manusia semakin tidak terkendali dan diperparah lagi oleh pertambahan penduduk dari kalangan masyarakan miskin secara ekonomi, sedangkan luas bumi dimana manusia berpijak diatasnya relatif tetap, dulu alam pulau &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);" id="lw_1168603974_3"&gt;Bali&lt;/span&gt; mampu memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya secara teratur tetapi sekarang tidak lagi,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kebutuhan yadnya saja didatangkan dari Jawa, Sumatera, Lombok dan pulau-pulau lain barangkali dimasa-masa mendatang harus di import dari negara lain kalau pola laku kita masih seperti sek&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;arang ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Waktu saya kecil sungai disamping rumah saya (tukad daya) tidak pernah kering sepanjang hari, sekarang kalau tidak turun hujan beberapa hari saja sudah kering kerontang itu karena &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RaeB5Vxd1gI/AAAAAAAAACQ/OUDzAyCLRH0/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RaeB5Vxd1gI/AAAAAAAAACQ/OUDzAyCLRH0/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5019123131824854530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;dihulu hutannya di perkosa oleh manusia yang notabene beragama hindu yang punya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; ajaran &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;adiluhung tri hita karana, padahal sebagian besar dari mereka hanya untuk menyambung hidup saja, bukan untuk memperkaya diri. Namun apapu alasannya jelas itu bertentangan dengan ajaran tri hita karana itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Apapun bentuk perlakuan alam atas manusia adalah merupakan karma bagi manusia atas perlakuannya sendiri terhadap alam. Bukan Tuhan murka atau alam sudah tidak bersahabat lagi dengan kita, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tetapi kitalah yang memperlakukan alam secara tidak adil dan cendrung semena-mena. Saya agak setuju dengan apa dikatakan oleh MH Ainun Najib bahwa kita sekarang sudah kehilangan parameter untuk mengukur diri kita, mengukur segala aktifitas yang kita lakukan. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);" id="lw_1168603974_4"&gt;Kita&lt;/span&gt; tidak tahu lagi apakah perbuatan yang kita lakukan itu sudah benar atau tidak karena kita tidak punya lagi parameter untuk mengukurnya, ini sangat berbahaya. Selama ini setiap bencana yang datang menimpa kita,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kecendrungan kita selalu tebus dengan ritual mengorbankan binatang dari yang kecil hingga yang besar, dari ayam sampai kerbau dan beraneka macam upakara yang lebih dikenal dengan sebutan mecaru menghabiskan biaya yang sangat besar dan waktu yang lama, dengan satu harapan dapat menyelesaikan masalah, namun kenyataanya tidaklah semudah itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Menurut hukum alam (Rta) bahwa prilaku yang buruk hanya dapat diperbaiki dengan prilaku yang baik, hutan yang rusak hanya dapat ditebus dengan penghijauan kembali, para perusak lingkungan demi sesuap nasi yang notabene masyarakat kecil hanya dapat diatasi dengan memberikan pemahaman yang baik dan benar serta pemberian lapangan pekerjaan yang memadai kepada mereka, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu baru namanya manusiawi atau memanusiakan manusia. Dan bagi para cukong besar pembabat hutan (ilegalloging) demi kekayaan pribadi hanya dapat diatasi dengan menangkap mengadili dan memenjarakannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kebiasaan kita yang kurang baik selama ini adalah setiap kemalangan yang menimpa diri kita selalu ditimpakan kepada orang lain sebagai sumber penyebabnya. Kecendrungan kita selalu mencari alasan keluar &lt;span&gt; &lt;/span&gt;seperti p&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;epatah mengatakan: “Debu di seberang lautan tampak jelas, namun gajah di pelupuk mata tidak tampak”. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;padahal tidak ada karma orang lain yang kemudian kita menerima hasilnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kalau kita mau jujur semuanya ada didalam..... ...ya didalam diri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Nah jika kita sudah mampu mengetahui dan mengakui kesalahan diri, memang seringkali terasa berat dan menyakitkan, namun itulah tanda bahwa kesadaran telah singgah dalam batin kita dan kita telah mulai tersentuh dharma.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Mari kita mulai melakukan perjalanan kedalam walau berat seperti yang pernah dikatakan oleh mantan sekjen PBB bahwa saya sudah banyak melakukan perjalanan antar negara dan itu tidaklah sulit, yang paling sulit bagi saya adalah melakukan perjalanan kedalam diri katanya. Perjalanan kedalam dengan keheningan dan kesucian diri berdialog dengan sang jiwa mesti kita upayakan terus menerus tanpa kenal lelah. Badan ini adalah kuil bagi sang jiwa yang harus kita sucikan dan kita rawat dengan baik, karena disana doa dan mantram kita uncarkan setiap saat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Nah melalui perayaan Shiwaratri malam ini kesempatan baik untuk menelisik diri, intropeksi dan evaluasi diri apakah kita selama ini sudah berkontribusi pada lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara kita atau malah kita menjadi beban saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Ketahuilah, dunia ini sudah hampir rusak dan terbakar oleh berkobarnya nafsu amarah karena perbuatan orang-orang berwatak angkara murka, berhati-hatilah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Apakah kita selamat?, apakah kita terbakar? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Atau bahkan justru yang membakar dunia ini! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mari di malam Shiva ini kita berkonsentrasi penuh hanya kepada Bhatara Shiwa, berlindung kepadaNya, serahkan semuanya kepada Beliau, pasrahkan semua kepada Beliau karena Beliau adalah penguasa kehidupan, Beliau adalah Raja-Diraja alam semesta, kepada Beliau kita bersujud, kita cium kaki padmaNya, kita puja Beliau melalui konsentrasi, kirtanam, bhajan, japa dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-style: italic; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Semoga Bhatara Shiva memberkati kita semua....... ...astu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"  style="font-size:85%;"&gt;Om&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Namah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Shivaya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;" class="SpellE"&gt; Tokoh Hindu di Lampung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-2318656217021312629?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2318656217021312629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2318656217021312629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/01/renungan-malam-shiva-dalam-memasuki.html' title='Renungan Malam Shiva Dalam Memasuki 2007'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RaeAqlxd1fI/AAAAAAAAACI/l0o6R_l7aSo/s72-c/shiva.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-5985304801375132593</id><published>2007-01-10T19:58:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:17.518+07:00</updated><title type='text'>rakyat butuh bantuan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;P&lt;/span&gt;eraturan Pemerintah Nomor 37/2006 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD kini menuai banyak protes. Bagaimana tidak, PP yang yang dikeluarkan pertengahan November 2006 tersebut dinilai tidak berpihak pada rakyat. Kenaikan penghasilan tersebut tidak sebanding dengan kerja yang dilakukan. Pemerintah mengalokasikan penghasilan tersebut untuk meningkatkan komunikasi anggota dewan dengan konstituennya. Lalu bagaimana dengan dana reses yang diterima ? Bukankah dana &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;reses ini untuk biaya berkomunikasi dengan konstituen ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Seperti ditulis Media Indonesia (08/01) Isi PP tersebut mengatur pendapatan pimpinan anggota DPRD, yang terdiri dari uang representasi, tunjangan keluarga, tunjangan beras, uang paket, tunjangan jabatan, tunjangan panitia musyawarah, tunjangan komunikasi, dan tunjangan panitia anggaran. Selain itu, boleh percaya boleh tidak, &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RaTkjlxd1eI/AAAAAAAAAB8/bAqb2RMcPA8/s1600-h/hungry.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 112px; height: 146px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RaTkjlxd1eI/AAAAAAAAAB8/bAqb2RMcPA8/s400/hungry.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5018387184883717602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;anggota DPRD masih mendapat tunjangan kesejahteraan berupa pemberian jam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;inan pemeliharaan kesehatan, pakaian dinas, serta biaya akibat perjalanan dinas. Akibatnya, sebagai gambaran, pendapata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;n yang diterima ketua DPRD provinsi mencapai Rp36,269 juta, jauh melebihi pendapatan yang diterima Ketua Mahkamah Agung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;(Rp24,390 juta) dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (Rp23,940 juta). Jaraknya semakin jauh bagaikan langit dan bumi, bila dibandingkan dengan pendapatan gubernur (Rp8,4 juta), terlebih dibanding bupati (Rp5,8 juta).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Apa tujuan dari PP ini ? Memang legeslatif memiliki bargaining politik yang kuat saat ini. Namun Pemerintahlah yang memiliki manajemen untuk pengelolaannya. Tentu ada 'negosiasi politik' yang harus dilakukan dengan kondisi seperti ini. Terlepas dari hal tersebut, masih banyak r&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;akyat yang berhak dan membutuhkan kesejahteraan yang harus dibantu negara. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sadarkah kita ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-5985304801375132593?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5985304801375132593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5985304801375132593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/01/rakyat-butuh-bantuan.html' title='rakyat butuh bantuan'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RaTkjlxd1eI/AAAAAAAAAB8/bAqb2RMcPA8/s72-c/hungry.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-200202167957510318</id><published>2007-01-10T18:42:00.000+07:00</published><updated>2007-01-10T18:44:59.226+07:00</updated><title type='text'>Diary yang Diakses di Seluruh Dunia..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="bodytext01"&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;strong&gt;Debbie (20), mahasiswa Arsitektur Universitas Komputer Indonesia (Unikom), itu sesugguhnya tidak pernah sekalipun menyukai dunia tulis menulis. Apalagi, catatan harian. Namun, justru melalui weblog, mahasiswi semester pertama yang dikenal tomboy ini melakukan semua itu&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;”Kalau menulis &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt; tidak akan suka. Tetapi, kalau mengetik, lain lagi. Kalau lewat &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; seperti ini, selain menarik, lebih nyata. Teman-teman bisa &lt;em&gt;ngomentarin&lt;/em&gt;. Memang &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt; tidak seluruh hal atau kejadian &lt;em&gt;gue tulis&lt;/em&gt;. Tergantung pas &lt;em&gt;mood aja&lt;/em&gt; atau ada kejadian spesial,” seloroh cewek asal Malang, Jawa Timur, ini saat ditemui di Warnet GreenHerb, Dipati Ukur, kemarin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Memanfaatkan fitur blog gratis yang tersedia di &lt;em&gt;open source&lt;/em&gt; pencari teman paling laris, Friendster, Debbie bisa menghabiskan hari-harinya dari warnet ke warnet sekedar untuk curhat, berbagi cerita, ataupun menumpahkan unek-uneknya. Tidak peduli jika isi tulisan atau fotonya yang di-posting di &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; pribadi ini bisa diketahui luas, bahkan di seluruh penjuru dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Meski demikian, bukan berarti&lt;em&gt; bloggers&lt;/em&gt; (pemakai blog) tidak memiliki ”rem” dalam menumpahkan berbagai materi ke dalam blog. Dengan potensi publikasi yang demikian luas dan terbuka, sejumlah &lt;em&gt;bloggers&lt;/em&gt; memilih selektif. Meski konsep blog sebetulnya bersifat pribadi, tidak semua hal privat bisa di-upload begitu saja. ”Untuk urusan yang satu ini, aku sungguh sangat hati-hati. Hal-hal penting yang sangat pribadi, tentu tidak akan dimasukkan. Apalagi, &lt;em&gt;friends&lt;/em&gt; (jaringan pengunjung blog) aku kan sampai ratusan. Kalau hal yang pribadi yang sifatnya umum, misal marahan dengan pacar, masih bisalah. Ini kan bisa ngundang masukan untuk solusi,” tutur Yuli (18), lulusan SMAN 1 Cileunyi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lain lagi dengan yang dilakukan Ventry (18), siswi SMA Taruna Bakti Bandung. Gadis bertubuh mungil ini memilih &lt;em&gt;secure&lt;/em&gt; dengan tidak menghubungkan situs &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt;-nya degan mesin pencari teman semacam Friendster. Untuk itu, ia pun sengaja memilih &lt;em&gt;open source Weblog&lt;/em&gt;. Penyedia blog yang tidak bersifat interkoneksi open portal. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tidak hanya itu. Bahkan, ia pun sengaja tidak menyamakan identitas (alamat) &lt;em&gt;weblog&lt;/em&gt; sesuai dengan namanya. Sebagai sandi, identitasnya diganti menjadi sebuah makanan kesukaannya. Tidak lazimnya &lt;em&gt;bloggers&lt;/em&gt;, strategi ini dilakukannya untuk menghindarkan diri dari lacakan mesin dahsyat pencari website semacam Google, Yahoo, ataupun MSN. ”Biar aman, &lt;em&gt;gue&lt;/em&gt; sengaja memberi tahu alamat blog hanya kepada orang-orang yang berkepentingan kaya sobat dan kakak &lt;em&gt;gue&lt;/em&gt; yang di Jakarta. Mereka tidak lebih dari enam orang. Supaya leluasa &lt;em&gt;aja numpahin&lt;/em&gt; unek-unek pribadi,” ujar Ventry kemudian.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pentingnya kerahasiaan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="bodytext01"&gt;&lt;p&gt;Bagi Ventry, keberadaan blog ini betul-betul layaknya &lt;em&gt;diary&lt;/em&gt; (buku harian) maya. Kebetulan, ia pun juga memiliki &lt;em&gt;diary&lt;/em&gt; sungguhan. Sehingga, ia pun betul-betul tahu dan membutuhkan yang namanya privasi. Ini membuktikan, kerahasiaan dan hal sangat pribadi, tetaplah teramat penting meski eksistensi blog sesungguhnya justru cenderung menafikan itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seperti yang dituturkan pakar ilmu teknologi informasi sekaligus pendiri situs ilmukomputer.com Romi Satria Wahono, weblog merupakan salah satu media terunggul dalam kepentingan sharing manajemen pengetahuan (&lt;em&gt;knowledge management&lt;/em&gt;). &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagai salah media tercepat saat ini, blog bahkan bisa mengalahkan fungsi media massa konvensional semacam televisi sekalipun. Ilmu pengetahuan, unek-unek pribadi, sampai video klip melalui komunikasi dua arah tersaji mudah dan luas melintasi batas negara dan waktu lewat media bernama Blog.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="bodytext01"&gt;&lt;strong&gt;Penulis&lt;/strong&gt;: Yulvianus Harjono&lt;/span&gt; - kompas.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-200202167957510318?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/200202167957510318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/200202167957510318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/01/diary-yang-diakses-di-seluruh-dunia.html' title='Diary yang Diakses di Seluruh Dunia..'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-4386288277347937501</id><published>2007-01-09T09:15:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:18.224+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelataran depan Pura Halim Jakarta'/><title type='text'>suatu sore di kosong enam januari dua ribu tujuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RaL7CQbT18I/AAAAAAAAABw/J2UTdOOeT5g/s1600-h/06+Januari+07.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RaL7CQbT18I/AAAAAAAAABw/J2UTdOOeT5g/s400/06+Januari+07.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5017848951031977922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;uasana sore menjelang malam di Pelataran Pura Halim Jakarta. Tampak beberapa rekan-rekan dalam suasana suka cita. Kegembiraan terngias di raut wajah untuk menjalani awal tahun yang baru ini. Semoga keceriaan menyertainya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-4386288277347937501?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/4386288277347937501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/4386288277347937501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/01/suatu-sore-di-kosong-enam-januari-dua.html' title='suatu sore di kosong enam januari dua ribu tujuh'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RaL7CQbT18I/AAAAAAAAABw/J2UTdOOeT5g/s72-c/06+Januari+07.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-2411825952315510549</id><published>2007-01-09T09:06:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:18.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Awal tahun di Pura Gunung Salak'/><title type='text'>Pagi Hari di Gunung Salak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RaL5zAbT17I/AAAAAAAAABk/TKNjYDIP72U/s1600-h/01+Januari+07.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RaL5zAbT17I/AAAAAAAAABk/TKNjYDIP72U/s400/01+Januari+07.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5017847589527345074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-2411825952315510549?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2411825952315510549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2411825952315510549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/01/pagi-hari-di-gunung-salak.html' title='Pagi Hari di Gunung Salak'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RaL5zAbT17I/AAAAAAAAABk/TKNjYDIP72U/s72-c/01+Januari+07.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-620593356123238625</id><published>2007-01-02T21:25:00.000+07:00</published><updated>2007-01-02T21:27:04.976+07:00</updated><title type='text'>2007: mencapai asa</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Maknai Hidup&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dengan karya yang membuat kagum dunia...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-620593356123238625?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/620593356123238625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/620593356123238625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/01/2007-mencapai-asa.html' title='2007: mencapai asa'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-997958436686800927</id><published>2006-12-23T00:30:00.001+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:18.703+07:00</updated><title type='text'>Ibu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RYwXqTgF1NI/AAAAAAAAABU/lYZ5-RwEMCU/s1600-h/ibu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RYwXqTgF1NI/AAAAAAAAABU/lYZ5-RwEMCU/s200/ibu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5011406500913337554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ribuan kilo jalan yang kau tempuh&lt;br /&gt;Lewati rintang untuk aku anakmu&lt;br /&gt;Ibuku sayang masih terus berjalan&lt;br /&gt;Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti udara... kasih yang engkau berikan&lt;br /&gt;Tak mampu ku membalas...ibu...ibu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;erasa menyentuh hati, membalut luka-luka yang membuat kita hampir mati. Lirik lagu Iwan Fals dengan judul Ibu membuat kita &lt;i&gt;tuk&lt;/i&gt; merenungkan kasih ibu. Sebuah pengorbanan tiada tara yang diberikan Ibu kepada anak-anaknya. Pengorbanan tulus yang tidak mengharapkan balasan apa pun. Ibu betapa mulianya dirimu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:85%;"&gt;Udara yang menerpa bumi tak terjangkau oleh pikiran kasat kita. Begitu juga terlukis dalam lirik lagu tersebut. Belaian kasih yang Ibu berikan tak terhingga bagi kita. Pengorbanan yang mulia ini memang harus dikenang sebagai refleksi kita, bangsa, dan negara. Tanggal 22 - 25 Desember 1928, berlangsung suatu peristiwa sebagai tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia, yaitu Kongres I Perempoean Indonesia yang diselenggarakan di Yogyakarta. Peristiwa ini tentu dengan semangat Sumpah Pemuda yang berlangsung beberapa bulan sebelumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:85%;"&gt;Dari Kongres I tersebut kemudian diadakan Kongres II Perempoean Indonesia tahun 1935 di Jakarta yang mencetuskan bahwa fungsi utama wanita Indonesia adalah sebagai Ibu Bangsa . Adapun kewajibannya adalah menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya. Kongres III Perempoean di Bandung,&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;22 Desember 1938, ditetapkan sebagai Hari Ibu untuk memperingati diselenggarakannya Kongres Perempoean di Yogyakarta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:85%;"&gt;Apresiasi dari seorang Ibu ternyata tidak hanya sebatas hubungan dalam keluarga, antara status Ibu dan Anak semata. Lebih dari itu apresiasi Ibu didengungkan dalam konteks kebangsaan. Ibu Bangsa adalah bentuk penghormatan dan tauladan yang menjadi ikon bangsa untuk konteks ke-perempuan-an. Siapa Ibu Bangsa kita…pertanyaan yang akan menjawab sosok panutan seluruh Ibu maupun Anak Bangsa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:85%;"&gt;Naluri ke-Ibu-an yang melandasi generasi bangsa khususnya perempuan Indonesia masihkah ada. Fenomena-fenomena antiklimak sering kita saksikan di masyarakat dan layar televisi. Dimana peran Ibu menghukum Anaknya, ataupun sebaliknya peran Anak melawan Ibunya. Bahkan sangat kondradiksi dengan budaya daerah dan bangsa Indonesia yang &lt;i&gt;adiluhung. &lt;/i&gt;Ibu, Ibu Bangsa, dan Ibu Pertiwi semua adalah Ibu, figur yang melahirkan, membesarkan, mendidikan anak-anaknya, anak bangsa dan negara. Ibu Pertiwi tempat kita berbijak untuk menjunjung harkat dan martabat bangsa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Enyahkan pikiran dan tindakan negatif terhadap ‘Ibu-ibu’ adalah hal yang harus kita lakukan. Refleksi hari Ibu sebagai bentuk apresiasi kita terhadap Ibu sebaiknya kita mulai dari dalam lubuk hati masing-masing. Ibu, sosok yang tidak semata jasmani nyata seperti Ibu kita. Makna yang sangat luas kita temui dengan kata Ibu. Kasih Ibu sepanjang masa, bagai sang surya menyinari dunia…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;sudahkan kita membalasnya ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-align: right; font-style: italic; color: rgb(51, 255, 255);" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu&lt;br /&gt;Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu&lt;br /&gt;Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku&lt;br /&gt;Dengan apa membalas...ibu...ibu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti udara... kasih yang engkau berikan&lt;br /&gt;Tak mampu ku membalas...ibu...ibu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-style: normal;" lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2"  style="text-align: right;font-family:arial;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;" lang="EN-GB"&gt;Siang hari – disudut R 228 RS Harum Jakarta&lt;br /&gt;20 Des 2006 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-997958436686800927?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/997958436686800927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/997958436686800927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2006/12/ibu_23.html' title='Ibu'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RYwXqTgF1NI/AAAAAAAAABU/lYZ5-RwEMCU/s72-c/ibu.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-6266031248083733781</id><published>2006-12-20T07:22:00.000+07:00</published><updated>2006-12-20T07:34:27.739+07:00</updated><title type='text'>Bunda</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;Potret - Bunda&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;ku buka album &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;birupenuh debu dan usangku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;pandangi semua gambar diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;kecil bersih belum ternoda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;pikirkupun melayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;dahulu penuh kasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;teringat semua cerita orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;tentang riwayatku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;kata mereka diriku slalu dimanja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;kata mereka diriku slalu dtimang&lt;br /&gt;nada nada yang indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;slalu terurai darinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;tangisan nakal dari bibirku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;takkan jadi deritanya&lt;br /&gt;tangan halus dan sucitlah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;mengangkat diri ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;jiwa raga dan seluruh hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;rela dia berikan&lt;br /&gt;oh bunda ada dan tiada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;dirimu kan slalu ada di dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;hatiku ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;~~~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:130%;color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Selamat Hari Ibu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-6266031248083733781?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/6266031248083733781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/6266031248083733781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2006/12/potret-bunda-ku-buka-album-birupenuh.html' title='Bunda'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-2172446858882390674</id><published>2006-12-03T14:29:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T14:32:12.371+07:00</updated><title type='text'>SISTEM HUKUM INDONESIA, Menegakan Keadilan yang Penuh Bayang-Bayang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt; &lt;strong&gt;A. Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu harapan akan keadilan terbuka seiring perubahan politik dalam delapan tahun terakhir dalam runutan reformasi. Perubahan menuju tatanan pemerintahan yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) adalah harapan masyarakat. Dengungan reformasi memberikan harapan baru bagi perbaikan dalam pelbagai sektor kehidupan sistem pemerintahan. Hingga kini perubahan yang diusung oleh reformasi masih dalam bayang-bayang semu. Praktek KKN dalam sistem pemerintahan seolah telah mengakar dan membudaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan pada penegakan supremasi hukum pun merupakan agenda penting dari reformasi. Namun sistem yang membawa keadilan ini seolah tak berdaya untuk menguak dan membersihkan sistem yang penuh ketidakadilan. Satu hal yang menjadikan negara tetap diakui eksistensinya, yaitu menegakkan hukum. Keberhasilan atau kegagalan menjadikan hukum sebagai panglima keadilan sangat ditentukan oleh proses dan keputusan hukum yang dilakukan oleh negara saat ini. Upaya penegakan hukum di Indonesia sedang berada disebuah persimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesionalisme para penegak hukum masih banyak dipertanyakan pelbagai kalangan. Isu mafia peradilan mewarnai kehidupan hukum di Indonesia. Independensi penegak hukum mulai dipertanyakan, bahkan seluruh pelaksana-pelaksana yang berkaitan dengan penegakan hukum dan pemberi keadilan diragukan. Persamaan hak dihadapan hukum (equality before the law) hanya sekedar pemanis dalam pelaksanaan hukum. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Hukum di Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah yang dihadapi bangsa ini adalah tidak adanya kepastian hukum. Belum terciptanya law enforcement di negeri ini terpotret secara nyata dalam lembaga peradilan. Media masa bercerita banyak tentang hal ini, mulai dari mafia peradilan, suap ke hakim, pengacara tidak bermoral sampai hukum yang berpihak pada kalangan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini proses penegakan hukum masih buram. Menurut Munarman hal ini terjadi akibat proses panjang sistem politik masa lalu yang menempatkan hukum sebagai subordinasi politik. Sistem peradilan yang tidak independen dan memihak dengan dalih dan banyaknya kepentingan. Reformasi hukum yang dilakukan hingga kini belum menghasilkan keadilan bagi seluruh masyarakat. Keadilan masih dibayangi oleh kepentingan dan unsur kolusi para aparat penegak keadilan dinegeri yang ber-keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi terhadap hukum masih belum dapat dihindari. Hal ini mempengaruhi mentalitas penegak hukum. Padahal mentalitas yang bermoral adalah kekuatan penegak hukum sebagai dasar dari profesionalismenya. Moral dan keberanian dalam menegakan supremasi hukum masih minim dimiliki oleh penegak hukum di Indonesia. Sehingga banyak kasus-kasus hukum diselesaikan tetapi tidak memuaskan pelbagai pihak atau pun merugikan dilain pihak. Timbul pertanyaan apakah keadilan hanya milik ‘penguasa’ ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegakan hukum adalah kegiatan menyerasikan hubungan nilai-nilai yang terjabarkan dalam kaidah-kaidah, pandangan-pandangan yang mantap dan mengejawantahkannya dalam sikap, tindak sebagai serangakaian penjabaran nilai tahap akhir untuk menciptakan kedamaian pergaulan hidup (Soejono Soekamto, 1983). Kepastian hukum hanya dibuat untuk dalih meraih keuntungan sepihak. Yang dikatakan ”demi kepastian hukum” sering hanya retorika untuk membela kepentingan pihak tertentu. Akhirnya, proses hukum di luar dan di dalam pengadilan menjadi eksklusif milik orang tertentu yang berkecimpung dalam profesi hukum. Proses hukum menjadi ajang beradu teknik dan keterampilan. Siapa yang lebih pandai menggunakan hukum akan keluar sebagai pemenang dalam berperkara. Bahkan, advokat dapat membangun konstruksi hukum yang dituangkan dalam kontrak sedemikian canggihnya sehingga kliennya meraih kemenangan tanpa melalui pengadilan. (Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara, Kompas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Penegakan Hukum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara masalah reformasi hukum, tentu tidak terlepas dari peran berbagai pihak termasuk aparatur dan institusi yang bergerak di bidang hukum. Peran yang jelas tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan dan keterlibatan pihak lain terutama aparatur pemerintah yang bergerak diluar bidang hukum dan masyarakat secara umum. Peran ini tentu saja tidak hanya terletak pada bagaimana sistem hukum yang ada bisa dibenahi, tapi juga bagaimana sistem hukum yang diformulasikan dalam bentuk aturan-aturan hukum baik materiil maupun formal itu ditegakkan secara konsekuen. Dalam situasi dimana institusi formal yang bertanggung jawab melakukan reformasi di bidang hukum belum memberikan perubahan yang berarti, kehadiran state auxiliary agencies seperti KPK, Komnas HAM, KON dan KHN tentu diharapkan mampu memainkan peran yang signifikan dalam upaya pembaharuan hukum. (Sudi Prayitno, S.H., LL.M, dalam artikelnya Peran Beberapa State Auxiliary Agencies Dalam Mendukung Reformasi Hukum Di Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem hukum yang baik harus dimulai dari moral penegak hukum yang baik. Ada adagium yang melekat dalam proses hukum kita, yaitu kalau berurusan dengan hukum, ketika kehilangan kambing maka akan kehilangan sapi. Karena baik polisi, jaksa, hakim, maupun pengacara terlibat dalam suatu mafia peradilan. Mereka melakukan proses jual beli, berdagang hukum diantara pelaku hukum tersebut. Itulah tantangan besar bagi masyarakat untuk memperjuangkan hukum yang bersih, independen, dan bebas dari kepentingan politik ataupun kepentingan lainnya. Itu agenda yang teramat penting dan seharusnya dipelopori oleh institusi penegak hukum. (Munarman, Hukum Dimainkan Politik, dalam kumpulan wawancara perspektif baru 2003 – 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegakan hukum dalam mewujudkan keadilan harus selaras dengan mentalitas yang bermoral bagi aparat penegak hukum. Hukum sebagai panglima mewujudkan keadilan menjadi barometer dalam kemajuan bidang lainnya. Sehingga kemajuan sektor lainnya dapat berjalan dalam koridor hukum yang baik. Penegakan hukum dalam masyarakat yang pluralis harus memperkuat tatanan kehidupan sesuai Pancasila, UUD 1945, semangat bhinneka tunggal ika, dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam memperkuat keutuhan NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses ini harus dikontrol oleh rakyat secara aktif dalam bentuk partisipasi politik mereka. Martabat manusia tidak boleh dilanggar oleh siapapun termasuk oleh negara, kepastian ini harus diatur dalam perundang-undangan yang pembuatannya melibatkan partisipasi rakyat. Kemerdekaan pengadilan dan hakim dari intervensi siapa pun atau apapun merupakan syarat mutlak suatu negara yang berdasarkan hukum. Dan partisipasi rakyat dalam pembuatan perundangan-undangan  yang akan dijalankan oleh pengadilan adalah mutlak sebagai pengejawantahan dari hak menentukan nasib sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; D. Penutup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan sejarawan Inggris Lord Acton seabad yang lalu, power tends to corrupt and absolute power corrupts absolutely, menjadi satire yang kian mengena dengan realitas birokrasi dan perilaku korupsi di Indonesia. Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia ibarat menegakkan benang basah. Tak heran jika Indonesia ditempatkan ke dalam keranjang sampah sebagai negara terkorup di dunia. Menurut Transparency International (TI), Indonesia berada di urutan kelima negara terkorup di dunia dari 146 negara, sejajar dengan Angola, Kongo, Pantai Gading, Georgia, Tajikistan, dan Turkmenistan (Litbang kompas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegakan dan pelbagai upaya pemerintah untuk mewujudkan keadilan yang dilakukan sekarang perlu mendapat dukungan positif dari semua eksponen bangsa. Apa yang telah dilakukan setidaknya merupakan itikad baik dari pemerintah untuk melaksanakan agenda reformasi. Belum tegaknya supremasi hukum dan indikasi adanya intervensi-intervensi dalam penegakan hukum di Indonesia menjadi tantangan kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya kemauan serta itikad baik para penegak hukum adalah modal untuk mewujudkan keadilan di negara yang ber-bhinneka tunggal ika ini. Semuanya memerlukan partisipasi kita semua. Artinya hukum dan keadilan bukan tugas dari aparat penegak hukum semata, melainkan tugas kita semua sebagai bentuk kerjasama dalam negara yang berdemokrasi. Penegakan hukum harus nyata, tidak dalam bayang-bayang kepentingan. Hukum bukan milik ‘penguasa’ dan ‘pengusaha’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah tulisan singkat ini. Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru dan kedamaian selalu menyertai kita….&lt;em&gt;Satyam eva jayate !&lt;/em&gt; (kebenaran akan selalu menang)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Jakarta, 22 Agustus 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-2172446858882390674?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2172446858882390674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2172446858882390674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2006/12/sistem-hukum-indonesia-menegakan.html' title='SISTEM HUKUM INDONESIA, Menegakan Keadilan yang Penuh Bayang-Bayang'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-5658155774165864771</id><published>2006-12-03T14:27:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T14:29:10.224+07:00</updated><title type='text'>GALUNGAN, KUNINGAN DAN  KEBANGSAAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Galungan&lt;/strong&gt; dan kuningan adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan 210 hari (enam bulan) sekali. Hari raya Galungan dirayakan beberapa hari lalu tepatnya pada hari Rabu tanggal 03 Mei 2006. Sedangkan Hari Raya Kuningan dirayakan sepuluh hari setelah perayaan Galungan tepatnya pada hari Sabtu tanggal 13 Mei 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galungan adalah  salah satu upacara agama Hindu untuk mengingatkan manusia secara ritual dan spiritual agar selalu memenangkan Dewi Sampad (sifat kedewaan) untuk menegakkan dharma melawan adharma. Hakekat Galungan adalah merayakan kemenangan dharma melawan adharma.  Pun demikian dengan Hari raya Kuningan yang merupakan resepsi bagi hari Galungan sebagai kemenangan dharma melawan adharma. Hari raya yang merupakan rentetan dari Galungan ini bertujuan untuk memohon kesentosaan, dan perlindungan serta tuntunan lahir dan batin. Dalam tulisan ini penulis tidak membahas makna filosofis dari hari raya tersebut, tapi mencoba mengaitkannya dengan kondisi dan realitas yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Implementasi dalam Kehidupan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan merupakan sebuah kebanggaan atas segala usaha yang telah dilakukan terhadap lawan, entah itu bersifat kebaikan (dharma) maupun keburukan/kejahatan (adharma). Bahkan untuk memenangkan suatu pertempuran, seorang prajurit ataupun relawan rela untuk menaruhkan nyawanya untuk membela maupun mempertahankan hak-haknya. Setelah berhasil memenangkan pertempuran maka sebuah rasa syukur-pun dirayakan dengan pelbagai cara. Sebuah ‘pertempuran’ yang dapat kita maknai secara filosofis dapat juga terjadi dalam diri antara pergulatan hati yang penuh dengan dualisme baik-buruk, sedih-bahagia, suka-duka dan sebagainya. Dengan demikian kemenangan yang dimaksud adalah kemenangan untuk mengalahkan sifat-sifat adharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai insan beragama dengan etika dan susila sesuai ajaran agama, tentu tidak terlepas dari pertempuran dan pergulatan untuk senantiasa mengalahkan sifat-sifat adharma (keburukan/kejahatan). Pertempuran didalam hati hampir setiap hari terjadi pada diri, bila tidak diatasi dengan baik menyebabkan pertempuran di luar diri terjadi. Pergulatan didalam hati ini memang bersifat abstrak, bahkan berpotensi menimbulkan stres maupun efek negatif lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Swami Sivananda dalam bukunya All About Hinduism yang telah diterjemahkan oleh Yayasan Sanatana Dharmasrama dengan judul Intisari Ajaran Hindu menjelaskan bahwa Dharma secara umum adalah kebajikan atau kewajiban. Dharma merupakan prinsip-prinsip dari kebajikan dan juga kesatuan. Bhisma berkata dalam perintah-perintahnya kepada Yudhisthira, bahwa apapun yang menimbulkan pertentangan adalah adharma, dan apapun yang menyudahi pertentangan dan membawa pada kesatuan dan keselarasan adalah dharma. Apapun yang membantu untuk menyatukan segalanya dan mengembangkan cinta kasih Tuhan dan persaudaraan universal, adalah dharma. Apapun yang menimbulkan perselisihan, keretakan dan ketidakselaran dan menimbulkan kebencian adalah adharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan dengan dinamika dan permasalahan yang terjadi sering menciptakan pergulatan hati. Permasalahan diri hingga pada permasalahan bangsa dan negara sering kali menguras pikiran dan tenaga. Semangat untuk mengobarkan bara memenangkan kebajikan (dharma) senantiasa mengalami fluktuasi untuk tetap ajeg pada jalan dharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat kemenangan dan ajaran-ajaran suci dharma hendaknya ditanamkan dalam diri dan kemudian melangkah pada semangat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dharma agama dan dharma Negara pun diimplementasikan dengan tepat dan pada tempatnya. Dengan demikian kemenangan dharma tidak hanya sebatas wacana maupun kata-kata yang tidak diimplementasikan secara nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertentangan antara dharma melawan adharma maupun sebaliknya kebatilan berusaha menguasai kebajikan dalam kehidupan masyarakat kerap terjadi.  Sudah saatnya kita tidak terbelenggu oleh sempitnya pemikiran dan tidak menghargai perbedaan. Saatnya kita bertempur untuk memerangi keterbelakangan dalam pendidikan, kemiskinan, kesehatan, lemahnya supremasi hukum dan lain sebagainya.  Bila ini tercapai dengan baik inilah kemenangan kita sebagai warga negara maupun sebagai umat beragama. Pun jika ini belum tercapai - karena menurut penulis kita masih tertinggal dalam pendidikan, kemiskinan dan seabrek masalah lainnya,  berarti saat ini kita sedang bertempur mengentaskan keterbelakangan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semangat Kebangsaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, masyarakat Hindu memiliki kewajiban dan hak-hak yang sama dengan yang lainnya. Kewajiban untuk turut serta membangun bangsa dan negara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Begitu juga sebaliknya memiliki hak-hak sebagai masyarakat dan umat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari raya Galungan dan Kuningan bagi umat Hindu yang juga bertepatan dengan Hari raya Waisak bagi umat Budha adalah momen intropeksi diri bahwa kemenangan tidak hanya ada dalam diri tapi kemenangan adalah majunya suatu negara dan bangsa sebagai pengayom masyarakat. Dan semangat kemenangan dharma ini senantiasa dikobarkan untuk memperkuat semangat kebangsaan kita sebagai warga Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai warga Negara tentu kita mengharap adanya kemajuan bagi pertumbuhan demokrasi, keadilan, dan solidaritas. Dalam konteks pemikiran KMHDI dijelaskan nilai-nilai fundamental yang ada pada individu-individu bahwa dalam sebuah masyarakat, nilai kebebasan individu akan berubah menjadi kebebasan kolektif, keadilan akan menjadi nilai keadilan kolektif sedangkan nilai solidaritas yang telah bermakna kolektif, meluas dari solidaritas dengan derajat yang sempit, ke derajat yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini hanya dapat diterapkan dalam suatu masyarakat yang setiap individunya menyadari bahwa dirinya berada dalam posisi yang sederajat, tidak ada hak-hak khusus yang akan menempatkan individu atau sekelompok masyarakat berada diatas individu atau kelompok masyarakat yang lain. Ketika kita berbicara negara maka nilai kebebasan kolektif disebut dengan demokrasi, nilai keadilan kolektif tertuang dalam bentuk hukum yang mengikat seluruh warga negara. Sedangkan nilai solidaritas, dalam sebuah negara akan menjadi pengikat dari kesatuan suatu negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat kebangsaan untuk turut membangun negara tidak hanya tugas para birokrat dan pejabat, namun adalah tugas kita sebagai warga masyarakat yang hidup dengan penuh keanekaragaman.  Semangat bhinneka tunggal ika hendaknya melandasi setiap pemikiran dan perbuatan kita dalam membangun bangsa. Hubungan yang harmonis dan selaras antara sesama, antara alam sekitar dan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa yang dalam ajaran Hindu dikenal dengan Tri Hita Karana senantiasa diwujudkan dalam mencapai kedamaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu semangat kemenangan yang ada akankah hanya sebatas kata-kata romantis belaka ? Pilar-pilar kemenangan individu dalam mengalahkan adharma hendaknya selalu mewarnai semangat kebangsaan kita sebagai warga Negara Indonesia dalam berdemokrasi, menegakan hukum, dan meningkatkan solidaritas sesuai semboyan negara kita bhinneka tunggal ika.  Hari kemenangan dharma akan selalu menanti sebuah jawaban atas apa yang telah kita perbuat untuk agama dan Negara. Semoga Hyang Widhi merestui karma yoga ini…damai dihati..dunia selamanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Dimuat di Radar Lampung – 15 Mei 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-5658155774165864771?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5658155774165864771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5658155774165864771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2006/12/galungan-kuningan-dan-kebangsaan.html' title='GALUNGAN, KUNINGAN DAN  KEBANGSAAN'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-1110322041734669289</id><published>2006-12-03T14:25:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T14:26:57.428+07:00</updated><title type='text'>NYEPI DAN KEDAMAIAN HATI…</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan&lt;/strong&gt; agama Hindu yang dirumuskan sejak Weda mulai diwahyukan adalah Moksartham Jagadhitaya ca iti Dharma, yang artinya bahwa agama (dharma) bertujuan untuk mencapai kebahagiaan rohani dan kesejahteraan hidup jasmani atau kebahagiaan secara lahir dan bathin. Tujuan ini secara rinci disebutkan di dalam Catur Purusa Artha, yaitu empat tujuan hidup manusia, Dharma, Artha, Kama, dan Moksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dharma berarti kebenaran dan kebajikan, yang menuntun umat manusia untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan. Artha adalah benda-benda atau materi yang dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan hidup manusia. Kama artinya hawa nafsu, keinginan yang juga berarti kesenangan. Sedangkan Moksa berarti kebahagiaan yang tertinggi atau pelepasan. Didalam memenuhi segala nafsu dan keinginan harus berdasarkan atas kebajikan dan kebenaran yang dapat menuntun setiap manusia di dalam mencapai kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 11 Maret 2005 nanti, merupakan hari untuk melakukan intropeksi diri bagi umat Hindu. Sehari-hari mau tidak mau raga kita menuntut untuk tidur malam barang sejenak agar pagi harinya kita bisa bangun dan bekerja dengan penuh vitalitas. Bayangkan hidup tanpa istirahat dan intropeksi diri, tanpa kendali, maka auslah raga dalam sekejap. Keselarasan hubungan antara manusia dengan sang pencipta, antar sesama, dan manusia dengan lingkungan harus senantiasa dijaga yang dalam ajaran Hindu dikenal dengan Tri Hita Karana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun Baru Saka&lt;br /&gt;Hari raya Nyepi bagi umat Hindu adalah peringatan atau perayaan tahun baru saka, tahun yang ditetapkan oleh maharaja Kaniska I dari dinasti Kusana, pada hari Minggu bulan purnama tanggal 21 Maret tahun 79 Masehi, 78 tahun setelah tahun Masehi, sebagai tahun nasional kerajaan. Penggunaan tahun Saka tertua di Indonesia yang dikenal pula dengan nama Dvaipantara atau Nusantara tercatat dalam prasasti Talang Tua dari dinasti Srivijaya yang dikeluarkan oleh maharaja Jayanaga dalam rangka pembangunan taman Sriksetra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun Saka tertua yang menggunakan perhitungan Candra Sangkala termuat dalam prasasti Canggal Jawa Tengah dalam kalimat sruti-indriya-rasa, yakni tahun Saka 654 atau tahun 732 Masehi yang dikeluarkan oleh maharaja Sri Sanjaya sebagai Vamsakarta. Kemudian perayaan Nyepi yang dikenal pula dalam perayaan Chaitra atau Chaitra Amawasya sangat meriah dilaksanakan setiap tahunnya di Keraton Majapahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Majapahit, Tahun Saka benar-benar telah eksis menjadi kalender kerajaan. Di Kerajaan Majapahit pada setiap bulan Caitra (Maret), Tahun Saka diperingati dengan upacara keagamaan. Di alun-alun Majapahit, berkumpul seluruh kepala desa, prajurit, para sarjana, Pendeta Siwa, Budha dan Sri Baginda Raja. Topik yang dibahas dalam pertemuan itu adalah tentang peningkatan moral masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai dari merayakan Tahun Saka adalah kita memperoleh suatu nilai kesadaran dan toleransi yang selalu dibutuhkan umat manusia di dunia, baik sekarang maupun pada masa yang akan datang. Umat Hindu dalam zaman modern sekarang adalah seperti berenang di lautan perbedaan. Persamaan dan perbedaan merupakan kodrat. Persamaan dan perbedaan pada zaman modern tampak semakin eksis dan bukan merupakan sesuatu yang negatif. Persamaan dan perbedaan akan selalu positif apabila manusia dapat memberikan proporsi dengan akal dan budi yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catur Brata Penyepian&lt;br /&gt;Memaknai hari raya keagamaan hendaknya tidak berhenti pada perayaan, tetapi seyogianya berupaya memahami makna di balik hari raya. Dari situ diharapkan umat dapat memetik makna untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan utama brata penyepian adalah untuk menguasai diri, menuju kesucian hidup agar dapat melaksanakan dharma sebaik-baiknya menuju keseimbangan dharma, artha, kama dan moksha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan diri menuju hal-hal yang positif hendaknya memaknai sebagai hasil perenungan untuk dilaksanakan. Menoleh kebelakang mungkin salah satu jalan untuk dapat melihat  hal-hal yang telah dilalui. Apakah ada pikiran, perkataan, dan perbuatan yang tidak atau kurang sesuai dengan norma-norma agama maupun masyarakat ketika melewati jalan kehidupan tersebut. Brata penyepian yang lebih dikenal dengan catur brata penyepian terdiri dari  Amati geni (tidak menyalakan api, baik api dalam diri / marah maupun api di luar diri, Amati karya (tidak melakukan perbuatan fisik / bekerja), menyepikan indria, Amati lalungaan (tidak bepergian, umat Hindu tinggal di rumah untuk melakukan aktivitas rohani), Amati lalanguan (tidak mencari hiburan/bersenang-senang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Hindu yang sudah terbiasa melakukan brata ini bisa meningkatkan bratanya dengan melaksanakan mona brata (brata diam) dan upawasa (tidak makan dan minum) selama 24 jam.&lt;br /&gt;Sehari setelah pelaksanaan tapa, brata, yoga, dan samadhi, umat Hindu melaksanakan hari Ngembak geni yang mengandung makna mengakhiri aktivitas spritual untuk memulai kehidupan baru. Pada hari raya Nyepi umat Hindu tidak melakukan kegiatan-kegiatan duniawi, tetapi dengan Ngembak geni umat Hindu melaksanakan dharmasanti guna mempererat tali kekeluargaan dan persaudaraan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Nyepi adalah hari yang mengingatkan kita bahwa di manapun kita berada seharusnya masyarakat di sekelling merasa ajeg, tentram dan damai karena kita berprinsip ahimsa (tidak menyakiti). Marilah kita sambut Nyepi dengan antusias, percaya diri. Tapa waspada terhadap berbagai fenomena di sekitar kita, kebodohan, kebatilan, ketamakan, dalam melakukan kehidupan bernegara, berbangsa, dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun yang telah berlalu harus diperbarui dalam segala aspek. Kotoran dan segala perbuatan negatif harus dihilangkan. Penghayatan yang selalu harus diperbarui pada tahun baru ini. Akhirnya Semoga Hyang Widhi selalu memberikan kedamaian dan kebahagiaan kepada kita semua …Om sarve bhavantu sukhinah, sarve santu niramayah, sarve badrani pasyantu, ma kascid duhkha bhag bhaved..Artinya: Ya Hyang Widhi, semoga semua memperoleh kebahagiaan, semoga semuanya memperoleh kedamaian, semoga semuanya memperoleh kebajikan dan saling pengertian, dan semoga semuanya terbebas dari penderitaan. Selamat hari raya Nyepi tahun saka 1927.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Telah terbit  di Radar Lampung 2005&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-1110322041734669289?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/1110322041734669289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/1110322041734669289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2006/12/nyepi-dan-kedamaian-hati.html' title='NYEPI DAN KEDAMAIAN HATI…'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-7571690199605681075</id><published>2006-12-03T03:30:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:18.881+07:00</updated><title type='text'>Peran Teknologi dalam Bingkai Kemenangan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RXHuXWqmi5I/AAAAAAAAABI/xeu7UE6ko8E/s1600-h/hp.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5004042745974000530" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="138" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RXHuXWqmi5I/AAAAAAAAABI/xeu7UE6ko8E/s320/hp.jpg" width="118" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Hidup&lt;/strong&gt; dalam masyarakat memang penuh dengan dinamika perubahan. Dinamika terjadi sebagai hasil dari adanya aksi dan reaksi dari sekelompok orang kepada kelompok lainnya. Dinamika perubahan pun terjadi seiring kemajuan yang oleh para ilmuwan dan intelektual disebut dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Ilmu pengetahuan seolah menjadi ‘santapan’ untuk terus dimakan oleh para pencari pengetahuan yang notabene dimulai dari siswa, mahasiswa, akademisi, praktisi, dan bahkan diluar julukan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi pun demikian. Perkembangannya sangat menghebohkan kehidupan masyarakat. Trend teknologi ini menjadi euphoria bagi kita semua terlepas dari manfaatnya efektif dan efisien. Teknologi yang kini memasyarakat disemua kalangan adalah teknologi informasi. Informasi begitu cepat beredar melintasi pulau-pulau dibelahan dunia. Sekat-sekat antar negara maupun pulau seolah bias. Semua menjadi dekat, kita berada di dunia maya dan tidak lelap dalam mimpi, itu nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah yang disebut kemajuan jaman yang istilah kerennya disebut globalisasi. Dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;http://id.wikipedia.org&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;dapat kita baca bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Mitos &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;yang hidup selama ini tentang globalisasi adalah bahwa proses globalisasi akan membuat dunia seragam. Proses globalisasi akan menghapus identitas dan jati diri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kebudayaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt; lokal atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;etnis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt; akan ditelan oleh kekuatan budaya besar atau kekuatan budaya global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Kemajuan &lt;/span&gt;&lt;a title="Teknologi komunikasi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknologi_komunikasi&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;teknologi komunikasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt; memang telah membuat batas-batas dan jarak menjadi hilang dan tak berguna. John Naisbitt (1988), dalam bukunya yang berjudul Global Paradox ini memperlihatkan hal yang justru bersifat paradoks dari fenomena globalisasi. Naisbitt (1988) mengemukakan pokok-pokok pikiran lain yang paradoks, yaitu semakin kita menjadi universal, tindakan kita semakin kesukuan, dan berpikir lokal, bertindak global. Hal ini dimaksudkan kita harus mengkonsentrasikan kepada hal-hal yang bersifat etnis, yang hanya dimiliki oleh kelompok atau masyarakat itu sendiri sebagai modal pengembangan ke dunia Internasional. Dalam teori pemasaran mungkin ini yang disebut dengan differensiasi, membuat sesuatu berbeda yang justru akan memiliki bargaining.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari fenomena yang penuh dengan debatabel tersebut, kita memang dihadapkan pada pengaruh teknologi informasi. HP (Hand Phone) atau Ponsel (Telephon Seluler) adalah contoh dari kemajuan teknologi ini. Hampir semua orang memiliki benda sakti ini. Mulai sekedar untuk lifestyle hingga memang manfaat yang diberikan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Penulis beberapa kali menemui ulasan tentang hal ini. Toh hampir semua opini dapat dikatakan masih dalam frame berpikir yang sama. Beberapa hari setelah Idul Fitri – Hari raya umat muslim, sembari menunggu seseorang, penulis sempat membaca tulisan tentang hal ini. Disadari bahwa wacana yang disampaikan dalam tulisan tersebut adalah pengaruh kemajuan teknologi informasi dalam hal ini handphone telah merasuk kesemua sisi kehidupan. Momen hari raya yang seharusnya wahana untuk silahturami / silakrama berkunjung kesesama menjadi berkurang, toh sudah mengucapkannya via telephone atau short message service (SMS), multimedia message service (MMS). Inilah kenyataan, kita berada di dunia nyata tapi semua diselesaikan dalam dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh beda, beberapa hari lalu pun kita mengalami hal sama kalau tidak ingin dikatakan ‘korban’ dari teknologi. Rahajeng nyanggre rahine galungan &amp;amp; kuningan, dumogi irage sareng sami ngenemuang kerahayuan… ada yang puitis serng balutn doa, hrum wngi aroma surga, dupa trbkr sbg jln mnj tuhan, ptihx hati pnh ungkpn maaf. Met nygre glngn n kningn smg kdmaian sll mmncr dihati qt smua…itu contoh pesan ucapan yang beredar di lalu lintas per-SMS-an saat Hari raya Galungan lalu, dan saya rasa tidak jauh berbeda di inbox HP rekan-rekan. Dan kompaknya, hampir SMS nya relatif sama. Sistem forward dan edit SMS rupanya berlaku. Bahkan kalau dicermati bisa dikatakan SMS sama dari hari raya sebelumnya. Sistem save rupanya berlaku. Begitu mudahnya dengan teknologi yang berupa benda mungil ini. Apakah hanya sebatas itu saja. Ternyata tidak, di dunia cyber pun melakuan hal yang sama. Inilah realitas yang kita hadapi. Kemudahan dan manfaat yang kita peroleh. Apakah hanya tinggal ketik dan lalu kirim saja, tentu tidak sejumlah anggaran rupiah pun harus disiapkan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Fenomena-fenomena seperti ini merupakan salah satu dari kemudahan-kemudahan berkat adanya teknologi komunikasi. Kemajuan ini sangat efisien karena hanya dengan mengeluarkan sejumlah rupiah yang relatif murah, kita sudah dapat melakukan komunikasi minimal say hallo kepada orang lain yang berada pada jarak sangat jauh. Namun apakah kemajuan ini efektif. Hal ini masih harus dipertanyakan lagi. Akankah tradisi konvensional / tradisional akan terkikis oleh kemajuan ini ?. Dengan kemudahan tersebut, tradisi saling berkunjung untuk tatap muka menjadi sedikit memudar bahkan tidak ada. Kan sudah kirim SMS…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudahan yang sangat efisen tersebut belum tentu efektif. Sangatlah luas wacana tentang pengaruh dari perkembangan teknologi ini. Tapi semuanya seolah tak terhindarkan lagi dari kehidupan dan interaksi kita dalam masyarakat. Harus ada keseimbangan dalam menyikapi dan memanfaatkannya. Kemajuan teknologi seperti api. Seringnya menjadi kawan, tetapi kadang kala bisa juga menjadi lawan. Teknologi merupakan kawan karena memudahkan kita bekerja dan juga bersosialisasi. Akan tetapi, ketika teknologi mulai mengkikis makna-makna tradisional yang adiluhung bahkan melanggar norma-norma kepatutan sosial, teknologi pun mulai menjadi lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran akan manfaatnya dan kemudahan dari fasilitasnya setidaknya tidak mengurangi makna dari kemenangan dharma. Sebagai pengguna teknologi, kita sebaiknya mampu untuk mengelola dengan baik, bukan sebaliknya teknologi yang mengelola pikiran kita. Bingkai kemenangan dharma sebaiknya mampu mengendalikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mudah dengan teknologi, tulisan ini pun bermula dari adanya SMS di benda sakti yang mungil, ditindaklanjut dengan duduk didepan benda yang lebih sakti yang disebut komputer, tekan huruf pada keyboard. Selesai sambungkan kabel telkom, sehingga benda ini tambah sakti, konek ke dunia cyber – internet. Kirim via email. Konfirmasi vis SMS… wah cepat sekali….begitu cepatkah perkembangannya…Yang jelas kita berada pada titik perubahan, &lt;em&gt;sadarkah anda…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#6633ff;"&gt;wayan sudane – &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:presidium@kmhdi.org"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#6633ff;"&gt;presidium@kmhdi.org&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-7571690199605681075?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/7571690199605681075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/7571690199605681075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2006/12/peran-teknologi-dalam-bingkai.html' title='Peran Teknologi dalam Bingkai Kemenangan'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RXHuXWqmi5I/AAAAAAAAABI/xeu7UE6ko8E/s72-c/hp.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-3767921830182247225</id><published>2006-12-03T02:27:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:19.113+07:00</updated><title type='text'>‘Semangat yang redup’</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RXHUxWqmi4I/AAAAAAAAAA4/i6c9IdyBy7Y/s1600-h/wy+sudane.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5004014605348277122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 95px; CURSOR: hand; HEIGHT: 109px" height="199" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RXHUxWqmi4I/AAAAAAAAAA4/i6c9IdyBy7Y/s320/wy+sudane.jpg" width="151" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam &lt;/strong&gt;rublik asal usul di Kompas 03/09/06 yang berjudul Prihatin, sangat menyentuh. Ya, Prihatin. Tertulis di Paragraf dua Prih-ati yang kemudian bermutasi menjadi prihatin adalah sebuah ungkapan perasaan seseorang untuk menyatakan kepedihan yang sangat mendalam karena sesuatu peristiwa, pangalaman tak nyaman atau derita yang tak terelakkan…..Prihatin! Demikianlah kata ini merepresentasikan sebuah ungkapan nyata yang sangat serius dan mendalam. Kemudian penulisnya mengaitkan dengan kebangsaan….Kita tahu di negeri sendiri masih banyak hal memprihatinkan yang memerlukan tindakan cepat, lugas, dan berani, karena tindakan tunggu-tunggu dan tunda-tunda akan menimbulkan lebih banyak penderitaan. Setiap tahun ribuan orangtua dan murid sekolah gelisah dan tertekan menghadapi politik pendidikan pemerintah. Prihatin ? tidak cukup. Harus ada aksi nyata politik pendidikan yang menyelamatkan masa depan warga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah hubungan tulisan tersebut dengan KMHDI ?..Tentu kalau kita-kaitkan. KMHDI sebagai organisasi kader dan melakukan gerakan-gerakan moral yang berulang tahun 3 September lalu juga dalam suasana prihatin. Prihatin dalam arti tidak berjalannya suasana ideal yang kita harapkan. Lemahnya komunikasi dan koordinasi di pengurus adalah hal yang harus disadari dan dibenahi. Namun hal itu janganlah menjadi sesuatu yang melemahkan semangat pergerakan di KMHDI. Belum adanya greget dan tindakan yang dapat dikatakan nyata masih belum muncul kepermukaan. Belum ada beriak yang dalam. Disadari bahwa kekuasaan sang waktu untuk kepengurusan hanya dua tahun. Dan sekarang telah berjalan kurang lebih empat bulan pasca Mahasabha V di Bandung 13-16 April 2006 lalu. Mungkin itu sekedar contoh untuk dapat dievaluasi dan itu juga yang dirasakan beberapa fungsionaris PP KMHDI maupun anggota KMHDI bahkan mungkin para penonton yang senantiasa menyaksikan tayangan-tayangan program KMHDI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya tidak hanya dengan wacana tapi perbuatan…Solusi harus dicari. Isu-isu gerakan yang mungkin menjadi topik-topik diskusi secara nasional sering harus disikapi dengan cepat dan tepat. Misalnya Internal Hindu Mahasabha IX Parisada. Eksternal banyak lagi. Internal KMHDI, pengkaderan menjadi pertanyaan-pertanyaan yang sering harus dijawab diplomatis. Eksistensi PD PC sering terkendala dengan minimnya kader dan sumber lainnya. Kini kita memang dihadapkan pada pengkaderan untuk mencapai visi misi KMHDI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#ff0000;"&gt;© ditulis tanggal 09 Sept 2006 dalam rangka ngobrol bareng di Pure Halim Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-3767921830182247225?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3767921830182247225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3767921830182247225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2006/12/semangat-yang-redup.html' title='‘Semangat yang redup’'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RXHUxWqmi4I/AAAAAAAAAA4/i6c9IdyBy7Y/s72-c/wy+sudane.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-6428632901253879156</id><published>2006-12-03T00:48:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:19.347+07:00</updated><title type='text'>'Penyakit Hindu'</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RXHLumqmi2I/AAAAAAAAAAk/XxkvDWYEHrE/s1600-h/blide.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5004004662498986850" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RXHLumqmi2I/AAAAAAAAAAk/XxkvDWYEHrE/s320/blide.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Saat&lt;/strong&gt; ini, umat Hindu sedang sakit. Sakitnya sudah komplikasi. Susah untuk disembuhkan. Apalagi sipenderita merasa tidak sakit, ini lebih susuuaah lagi. Bagaimana mana mau berobat ataupun mencari tabib untuk mengobati kalo si penderita tidak merasa sakit. Beberapa penyakit yang sekarang menghinggapi umat Hindu dari hasil pengamatan tabib adalah:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Penyakit "Penghayal"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Umat Hindu menderita sakit menghayal yang sangat parah. Misalnya menghayalkan akan datangnya ramalan "Sabdo Palon dan Noyo Genggong"tentang kembalinya kejayaan Agama Hindu di Nusantara. Akibatnya, umat hindu senangnya melamun dan menunggu saat saat itu datang tanpa usaha apa-apa, cuma jadi penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Penyakit "Berkelit"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saat ada yang berbicara fakta Ümat Hindu itu adalah minoritas dan penganutnya kecil di Indonesia", dengan jurus berkelit ada yang menjawab "tidak perlu kuantitas yang penting kualitas". Padahal semua orang tau dari kuantitas maupun kualitas semuanya memang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ada pendharma wacana yang mau meluangkan waktu memberikan dharma wacana, kembali banyak yang berkelit "umat kita ini bukan umat yang biasa mendengar tapi biasa berbuat". Padahal bagaimana mau berbuat, lha wong cuma disuruh dengerin aja ga mau, apa lagi mau berlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Penyakit "Sok Pintar"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak Umat Hindu yang merasa sok pintar dengan Agama Hindu dan merasa paling tahu tentang agama Hindu karena lahir dan besar di lingkungan Hindu. Penyakit ini menyebabkan mereka alergi untuk belajar agama Hindu. Wal hasil, banyak yang bodoh dari sisi pengetahuan terhadap agama. Karena bodoh akan agamanya sendiri, jangankan untuk mempengaruhi orang lain untuk memeluk Hindu, hanya untuk membela diri saja sudah tak mampu. Bahkan yang akhirnya terseret seret pindah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Penyakit "Pamer"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biar miskin yang penting pamer, mungkin itu adalah salah satu moto sebagian besar umat Hindu. Makanya sampe saat ini masih terbelenggu dengan upacara keagamaan yang wah, yang bahkan jauh dari sisi esensi agama Hindu, dan akhirnya meninggalkan hutang. Yang parah, jiwa pamer ini justru menjangkiti para pemimpin agama dan pemimpin adat. Sehingga tidak bisa mendengar jeritan beberapa ornag yang sudah tidak tahan dengan kondisi yang menjepit ini. Pokoknya kalo ketua adat atau pedande bilang biaya ngaben harus 10 juta... ya musti 10 juta, kalo tidak lebih baik berhenti jadi agama hindu atau keluar aja dari adat. Gila kan.... Pemimpin macam apa itu. Padahal, pemimpin itu mustinya mengayomi umatnya sehingga yang semiskin apapun dapat menikmati pelayanan agama secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini baru 4 penyakit dari 1001 penyakit yang menghinggapi umat Hindu saat ini, sisanya akan dibahas lain waktu. Bila ada saudara saudara yang mau mengulas penyakit yang lain silahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas kalo kita sudah tahu penyakit yang kita derita, kita akan lebih mudah untuk mencari obatnya. Untuk 4 penyakit di atas bisa diobati dengan tablet berikut:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;1. Tablet : Aktif anti Hayal"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jadilah orang yang aktif berusaha memperbaiki diri sendiri dan keadaan disekeliling kita. Jangan percaya pada khayalan. Percayalah pada tindakan yang kita lakukan. Kalo kita berjuang aktif, pasti ada hasilnya meskipun sedikit. Syukur kalo banyak. Jadi kalo mau agama Hindu besar lagi, ya harus aktif berjuang demi kebesaran Hindu. Ayo bangun... sadar... ayo berjuang.... ...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;2. Tablet hisap anti berkelit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jadikan fakta yang ada sebagai bahan studi dan perbandingan. Analisa dengan baik sehingga akan ditemukan jalan penanggulangannya. Hadapi persoalan dengan berani, sepahit apapun persoalan itu. Semakin kita berkelit akan semakin jauh dari jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah untuk mendengarkan ajaran agama walaupun itu datangnya dari tetangga sendiri. Semakin banyak anda mau mendengar maka semakin banyak yang bisa kita serap dan kita gunakan untuk menekan ego. Dari gemar mendengar kita transformasikan menjadi gemar berbuat. Pasti dah hasilnya akan luar biasa. Kalo kita tidak pernah mau mendengarkan orang lain, maka jangan harap kita akan didengar oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;3. Tablet Vitamin pelawan "sok pintar"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jangan sok pintar tetapi selalulah belajar untuk menjadi pintar. Karena orang pintar akan bisa mengajari diri sendiri dan bisa berbagi ilmu dengan orang lain. Dan yang jelas tidak akan dibodohi orang lain terlebih lebih dalam urusan agama. Berhentilah kelewat bangga karena lahir dari keluarga hindu sampe sampe lupa belajar agama hindu. Selalulah berfikir bahwa selama masih ada kesempatan harus digunakan untuk belajar dan belajar. Kalo ada guru lebih baik, kalo ga ada ya belajar secara otodidak. Pokoknya no time tanpa belajar. Hidup belajar..... ..&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;4. Salep pemusnah pamer.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Agama tuh untuk dilaksanakan dengan semangat spiritual. Pamer hanya akan menjauhkan diri dari tujuan yang sebenarnya. Bahkan lebih banyak negatif ketimbang positifnya. Sederhanalah dalam segenap kegiatan agama, niscaya akan lebih bersahaja dan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin agama dan pemimpin adat yang masih suka pamer dan memaksakan kehendak akan sangat memberatkan terutama bagai kaum miskin. Semoga yang seperti ini cepat cepat aja dilebur oleh hyang Siwa dan ditinggalkan kader kader peminpin yang mengerti akan filosofi agama sehingga berpihak kepada agama dan umatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;I Gede Sumantra - &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="mailto:hindulampung@yahoogroups.com"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;hindulampung@yahoogroups.com&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-6428632901253879156?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/6428632901253879156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/6428632901253879156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2006/12/penyakit-hindu.html' title='&apos;Penyakit Hindu&apos;'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RXHLumqmi2I/AAAAAAAAAAk/XxkvDWYEHrE/s72-c/blide.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-4982100899108494452</id><published>2006-12-03T00:10:00.001+07:00</published><updated>2006-12-03T02:11:41.298+07:00</updated><title type='text'>Jangan Terjebak Pragmatisme</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jakarta, Kompas -&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Di tengah deraan yang bertubi-tubi terhadap kehidupan berbangsa, seharusnya para pemuda berani mempunyai idealisme. Selain itu, mereka harus memacu diri untuk berprestasi dan tidak terjebak dalam pragmatisme politik demi meraih kekuasaan. Dalam kondisi seperti saat ini, kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif, Indonesia sungguh membutuhkan pemimpin yang memiliki idealisme, dan para pemuda diharapkan mampu menjawab kebutuhan itu. Apalagi, saat ini, bangsa Indonesia tergagap-gagap untuk memetakan masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika dihubungi, Minggu (29/10), Syafii Maarif mengemukakan, satu hal yang harus dihadapi adalah derasnya arus pragmatisme yang dapat melunturkan idealisme tersebut. Umumnya, orang cenderung menggunakan politik sebagai batu loncatan untuk mencapai kekuasaan. "Ada gelombang besar pragmatisme yang mendorong orang terjun ke dunia politik. Mungkin karena lapangan pekerjaan sedikit, lalu memanfaatkan politik untuk cepat memperoleh sesuatu," tuturnya. Fase itu, ungkap Syafii, memang harus dilalui, tetapi bukan berarti pemuda hanyut di dalamnya. Syafii masih yakin ada pemuda yang memiliki idealisme. Gelombang kecil itu, menurut dia, sangat dibutuhkan oleh Indonesia saat ini. Untuk memupuk idealisme itu, pemuda harus betul-betul memahami peta sosiologi dan politik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihubungi terpisah, Presidium Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Wayan Sudane mengungkapkan, harus ada regenerasi kepemimpinan di Indonesia. Menurut Wayan, banyak kalangan muda di Indonesia memiliki kemampuan, baik intelektualitas maupun emosi yang memadai. Namun, katanya, kadang-kadang komitmen dan idealisme rekan-rekan muda itu pudar karena berbenturan dengan aneka bentuk tekanan. "Namun, tidak semua begitu, tidak semua lemah, saya salut kepada rekan-rekan muda yang terus mengembangkan kemampuannya meskipun kecil kemungkinan kesempatan yang ada," tuturnya.&lt;br /&gt;Siapa pun setuju bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin-pemimpin muda yang berkualitas dan berintegritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Moral etika&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Noviantika Nasution, praktisi politik, menyatakan, memang sebagian dari politisi Indonesia cenderung menggunakan politik untuk mencapai kekuasaan tanpa kesabaran serta sikap etika moral tinggi. Akan tetapi, Noviantika yang pernah menjadi bendahara umum PPIP itu memberi catatan, bahwa dunia politik itu sendiri bukan hal yang harus dipandang kotor. Menurut Noviantika, jika dunia politik dilaksanakan dengan etika moral yang tinggi dan logika atau tahapan politik yang benar, hal itu justru seharusnya bisa membuat negeri ini makmur dan sejahtera. "Karena politik itu adalah suatu cara untuk mengatur kehidupan bersama, " ujar salah satu pendiri Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) ini. "Dunia politik Indonesia tampak kotor, antara lain karena sebagian pemimpin partai, terutama yang besar, dalam praktik berpartai tidak demokratis, berperangai feodal, mudah terbelit dalam politik uang, dan gemar menciptakan konflik," ujarnya.(JOS/OSD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;source : http://www.kompas.com/kompas-cetak/0610/30/Politikhukum/3056924.htm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-4982100899108494452?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/4982100899108494452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/4982100899108494452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2006/12/test.html' title='Jangan Terjebak Pragmatisme'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-9059358922692957546</id><published>2006-12-02T23:24:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:19.486+07:00</updated><title type='text'>Kenapa kaderisasi ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RXGxVmqmi0I/AAAAAAAAAAM/Cg6ZNMM_Gts/s1600-h/kmhdi.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5003975645699935042" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 186px; CURSOR: hand; HEIGHT: 184px" height="192" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RXGxVmqmi0I/AAAAAAAAAAM/Cg6ZNMM_Gts/s320/kmhdi.JPG" width="178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Kenapa KMHDI melakukan gerakan yang berbasiskan pendidikan ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Penyakit paling parah dari bangsa kami adalah irasionalitas. Karena itu aku mengundurkan diri kedalam apa yang dinamakan oleh orang Inggris sebagai “Dunia Pemikiran”. Buku-buku menjadi temanku. Dengan dikelilingi oleh kesadaranku sendiri aku memperoleh kompensasi untuk mengimbangi diskriminasi dan keputusasaan yang terdapat diluar. Kemerdekaan adalah makanan hidupku. Ideologi dan idealisme adalah makanan jiwaku”. (Soekarno)&lt;br /&gt;Dengan segala peradaban, semua peri kemanusiaan, agama, etika, yang dikatakan dimiliki oleh manusia, tetap dalam diri kita ada unsur kebinatangan yang membuat semua kebudayaan, perikemanusiaan dan agama menjadi bahan tertawaan. Kita tidak boleh menggunakan idiom irasional yang walaupun lebih mudah untuk memikat rakyat, justru akan menjatuhkan rakyat dalam jurang kebodohan. Kita harus mengangkat rakyat banyak dari dunia irasional ke tingkat yang rasional, dan mendidik rakyat untuk berpikir dan berbuat secara rasional pula”. (Sutan Sjahrir)&lt;br /&gt;“Kodrat ummat manusia kini dan kemudian ditentukan oleh penguasaannya atas ilmu dan pengetahuan. Semua, pribadi dan bangsa-bangsa akan tumbang tanpa itu. Melawan pada yang berilmu dan pengetahuan adalah menyerahkan diri pada maut dan kehinaan”. (Pramoedya Ananta Toer)&lt;br /&gt;A thousand man without education is revolution, one educated man is beginning of the movement (Chico Mendez), Brasil 1980&lt;br /&gt;“Kita harus mengajar para intelektual yang muda-muda, yang pada suatu saat akan menggantikan kita untuk meneruskan cita-cita bangsa ini. Mendidik bangsa ini agar menjadi bangsa yang rasional dan berpengetahuan. Ini adalah janji kepada tanah air. Ini merupakan soal prinsip. Soal kehormatan suatu bangsa.” (Mohammad Hatta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa KMHDI selalu berpijak pada model gerakan yang idealis ? kenapa tidak Pragmatis ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Pangkal keberanian hidup ialah cinta kepada cita-cita besar yang lebih besar dan lebih kekal dari kehidupan kita sendiri”. Kita harus memiliki sebuah cita-cita besar dalam diri kita, yang akan menuntun langkah kita meniti hari-hari yang berat. Sangat tidak mungkin untuk menghindarkan diri dari segala situasi yang berat tersebut, karena bagi para patriot kemanusiaan, tantangan adalah makanan sehari-hari dan idealisme adalah makanan jiwa. (Prof. Goudriaan)&lt;br /&gt;“Lebih besar dari orang yang terbesar adalah ide yang besar” Idealisme-lah yang akan membuat kita berarti bagi lingkungan kita dan terutama bagi diri kita sendiri. (Alexander the Great, the Macedonian King)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Kenapa KMHDI mendorong kadernya berpikir rasional, kritis dan bebas ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Knowledge is power, Bila manusia mulai dengan kepastian, ia akan berakhir dalam keraguan. Tetapi bila ia puas untuk mulai dengan keraguan, ia akan berakhir dengan kepastian. (Francis Bacon, 1561–1626)&lt;br /&gt;Berpikir dengan rasio, melihat suatu keadaan dengan logika, hadapi dengan kepala dingin, jangan dilanda oleh emosi. Selain itu, yakinkan seseorang dengan persuasif. Jangan mengikat fisik seseorang, yang penting adalah bagaimana pikiran-pikiran itu dapat diyakinkan secara positif, agar terjadi ikatan moral. (Mohammad Hatta)&lt;br /&gt;Perbudakan akali jauh lebih menyedihkan dibandingkan dengan perbudakan ragawi. Kebebasan akali selalu merupakan bahaya bagi mereka yang takut akan kebenaran dan secara membabi buta mencari pegangan pada masa lampau. Pengorbanan bagi suatu keadaan berpikir bebas, terkadang amatlah mahal. Socrates dihukum mati karena berketetapan hati untuk menjadi seorang “pengganggu”, dengan pertanyaan yang mengganggu bagi orang-orang yang merasa mengetahui. Galileo disiksa dan Bruno dibakar diatas unggunan kayu bakar, karena menentang kepercayaan-kepercayaan yang umum dianut pada masa itu. Spinoza dijuluki atheis, sedangkan Descartes harus melarikan diri untuk menyelamatkan jiwanya.&lt;br /&gt;Kebesaran pikiran mereka, baru diakui setelah waktu berjalan dalam hitungan tahun, puluhan tahun atau malah berabad-abad. Orang-orang gila dan orang-orang murtad pada jamannya telah menjadi orang-orang besar pada jaman ini. (Louis O. Kattsoff)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kenapa KMHDI mengajarkan model berpikir, darimana asalnya model itu ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cognito ergo sum, saya berpikir maka saya ada&lt;br /&gt;Jangan pernah menerima apapun kecuali ide-ide yang jelas dan terpilah (clear and distinct ideas)&lt;br /&gt;Bagi-bagi setiap permasalahan menjadi bagian-bagian sebanyak diperlukan untuk memecahkannya&lt;br /&gt;Atur gagasan-gagasan dari yang paling sederhana ke yang paling kompleks&lt;br /&gt;Selalu periksa kembali dengan teliti apakah ada kesalahan-kesalahan&lt;br /&gt;Rene Descartes (1596-1650)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kenapa KMHDI menggunakan filosofi Paulo Freire sebagai filosofi kaderisasi ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Verum factum, kebenaran adalah tindakan, kita hanya tahu dengan pasti apa yang kita buat atau ciptakan (Giambattista Vico, 1688-1744, bapak penyelidikan kesejarahan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-9059358922692957546?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/9059358922692957546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=9059358922692957546&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/9059358922692957546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/9059358922692957546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2006/12/kenapa-kaderisasi.html' title='Kenapa kaderisasi ?'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_S5835XxWEPI/RjgxbMY3tTI/AAAAAAAAAE0/plu_m2DiKxs/s400/gse_multipart50592.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RXGxVmqmi0I/AAAAAAAAAAM/Cg6ZNMM_Gts/s72-c/kmhdi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
